Analis Mirae Asset Sekuritas Berkomentar Tentang Efisiensi di Emiten Teknologi
Sejumlah pemutusan hubungan kerja atau layoff di perusahaan rintisan (startup) teknologi turut mempengaruhi tren sektor teknologi di Indonesia, termasuk kinerja emiten teknologi. Senior Investment Information di PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Adityo Nugroho, menghimbau investor ritel mengkaji lebih lanjut mengenai kinerja finansial perusahaan teknologi..
Adityo menyebutkan sejumlah kriteria yang perlu diperhatikan investor ritel untuk melihat performa perusahaan teknologi di Indonesia, mulai dari tren industri teknologi, strategi mengatasi masalah bisnis (turnaround), hingga langkah perusahaan.
Menurut Adityo, ketika investor ritel mengamati terdapat suatu masalah atau rumor, investor ritel dapat melihat angka performa operasional dan laporan posisi keuangan.
“Kalau ada saham bergerak naik, tapi dari sisi operasionalnya tidak ada perbaikan, hanya untuk jangka pendek saja dan view-nya tidak untuk investasi,” jelas Adityo dalam acara diskusi bertajuk Consumer Trends for the 2025 Fasting Month: Building Smarter Investors di kantor Mirae Asset Sekuritas di Lebak Bulus, Jakarta, pada Kamis (13/2/2025).
Adityo menyampaikan prinsip berinvestasi saham pada umumnya adalah membeli perusahaan yang bertumbuh. Ketika perusahaan bertumbuh, maka akan dapat menghasilkan profit dan memiliki stabilitas.
Menurut pantauan swa.co.id dari aplikasi Stockbit pada 13 Februari 2025, sejumlah perusahaan teknologi di Bursa Efek Indonesia yang membagikan dividen. Misalnya MLPT, EMTK, MTDL, MSTI, WIFI, CHIP, PTSN, ATIC, AXIO, GLVA, ELIT, TFAS, ZYRX, JATI, WGSH, UVCR, hingga RUNS.
“Kalau pengamatan saya dari emiten teknologi, sementara masih belum ada gebrakan yang berarti,” tutup Adityo. (*)
Melansir dari Stockbit Snips, bagian dari platform Stockbit berupa update saham kepada pengguna, saham-saham teknologi bergerak turun hingga 0,52% pada 13 Februari 2025. Sementara pada 12 Februari 2025, saham-saham teknologi mengalami kenaikan hingga 1,71%.
Sedangkan dari aplikasi IDX Mobile pada 13 Februari 2025, DCII dan GOTO menjadi perusahaan teknologi yang mencetak kapitalisasi pasar terbesar. Masing-masing sebesar Rp109 triliun dan Rp92,39 triliun. Per pukul 13.29, harga saham DCII stagnan di posisi Rp45.700 dari harga pembukaan bursa. Sementara harga saham GOTO menurun 2,41% dari harga pembukaan bursa, menjadi Rp81, dari sebelumnya Rp83.