Foto Bisnis SWA: Cara Nestlé Indonesia Serap Susu dari Peternak Rakyat
Tim swa.co.id berkesempatan mengunjungi Pabrik Kejayan PT Nestlé Indonesia di Pasuruan, Jawa Timur pada 11-12 Februari 2025. Kami juga berkesempatan menyambangi lokasi peternak sapi perah keluarga binaan Nestlé Indonesia di Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Peternak tersebut menjadi pemasok susu segar yang diproduksi Nestlé Indonesia.
Dalam satu hari, peternak memerah sapinya sebanyak dua kali, yaitu pada pagi dan sore hari. Di pagi hari, peternak langsung mengantarkan susu perahnya ke tempat penampungan susu (TPS) Suruhgalih milik Koperasi Unit Desa (KUD) Dadi Jaya Purwodadi.
Susu segar tersebut diuji. KUD Dadi Jaya Purwodadi mensyaratkan susu yang ditampung harus bebas alkohol, dengan uji alcohol test 76%. Kemudian, berat jenis minimum, tidak ada pemalsuan, tidak mengandung antibiotik, dan susu susu segar minimal 30 derajat Celsius.
Setelah susu segar diuji, peternak membawa tangki atau milk can ke timbangan digital. Timbangan digital tersebut sudah dilengkapi tangki penampungan susu yang terhubung dengan pendingin (cooling tank). Susu segar yang masuk dalam pendingin dapat memperlambat pertumbuhan bakteri. Temperatur pendingin diatur mencapai suhu 10 derajat Celsius dan disimpan maksimal empat jam setelah pemerahan.
Terdapat sekitar dua pendingin besar di TPS Suruhgalih. Secara total, KUD Dadi Jaya Purwodadi dapat menampung 2.500 ton susu dalam pendingin per hari.
Setelah ditimbang, peternak harus mencuci milk can untuk mencegah munculnya kerak dan bakteri. Selain itu, milk can yang bersih dapat digunakan kembali untuk proses pemerahan susu di sore hari.
Setelah empat jam, susu segar yang didinginkan tersebut dikirim dengan truk tangki ke Pabrik Kejayan. Temperatur susu tersebut mencapai empat derajat Celsius. Adapun jarak pengiriman dari KUD Dadi Jaya Purwodadi ke Pabrik Kejayan sekitar 21 km.
Setelah susu segar sampai, petugas di Pabrik Kejayan akan menerima susu tersebut di pos Fresh Milk Reception. Susu tersebut ditimbang. Kemudian, petugas membuka mobil tangki dan mengambil susu untuk diuji makronutrien, temperatur kedatangan, kandungan antibiotik, dugaan pemalsuan, hingga warna, rasa, dan bau. Susu yang telah diuji dimasukkan dalam tempat sampling susu.
Susu yang telah lolos uji, truk berisi susu segar masuk dalam antrean untuk dipompa dan dialirkan ke tiga tabung silo raw milk. Masing-masing tabung berkapasitas 100 ton. Dari tabung tersebut, susu dialirkan menuju proses berikutnya, yaitu susu bubuk atau susu cair di pabrik.
Uji sampel susu
Proses penerimaan susu segar peternak rakyat melibatkan uji sampel. Uji sampel akan menjadi patokan pembayaran harga susu. Harga susu segar yang ditampung TPS Suruhgalih, KUD Dadi Jaya Purwodadi sekitar Rp7.000 sampai Rp7.500 per liter. Harga tersebut tergantung masing-masing kebijakan koperasi. Sementara dari Nestlé Indonesia, harga susu segar dipatok sekitar Rp8.000 sampai Rp8.500 per liter.
Selain itu, uji sampel akan menunjukkan kadar lemak dan berat jenis susu segar. Semakin tinggi lemaknya, semakin berkualitas pula susunya. Hasilnya, harga susu semakin mahal.
Jumlah pemasok susu segar
Head of Milk Procurement and Dairy Development (MPDD) PT Nestlé Indonesia, Ida Royani menjelaskan, dalam sehari perusahaan dapat mengumpulkan susu segar dari para peternak mencapai 25 ton.
Adapun peternak sapi yang tergabung dalam KUD Dadi Jaya Purwodadi sebanyak lebih dari 14 ribu peternak. Sementara, terdapat sekitar 27 koperasi dan pemasok, yang berasal dari 14 kabupaten di Jawa Timur dan dua kabupaten di Jawa Tengah.
Hingga saat ini, Nestlé Indonesia membeli sekitar 360 ribu kg susu segar per hari dari lebih dari 14 ribu peternak sapi perah keluarga. Perusahaan mengeklaim, perusahaan memberikan pendapatan rutin sekitar lebih dari Rp3 miliar per hari.
“Di luar itu masih ada multiplayer effect. Penjualan sapinya, pakan ternaknya. Ini menggerakkan ekonomi yang ada di masyarakat pedesaan,” jelas Ida dalam pemaparannya bertajuk Perjalanan Pengembangan Peternakan Rakyat PT Nestle Indonesia di Malang, Jawa Timur pada 11 Februari 2025.
Berikut aktivitas penerimaan susu sapi segar untuk dipasok ke Nestlé Indonesia, dimulai dari tempat penampungan susu di KUD Dadi Jaya Purwodadi. (*)
Foto-Foto : Nadia K. Putri/SWA.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.