Penjualan Two Islands Prosecco Berkontribusi 3% dari Total Omset WINE

null
Foto : Istimewa.

PT Hatten Bali Tbk (WINE) memproyeksikan kontribusi penjualan Two Islands Prosecco sebesar 3% terhadap total penjualan WINE. Ida Bagus Rai Budarsa, pendiri dan Presiden Direktur WINE, mengatakan Two Island Prosecco mendapat respon positif dari konsumen. "Respon dari customer cukup bagus, sudah banyak repeat order. Penjualan Two Islands Prosecco berkontribusi sekitar 3% dari total penjualan WINE. Kami memiliki existing product sebanyak 30 SKU (stock keeping unit)," ujar Rai Budarsa yang dihubungi swa.co.id di Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu.

WINE merilis Two Islands Prosecco pada 8 November 2024. Minuman ini adalah sparkling wine untuk dikonsumsi sehari-hari oleh konsumen atau pada momentum khusus. Produk terbaru WINE ini memperkaya varian produk dari Two Islands Wine. Adapun, Two Islands Prosecco tersedia di toko-toko tertentu dan toko online.

Tim winemaker Hatten Bali untuk pertama kalinya menggunakan metode Charmant, teknik pembuatan wine dari Italia yang meningkatkan profil buah pada wine untuk menciptakan Prosecco yang memberikan cita rasa lemon dan buah tropis, diimbangi dengan sedikit sentuhan manis. “Kami terus berkembang dan berinovasi untuk menciptakan produk yang diminati pasar global.” ujar Rai Budarsa.

James Kalleske, kepala pembuat anggur di Hatten Bali, mengatakan Prosecco adalah salah satu wine yang telah lama diinginkan oleh pelanggan dan WINE membuatnya untuk memenuhi permintaan ini.

WINE memulai debutnya dalam industri anggur pada tahun 1994. . Awalnya hatten yang dalam bahasa Jepang berarti “progress” hanya memproduksi jenis rose, minuman anggur berwarna merah muda yang diproduksi dari bahan baku anggur jenis Alphonse Lavalle. Masyarakat mengenal minuman anggur hitam Singaraja yang biasanya dikonsumsi langsung sebagai buah segar.

Hingga tahun 2000, Hatten hanya memproduksi jenis rose yang mempunyai rasa mirip white wine. Sumber bahan bakunya dari kebung anggur seluas 60 hektare di Singaraja, Bali. Pasca memproduksi wine dari buah segar, WINE di 2006 meluncurkan produk wine berbahan baku jus yang diimpor langsung dari Australia.

Merek minumannya Two Island. Variannya terdiri dari empat jenis, yakni shiraz, chardonnay, cabernet merlot dan riesling. "Perluasan ini didorong oleh potensi pasar dan komitmen perusahaan untuk mengembangkan produk berkualitas tinggi yang mampu bersaing dengan impor," ungkai Rai Budarsa

Selanjutnya, WINE di 2026 memperkenalkan Dragonfly Wines yang berfokus pada varian anggur manis yang ditargetkan untuk pasar lokal dan Asia. Pada tahun ini, perseroan mendirikan The Cellardoor, fasilitas komprehensif yang memamerkan seluruh rentang produknya dan mengadakan kegiatan perpaduan anggur dan makanan di Sanur Bali. The Cellardoor juga menampung Hatten Education Center, divisi khusus untuk pendidikan anggur dan minuman beralkohol dengan sertifikasi internasional.

WINE menargetkan pendapatan dan laba bersih di 2025 tumbuh sebesar 15%. Manajemen WINE bakal memacu pemasaran di platform digital untuk mendongkrak penjualan di 2025. Sebelumnya, Rai Budarsa mengatakan sejumlah faktor yang akan mendorong kinerja fundamental di tahun ini, antara lain penjualan dari produk terbaru dan meningkatkan penjualan di konsumen existing dan new customer. Harga saham WINE pada perdagangan 14 Februari 2025 menyusut sebesar 7,69% atau menjadi Rp288 dari perdagangan sebelumnya. (*)

# Tag