Indonesia-Turki Memperkokoh Kemitraan Industri Kesehatan dan Farmasi

null
Foto : Kemenperin.

Indonesia dan Turki berkolaborasi dalam Memorandum Saling Pengertian (MSP). Kedua negara ini akan membentuk Komite Bersama tentang Kerja Sama Industri yang disepakati pada MSP yang ditandatangani oleh Menteri Perindustrian Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, Mehmet Fatih Kacir, dengan disaksikan Presiden Prabowo Subianto serta Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdoğan dalam pertemuan Indonesia-Turki di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (12/2/2025).

"Kami anggap hal ini sebagai bagian dari rencana Aliansi Strategis yang pernah dibicarakan dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers di Jakarta, Senin (17/2/2025).

Turki memprioritaskan hubungan bilateral di bidang perindustrian. Hal ini ditandai dengan hubungan kerja sama yang erat yang sudah dan akan terjalin pada subsektor industri, seperti produksi dan distribusi vaksin antara Bio Farma (Indonesia) dan Polifarma dan Turkilac (Turki).

Turki juga mendorong kemitraan untuk joint production melalui kerja sama Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) dan Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium di Indonesia (GAKESLAB) dengan Kelompok Perusahaan Alat Kesehatan Turki (OSTIM). Adapun, realisasi investasiTurki di Indonesia sebesar US$42,7 miliar pada tahun 2023. Hubungan yang baik tersebut dapat terlihat dari total perdagangan kedua negara khususnya nonmigas sebesar US$2 miliar pada tahun 2023 atau tumbuh sebesar 13,6% dari tahun sebelumnya. (*)

# Tag