Wajah Bisnis Properti Bogor dalam Buku Wayan Anak Bali di Bisnis Properti

null
Peluncuran buku Anak Bali yang Melanglang di Bisnis Properti, karya I Wayan Madik Kesuma (Foto: KAS).

Bogor sebagai kota tetangga Jakarta terus bertumbuh. Kini, kawasan yang terdiri atas Kabupaten Bogor dan Kota Bogor itu dihuni tak kurang dari 6,7 juta jiwa, sehingga membutuhkan hunian. Pesatnya pertumbuhan pasar properti di Bogor, Jawa Barat tersebut terekam dalam buku berjudul I Wayan Madik Kesuma, Anak Bali yang Melanglang di Bisnis Properti.

Kiprah Wayan menjadi bagian dari wajah bisnis properti di Bogor dimulai dari satu proyek di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 2013. Dalam perkembangannya, proyek tersebut tumbuh hingga kini berbuah menjadi tiga proyek. menjadi salah satu rekam jejak denyut bisnis properti di Bogor yang terus menggeliat.

Buku yang ditulis oleh Masykur Hardiansyah dan Edo Rusyanto ini juga memotret bagaimana kondisi Bogor ketika dihantam pandemi Covid-19. Saat pandemi, perusahaan Wayan melakukan inovasi berupa akad kredit dengan konsep drive thru yang mujarab menjaga penjualan rumah. Konsep tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah kala itu.

Buku setebal 125 halaman dibalut dengan foto artistik itu juga merekam bagaimana permintaan hunian di Bogor yang terus moncer. Mulai dari segmen rumah sederhana hingga menengah atas. “Kami memiliki dua segmen pasar properti, di Graha Laras Sentul untuk harga di atas Rp1 miliar, sedangkan di proyek Dramaga, Geriya Selaras dibanderol Rp400 jutaan,” tutur Wayan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (17/2/2025).

Pasar properti di Bogor saat pandemi hingga kini, tambah Wayan, tergolong cukup dinamis. Pasar membutuhkan kualitas yang baik dan nyaman, serta lingkungan perumahan yang sehat.

“Dalam setiap proyek yang kami kembangkan, mulai dari proyek perdana di Cibinong yaitu Graha Selaras Cibinong tahun 2013 dan hingga saat ini, PT Kesuma Agung Selaras (KAS) selalu mengedepan unsur aman, nyaman dan menyenangkan. Dan ini memiliki tafsir yang luas. Sehingga dalam setiap pengembangan proyek baru atau produk baru, kami selalu memberikan yang terbaik,” Wayan menguraikan

Menurut Martin Samuel Hutapea, Associate Director Research & Consultancy Department PT Leads Property Services Indonesia (Leads Property), di kawasan Bogor, dalam rentang 2019– 2024 terdapat sekitar 8.500 unit baru properti yang diluncurkan oleh para pengembang.

Rumah tapak yang diluncurkan tersebut mencetak penjualan berkisar 93-94%. “Harganya juga mengalami peningkatan. Secara rata- rata, tahun 2019 sebesar Rp800 jutaan, sekarang mencapai Rp1,3 miliar, berarti meningkat sebesar 10% per tahun,” tutur Martin menambahkan. Penyebabnya, jelas karena sudah mulai bermunculan rumah-rumah di atas Rp1 miliar. Bukan sekadar lebar 5 meter, tetapi sudah mencapai lebar 12 meter.

Namun, pada umumnya, berada di lebar berkisar 5–8 meter. “Dan, rumah yang ditawarkan ada yang hingga 3 lantai yang bisa memuat 3–4 kamar dan itu laku, banyak peminatnya,” ujarnya. Kawasan Sentul di Jawa Barat itu ada sekitar 3.000 unit hunian atau properti baru yang diluncurkan sejak pandemi tahun 2020 hingga saat ini. Tingkat penjualan di kawasan Sentul tergolong cukup tinggi, yakni berkisar 70-90%. (*)

# Tag