GlobalHealth Indonesia Summit 2025 Perkuat Ekosistem dan Transformasi Layanan Kesehatan
Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor kesehatan, pentingnya kolaborasi antara rumah sakit Internasional dan Indonesia untuk meningkatkan industri kesehatan serta perjalanan pasien. Dan wilayah Bali juga semakin berkembang sebagai destinasi wisata medis, kolaborasi berbagai pihak serta adopsi teknologi terkini itu akan memperkuat ekosistem kesehatan Indonesia.
Latar belakang itulah yang mendorong diselengarakannya GlobalHealth Indonesia (GHI) Summit 2025 di Bali selama dua hari (14-15 Februari 2025). Forum ini menjadi platform strategis untuk memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, dan mempercepat transformasi industri kesehatan menuju standar global. Acara ini menjadi ajang pertemuan para pemikir terbaik di bidang kesehatan dan teknologi untuk membahas kemajuan, inovasi, dan kolaborasi dalam sektor kesehatan.
“Sebagai hasil kolaborasi antara JMM Consulting dengan GlobalHealth Asia Pacific, GHI Summit 2025 menghadirkan 6 topik pembahasan dan lebih dari 120 partisipan mulai dari dokter, pelaku sektor kesehatan, serta perwakilan pemerintah,” jelas Presiden Direktur & Founder JMM Consulting, Nurhadi Yudiyantho, dalam keterangan tertulis (17/2/2025).
Berbagai diskusi dihadirkan untuk membahas terkait dengan transformasi layanan kesehatan berkualitas tinggi melalui teknologi, digital, dan perawatan medis.
Lebih dari 50 pembicara dari institusi kesehatan turut berbagi wawasan, termasuk perwakilan dari MMC Hospital Group, EMC Healthcare, National Hospital Surabaya, Mandaya Hospital Group, RSU Yarsi, BIMC Hospital Kuta, Indonesia Healthcare Corporation (IHC), dan Bethsaida Healthcare System. Perusahaan teknologi kesehatan seperti DV Medika, Admedika, dan Bithealth juga berkontribusi sebagai pembicara utama.
Diskusi pada hari pertama membahas masa depan teknologi kesehatan, termasuk AI, otomatisasi, dan perkembangan onkologi. Dr. Nahla Shihab, Sp. DVE., MD (ABIM Certified) dari NgoerahSun Wellness & Aesthetic Center menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam kesehatan melalui edukasi, teknologi, dan kebijakan.
Dr. Ben Widaja, Presiden Direktur Mandaya Hospital Group, menyoroti peran Digital PET-CT dalam meningkatkan diagnosis dan perawatan kanker di Asia Tenggara. Teknologi ini menawarkan pencitraan lebih akurat, pemindaian lebih cepat, serta dukungan AI dan deep learning untuk deteksi dini yang lebih optimal.
Hari kedua berfokus pada transformasi digital, longevity medicine, dan peran Artificial Intelligence (AI) dalam diagnostik. Varun Panjwani, CEO GlobalHealth Asia-Pacific, membuka sesi ini, diikuti oleh pemaparan mengenai Evolusi Kesehatan Indonesia & Inisiatif Kemenkes dengan pemateri Dr. Sunarto, M.Kes., Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, serta transformasi digital kesehatan di Indonesia oleh Setiaji, S.T., M.Si, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Panel diskusi berikutnya juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan sektor kesehatan internasional dalam memperkuat ekosistem kesehatan Indonesia.
Diskusi ini dipimpin oleh Dr. Ravi Shrestha dari Canon Medical Systems Corporation, Jepang, sebagai moderator dan menghadirkan Nurhadi Yudiyantho, Dr. dr. Iwan Dakota, dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, dan Dr. Nahla Shihab sebagai narasumber.
Kementerian Kesehatan RI menyambut baik inisiatif penyelenggaraan GlobalHealth Indonesia Summit 2025 ini yang juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam melakukan transformasi layanan kesehatan.
Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI Dr. Sunarto, M.Kes., mengatakan bahwa transformasi layanan kesehatan di Indonesia perlu mencakup pendidikan, pengajaran, dan penelitian.
"Kita tidak hanya bisa berpikir di permukaan, tapi kita juga harus berpikir tentang pendidikan, pengajaran, dan penelitian dan semua itu harus kita lakukan dalam transformasi rumah sakit,” tegasnya. (*)