SAP Meluncurkan Business Data Cloud Bersama Databricks untuk Meningkatkan Kinerja AI Bisnis

null
Foto : Istimewa.

SAP dan Databricks bermitran untuk meluncurkan SAP Business Data Cloud, inovasi yang mengintegrasikan semua data SAP dan pihak ketiga dalam sebuah perusahaan/organisasi. Solusi ini memberikan fondasi data tepercaya yang memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih strategis dan penerapan AI yang lebih andal. SAP Business Data Cloud menyelaraskan data dari aplikasi bisnis terpenting dengan kemampuan rekayasa data dan analitik bisnis, membuka jalan bagi inovasi dan wawasan tingkat lanjut.

Christian Klein, CEO SAP, menyampaikan kemitraan penting antara SAP dan Databricks ini menandai era baru dalam pengelolaan data perusahaan, dengan dua pemimpin industri yang bersatu untuk mendefinisikan kembali bagaimana aplikasi dan platform data bekerja bersama. Solusi ini secara native mengadopsi teknologi Databricks untuk mendukung rekayasa data, machine learning, dan beban kerja AI.

“SAP Business Data Cloud mengoptimalkan potensi sesungguhnya data perusahaan untuk AI Bisnis, solusi ini menggabungkan keahlian unik SAP dalam proses bisnis yang krusial dengan data yang kaya secara semantik, serta kapabilitas rekayasa data kelas dunia dari Databricks, untuk menciptakan solusi inovatif yang membantu organisasi memanfaatkan data mereka secara lebih maksimal," jelasnya pada keterangannya di Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Ali Ghodsi, Co-Founder dan CEO Databricks, menyebutkan setiap perusahaan ingin mendapatkan nilai lebih dari data mereka dan meningkatkan pengembalian investasi dalam AI. “Melalui kolaborasi dengan SAP, kami membantu organisasi mengintegrasikan semua data mereka—di semua format atau lokasi penyimpanan—untuk mengelola, menganalisis, dan membangun aplikasi AI spesifik di atas Databricks Data Intelligence Platform," tuturnya.

SAP Business Data Cloud juga membantu SAP dalam mengembangkan ekonomi produk data. Solusi ini menyediakan produk data SAP yang dikelola secara penuh di seluruh proses bisnis—mulai dari data keuangan, pengeluaran, dan rantai pasok di SAP S/4HANA dan SAP Ariba, hingga data pembelajaran dan talenta di SAP SuccessFactors. Produk-produk data ini tetap mempertahankan konteks dan semantik bisnis aslinya, sehingga memungkinkan akses instan ke data berkualitas tinggi tanpa proses ekstraksi yang mahal.

Dia mencontohkan, jika seorang CFO ingin menganalisis dampak inflasi terhadap profitabilitas, SAP Business Data Cloud dapat mengintegrasikan data eksternal secara real-time, seperti indeks harga konsumen, dengan produk data keuangan seperti akun buku besar atau pusat biaya, guna menciptakan gambaran keuangan yang komprehensif.

Selain itu, SAP Business Data Cloud akan menghadirkan fitur insight apps, yang memanfaatkan produk data dan model AI yang terhubung dengan data real-time untuk menyediakan analitik dan perencanaan canggih di berbagai lini bisnis, termasuk analitik inti perusahaan, keuangan, dan sumber daya manusia.

“SAP Business Data Cloud akan membantu kami memanfaatkan nilai data secara maksimal dan mendorong inovasi di seluruh bisnis kami,” ujar Markus Hartmann, Corporate Vice President dan Head of Business Technology untuk Eropa, APAC, dan IMEA di Henkel.

Menurutnya, produk data yang kaya secara semantik serta integrasi mendalam dengan Databricks akan memperkuat produk data yang sudah ada dan memungkinkan kami untuk memodelkan berbagai skenario serta memanfaatkan wawasan AI, membangun masa depan data yang berkelanjutan.”

SAP Business Data Cloud akan meningkatkan performa Joule, kopilot AI generatif dari SAP, dalam mempercepat alur kerja lintas fungsi serta meningkatkan pengambilan keputusan bisnis dengan AI agen. Didukung oleh dataset perusahaan berkualitas tinggi dan SAP Knowledge Graph, yang menyediakan model data yang mudah dipahami oleh bisnis, agen-agen Joule memiliki pemahaman mendalam tentang proses bisnis end-to-end serta dapat berkolaborasi lintas fungsi untuk menyelesaikan tantangan bisnis yang kompleks—suatu keunggulan yang belum dimiliki oleh teknologi pembangun agen lainnya.

Sebagai bagian dari pengumuman ini, SAP juga memperkenalkan serangkaian joule agents siap pakai untuk berbagai fungsi bisnis, termasuk keuangan, layanan, dan penjualan. Dalam bidang keuangan, misalnya, agen-agen ini akan bekerja sama untuk mempercepat pemrosesan klaim dan meningkatkan arus kas. Sementara itu, Joule sales agents akan mempercepat penyelesaian proses bisnis multi-tahap guna menangani perselisihan dan merespons pertanyaan pelanggan dengan lebih cepat.

Selain itu, SAP juga memperkenalkan fitur agent builder yang memungkinkan pelanggan membangun dan menerapkan agen AI mereka sendiri di samping pustaka Joule agents siap pakai dari SAP. Dengan keahlian proses bisnis selama puluhan tahun yang tertanam dalam alur kerja terpandu, pengguna dapat mengembangkan agen khusus yang didasarkan pada data dan konteks bisnis yang paling relevan.(*)

# Tag