Brigit Biofarmaka Teknologi (OBAT) Bangun Pabrik Baru, Punya Kapasitas Produksi Jumbo

Emiten kesehatan yang bergerak di bidang maklon herbal, kosmetik, dan minuman fungsional dan botanikal, PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) meluncurkan pabrik baru seluas 1.060 meter persegi di Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah.

OBAT bakal memproduksi berbagai produk suplemen herbal dalam bentuk kapsul kemasan strip, blister, botol, serta cairan obat dalam kemasan saset dan botol. Pabrik baru dengan luas bangunan 1.500 meter persegi ini akan memiliki kapasitas produksi mencapai 750 ribu kapsul dan 1.000 liter sediaan cair dalam sehari.

“Diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap penjualan perusahaan dengan proyeksi pertumbuhan hingga tiga kali lipat” tegas Sekretaris Perusahaan Brigit Biofarmaka Teknologi, Toufin Noor Prambudi dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (19/2/2025).

Toufin menambahkan, untuk memastikan mutu produk OBAT, pabrik baru tersebut juga dilengkapi dengan laboratorium fisika, kimia, dan mikrobiologi. Pasca melantai di BEI atau IPO pada 13 Januari 2025, OBAT memiliki saham beredar di masyarakat sebanyak 170 juta lembar saham dan 430 juta lembar saham pendiri. Sehingga total saham yang dicatatkan sebanyak 600 juta lembar saham.

Perusahaan yang masuk papan pengembangan ini juga menawarkan harga saham senilai Rp350 per saham. Adapun nominal sahamnya senilai Rp50 per saham. Sementara dari segi waran, harganya Rp350 per saham dengan kode OBAT-W.

Sebelumnya, anak usaha OBAT, yaitu PT Algaepark Indonesia Mandiri (PT AIM) memperoleh sertifikat hak cipta pada 22 Januari 2025, untuk produk Treealgae. Produk tersebut berupa alat penyerap karbon dan pemurni udara, dengan sistem fotobioreaktor mikroalga. Satu unit alat tersebut akan menyerap karbon di udara, yang diklaim setara dengan 15 pohon.

Sementara itu, produk sampingnya berupa biomassa dan kultur cair. Produk itu mengandung karbon organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Temuan-temuan ini diklaim menjadi terobosan bagi industri penghasil emisi karbon. Sehingga, perusahaan-perusahaan tersebut dapat menurunkan emisi karbonnya. Harga saham OBAT pada penutupan perdagangan hari ini melonjak sebesar 11,81% atau menjadi Rp710 dari perdagangan sebelumnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag