Di Balik Aksi Korporasi Hero Menjadi DFI Retail Nusantara
Transformasi besar terjadi dalam industri ritel Indonesia dengan perubahan nama PT Hero Supermarket Tbk. menjadi PT DFI Retail Nusantara Tbk. (DFI Nusantara). Langkah ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan strategi mendalam yang mencerminkan fokus baru perusahaan dalam mengembangkan segmen bisnisnya, yaitu Guardian dan IKEA.
Hadrianus Wahyu Trikusumo, Presiden Direktur DFI Nusantara, menegaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing perusahaan.
“Perubahan nama ini memungkinkan kami untuk terus memperkuat dan memberikan keunggulan layanan serta menghadirkan produk berkualitas tinggi kepada pelanggan kami. Ini adalah refleksi dari komitmen kami dalam beradaptasi dengan tren pasar dan mengoptimalkan segmen bisnis yang lebih potensial,” Hadrianus menjelaskan.
Langkah strategis ini juga mencakup pengalihan bisnis Hero Supermarket kepada afiliasi PT Hero Retail Nusantara. Keputusan tersebut membuka ruang bagi DFI Nusantara untuk lebih fokus pada pengembangan Guardian dan IKEA yang memiliki potensi pertumbuhan lebih besar.
“Kami ingin mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien dan mengembangkan strategi bisnis yang lebih terarah untuk kedua merek ini,” kata Hadrianus.
Guardian, dengan lebih dari 340 toko yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, terus berkembang sebagai merek ritel kesehatan dan kecantikan terkemuka. Perusahaan berencana memperluas jaringan serta meningkatkan keterlibatan pelanggan melalui inovasi digital.
“Kami percaya bahwa dengan integrasi layanan online dan offline, serta pemanfaatan teknologi dalam program loyalitas, Guardian akan semakin relevan bagi pelanggan kami,” Hadrianus menandaskan.
Sementara itu, IKEA yang baru saja merayakan satu dekade kehadirannya di Indonesia juga menjadi salah satu fokus utama bisnis DFI Nusantara. Adrian Worth, Managing Director IKEA Indonesia, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ekspansi IKEA di Indonesia dalam 10 tahun terakhir.
“Membuka tujuh toko dalam satu dekade adalah pencapaian luar biasa, terutama jika melihat bahwa ekspansi besar-besaran ini terjadi dalam waktu hanya 30 bulan terakhir,” katanya.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari strategi IKEA dalam memperluas kemitraan dengan produsen lokal serta mendukung wirausaha sosial. “Membeli lebih banyak produk dari produsen dalam negeri tidak hanya mengurangi biaya logistik dan bea impor, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan dengan mengurangi emisi karbon. Kami juga ingin memastikan bahwa pelanggan memiliki akses ke produk berkualitas dengan harga lebih terjangkau,” kata Adrian.
Lebih jauh, IKEA Indonesia telah menjalin kerjasama dengan berbagai pemasok kayu dan karet lokal yang kini mengekspor produk mereka ke berbagai pasar global, termasuk Amerika Serikat.
“Ini menunjukkan bahwa industri manufaktur di Indonesia memiliki potensi besar dan kami ingin terus mendukung perkembangannya,” kata Adrian.
Dalam menjalankan bisnisnya, DFI Nusantara menerapkan strategi manajemen yang mengedepankan efisiensi operasional dan pengendalian biaya. Berbagi sumber daya dengan perusahaan induk menjadi salah satu cara utama untuk menjaga daya saing harga.
Transformasi ini menandai era baru bagi DFI Nusantara. Dengan strategi yang semakin fokus dan pengelolaan sumber daya yang lebih efisien, Guardian dan IKEA dipersiapkan untuk terus tumbuh dan memberikan pengalaman berbelanja terbaik bagi masyarakat Indonesia.
Ke depan, perusahaan berkomitmen terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika pasar yang semakin berkembang. Hal ini juga menjadi peluang bagi DFI Nusantara untuk semakin memperkuat posisinya di industri ritel Indonesia, mengingat bahwa perubahan kebutuhan dan preferensi konsumen terus berkembang. Dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat, perusahaan harus mampu menyesuaikan diri dengan tren baru dalam industri ritel.
Salah satu fokus utama DFI Nusantara ialah meningkatkan pengalaman belanja pelanggan dengan pendekatan yang lebih personal dan inovatif. Guardian, misalnya, tengah mengembangkan berbagai strategi untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan, mulai dari personalisasi penawaran berdasarkan kebutuhan konsumen hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk memahami tren konsumsi pelanggan.
“Kami melihat peluang besar dalam penggunaan teknologi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Data dan analitik akan menjadi kunci dalam memahami kebutuhan pasar dan memberikan layanan yang lebih baik,” Hadrianus menjelaskan.
Tidak hanya itu, Guardian juga berencana memperluas jaringan toko di daerah yang belum terjangkau serta memperkenalkan produk kesehatan dan kecantikan yang lebih inovatif. Dengan pendekatan ini, Guardian diharapkan dapat semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar dalam industri ritel kesehatan dan kecantikan di Indonesia.
Adapun IKEA terus melakukan inovasi dalam bisnisnya dengan memperkenalkan konsep desain rumah yang lebih fleksibel dan berkelanjutan. Perusahaan juga tengah mengembangkan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk mendukung keberlanjutan, baik dalam hal bahan baku yang digunakan maupun proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kami terus mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan dari operasi bisnis kami,” kata Adrian.
Salah satu upaya yang dilakukan IKEA dalam mendukung keberlanjutan adalah dengan memperbanyak produk yang dibuat dari bahan daur ulang serta mengurangi penggunaan plastik dalam kemasan.
“Kami sadar bahwa keberlanjutan bukan hanya tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi masa depan industri ini. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya menguntungkan bisnis, tetapi juga lingkungan dan masyarakat secara keseluruhan,” Adrian menjelaskan.
Dengan semua inisiatif ini, DFI Nusantara optimistis Guardian dan IKEA akan terus berkembang dan menjadi merek yang semakin dekat dengan pelanggan di Indonesia. Perusahaan percaya, dengan strategi yang tepat dan komitmen terhadap inovasi, mereka akan mampu menghadapi tantangan industri ritel yang semakin kompetitif.
Ke depan, pihak DFI Nusantara berharap dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta menciptakan nilai tambah bagi konsumen, mitra bisnis, dan masyarakat luas. (*)
Riset: Ayusha Laksmi Sitepu