Wellness Living di Bali: Jurus OXO Group Menjawab Tren Real Estat Masa Depan
OXO Group Indonesia, inovator real estat gaya hidup dan perhotelan, mengenalkan konsep perumahan terbaru yakni Wellness Living yang akan diluncurkan di Bali pada pertengahan 2025. Konsep perumahan tersebut menjadi yang pertama kalinya di Tanah Air.
Founder dan CEO OXO Group Indonesia, Johanness Winssenbaeck, menuturkan konsep wellness living bukanlah tentang spa ataupun sauna, melainkan tentang kesehatan mental, spiritual, emosional, sosial hingga lingkungan sehingga wellness living adalah konsep yang sangat holistik.
Konsep tersebut sebenarnya sedang tenar secara global, membuat Johanness terbesit ingin membawa wellnes living hadir di Indonesia terutama Bali. "Industri kesehatan secara keseluruhan memompa US$6,4 triliun. Kemudian salah satu industri kesehatan yakni real estat kebugaran mencapai US$4,4 miliar di dunia," ungkapnya saat ditemui di Alila SCBD Jakarta, Senin (24/2/2025).
Berdasarkan Global Wellness Institute, industri real estat wellnesss bertumbuh sejak 2019 dengan pertumbuhan US$225 miliar menjadi US$438 miliar pada 2023. Nilai pasar industri ini pada 2028 diproyeksikan naik menjadi US$913 miliar.
Fokus Tiga Pilar
Johanness menjelaskan OXO Group Indonesia fokus pada tiga pilar dalam implementasi konsep wellness living. Pertama, keseimbangan antara kehidupan privasi dan komunitas yang berarti di tengah gempuran kecanduan layar ponsel, keterhubungan dengan komunitas sangat diperlukan. Meski begitu, pada saat tertentu tetap memerlukan ruang untuk diri sendiri.
Kedua, vitalitas. Melalui wellness living, OXO Group memprioritaskan desain interior hingga material bangunan yang bisa mempengaruhi pengalaman konsumen di tempat tinggalnya.
Nantinya, pembangunan perumahan itu bermitra dengan desainer interior khusus wellness living yang didatangkan dari Eropa. Bahkan OXO Group Indonesia juga sudah memboyong lisensi dari Green Building Council sehingga semakin memperkuat kedudukannya sebagai industri real estat dengan rumah hijau.
Ketiga, peremajaan dan pembaruan dengan teknologi terbaru agar konsumen bisa membantu memulihkan lebih cepat dalam memperbaharui diri. "Dengan inisiatif baru ini, OXO Group Indonesia melanjutkan misinya untuk menciptakan ruang inspirasi, healing dan meningkatkan pengalaman konsumen," pungkas Johannes. (*)