Waspada Rem Mobil Usai Terjang Banjir, dan Tips Auto2000 untuk Memantau Sumber Masalah

null
Periksa Rem Usai Terjang Banjir (Foto : Auto2000)

Melintasi genangan air cukup dalam saat hujan deras kerap menjadi pilihan AutoFamily saat mengendarai mobil di jalan. Meskipun air hanya mencapai separuh ban, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, terutama kondisi sistem pengereman.

Rem merupakan salah satu komponen vital pada mobil, dan penurunan performa pada sistem ini dapat berakibat serius, bahkan memicu kecelakaan. Oleh karena itu, AutoFamily perlu waspada dan segera melakukan pemeriksaan setelah melalui genangan banjir.

Saat melalui genangan air yang cukup dalam, ada potensi air memasuki sistem pengereman, baik rem cakram maupun rem tromol. Setelah melewati area genangan, jangan langsung menginjak gas dengan kencang. Alih-alih, lakukan perlambatan dan berhenti di tempat yang aman, lalu lakukan pengecekan rem (brake check).

Caranya mudah, yaitu dengan menekan pedal rem berulang kali hingga gigitannya kembali normal. Jika masih terasa tidak normal, segera bawa mobil ke bengkel Auto2000 terdekat untuk pemeriksaan komprehensif.

"Mengingat komponen rem sangat vital, AutoFamily dapat langsung juga memeriksakan komponen rem ke bengkel Auto2000 terdekat, demi memastikan kinerja rem kembali normal lagi," ujar Yagimin, Chief Marketing Auto2000, Rabu (26/2/2025)

Ada dua jenis rem mobil, yaitu rem cakram dan rem tromol. Rem cakram terdiri dari piringan cakram baja terbuka dan unit kampas yang menjepit cakram, menggunakan sistem hidrolis. Rem jenis ini biasanya digunakan di roda depan yang menerima beban kerja terberat.

Sementara rem tromol bekerja dengan menekan sepatu rem yang tidak berputar terhadap tromol (brake drum), menghasilkan gesekan untuk mengurangi laju kendaraan. Rem tromol umumnya digunakan di roda belakang mobil penumpang.

Di antara keduanya, rem cakram dianggap lebih unggul karena lebih mudah melepaskan panas, sehingga performa terjaga. Namun, kinerja rem cakram sangat bergantung pada kondisi kampas rem. Jika kampas rem cepat aus, dapat membahayakan karena rem bisa blong.

Meskipun lebih unggul, rem cakram tidak bebas dari masalah. Salah satunya adalah rem cakram yang macet saat berputar, dapat disebabkan oleh posisi pad/kampas rem yang tidak rata menyentuh piringan atau miring. Masalah ini bisa terjadi akibat kebocoran pada selang cairan rem dari master rem ke kaliper (tempat kampas rem). Untuk mengatasinya, segera ganti selang rem dan seal/karet pada master rem dan kaliper.

Selain itu, udara yang masuk ke dalam sistem pengereman juga dapat membuat kampas rem kurang menggigit. Cara mengatasinya, pastikan cairan rem penuh, kocok-kocok pedal rem dan tahan, lanjutkan buka penutup (napel) yang ada di kaliper.

Setelah udara keluar, kencangkan kembali penutup di kaliper rem. Ulangi terus langkah ini sampai angin hilang dan rem kembali normal. Namun, jika AutoFamily tidak memiliki kemampuan, lebih baik dibawa ke bengkel Auto2000 terdekat.

Selain kampas rem, komponen lain rem cakram juga membutuhkan perawatan berkala agar fungsinya optimal. Karena posisinya terbuka, debu dan kotoran mudah menempel pada permukaan cakram. Perawatan berkala dilakukan dengan membersihkan piringan rem. Perhatikan apakah permukaannya rata atau tidak. Jika bergelombang, disarankan untuk segera menggantinya dengan cakram baru supaya rem tetap dapat berfungsi dengan baik.

Tak hanya itu, cairan rem juga memiliki batas waktu pemakaian. Seiring waktu, formulanya akan mengalami kerusakan dan titik didihnya turun, menurunkan performa. Oleh karena itu, perlu dilakukan penggantian cairan rem secara berkala dan pastikan volumenya tidak berkurang. (*)

# Tag