Sinergi SIF, YPAC Jakarta, dan SingHealth Tingkatkan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
Singapore International Foundation (SIF), YPAC Jakarta, dan SingHealth memperkuat sinergi untuk meningkatkan kualitas dukungan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Jakarta.
Inisiatif ini telah memberdayakan lebih dari 12.000 individu, termasuk anak-anak, orang tua, serta pengasuh, sekaligus meningkatkan kapasitas para praktisi pendidikan khusus melalui pelatihan terapi okupasi yang lebih efektif.
Melalui program The Occupational Therapy for Children with Special Needs (OTSPED), para pendidik dan terapis diberikan wawasan mendalam tentang perkembangan anak serta strategi esensial untuk membantu mereka menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri.
Inisiatif ini lahir dari komitmen SIF dalam mengatasi tantangan kesehatan global, sekaligus mempererat hubungan profesional pendidikan khusus antara Singapura dan Indonesia.
Tim Singapore International Volunteers (SIV), yang terdiri dari terapis okupasi dari KK Women’s and Children’s Hospital (KKH) di bawah naungan SingHealth, telah melatih 103 praktisi dari 29 organisasi di Indonesia. Pencapaian ini bahkan melampaui dua kali lipat target awal.
Corinna Chan, CEO SIF, menegaskan bahwa OTSPED mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara Singapura dan Indonesia. “Dengan memperkuat kemampuan para pendidik dan terapis di Jakarta, kami telah membangun ekosistem yang mendukung perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarga mereka,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima swa.co.id, Kamis (27/2).
Ketua YPAC Jakarta, Kumala Insiwi Suryo, menyampaikan apresiasi mendalam kepada SIF serta para relawan dari KK Women’s and Children’s Hospital – SingHealth atas dedikasi dan dukungan mereka selama enam tahun terakhir.
Keahlian dan bimbingan yang diberikan telah memperkuat kemampuan para pendidik dan terapis dalam menyediakan perawatan serta dukungan yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Inisiatif OTSPED telah memberikan dampak yang berarti bagi komunitas kami, dan kami antusias untuk terus membangun fondasi yang kuat ini guna menciptakan masa depan yang lebih inklusif bagi semua. Saya berharap persahabatan antara Indonesia dan Singapura akan terus terjalin erat seiring dengan terbukanya peluang kemitraan baru di masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Soh Siok Khoon, Kepala dan Senior Terapis Okupasi, Pelayanan Terapi Okupasi, Pusat Rehabilitasi KKH, sekaligus Ketua Tim SIV, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam memperkuat praktik terapi okupasi dalam pendidikan khusus.
Selama enam tahun terakhir, para relawan dan praktisi di Indonesia telah saling bertukar pengetahuan serta mengembangkan strategi bersama untuk mendukung anak-anak berkebutuhan khusus dengan lebih efektif. Menyaksikan pertumbuhan para Master Trainer dan dampak berkelanjutan dari pelatihan yang diberikan menjadi pengalaman yang luar biasa.
Kemitraan ini tidak hanya meningkatkan profesionalisme, tetapi juga mempererat hubungan antarnegara, membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menciptakan perubahan berkelanjutan. (*)