Tata Cahyani, dari Bisnis Berlian Kini Garap Butik Pilates
Berawal dari pengalaman pribadi, yaitu sembuh dari sakit low back pain atau nyeri punggung bawah dengan terapi olahraga pilates, Raden Ayu Ardhia Pramesti Regita Cahyani Soerjosoebandoro atau Tata Cahyani, membuka usaha studio pilates di Indonesia dengan jenama KX Pilates.
Tata mengetahui KX Pilates saat dikenalkan oleh temannya di Singapura dan menganjurkan untuk mencoba langsung di KX Pilates Australia tahun 2018. Di Negeri Kanguru itu, dia mencoba beberapa jenis kelas selama seminggu dan dia makin yakin, jika pilates ini diboyong ke Indonesia, akan banyak diminati karena bermanfaat menyembuhkan sakit nyeri tulang belakang atau menguatkan otot.
“Sebenarnya, saya kenal dunia pilates sejak hamil anak pertama tahun 1998 karena sakit low back pain kambuh. Waktu itu, guru pilates saya menganjurkan untuk rajin terapi pilates agar nyeri punggung bisa sembuh. Dan benar saja, dengan pilates, selama delapan tahun low back pain tidak muncul lagi,” kata ibu dari Dharma Mangkuluhur dan Gayanti Hutami ini tentang alasannya berbisnis studio pilates.
Pilates merupakan suatu bentuk latihan dengan dampak rendah (low-impact) dan bertujuan memperkuat otot, meningkatkan keselarasan serta fleksibilitas postural. Jenis latihan pilates beragam, ada Reformer Pilates, Cardio Pilates, Classical Pilates, Mat Pilates, Stott Pilates, Contemporary Pilates, dan sebagainya.
Berikutnya, Tata melakukan pertemuan resmi dengan CEO KX Pilates Australia untuk bermitra menjadi pemegang lisensi KX Pilates di Indonesia. Animo peserta KX Pilates di Australia juga sangat tinggi, membuatnya makin bersemangat untuk mewujudkan di Tanah Air. Dan, kesepakatan kerjasama kedua pihak diteken tahun 2018.
Menurut Tata, kemitraan bisnis dengan KX Pilates Australia selama 20 tahun atau akan berakhir pada 2028 dan bisa diperbarui lagi. “Karena saya yang pertama bawa KX Pilates ke Indonesia dalam bentuk partnership, tidak ada fee royalty. Namun, KX Pilates berkomitmen untuk mengontrol kualitas KX Pilates di Indonesia, sehingga rutin datang ke cabang-cabang di Indonesia. Itulah mengapa saya tertarik bekerjasama dengan KX Pilates,” katanya tentang daya tarik KX Pilates. Selain di Australia dan Indonesia, KX Pilates juga berkembang di Taiwan, Singapura, dan China dengan total 126 studio.
Saat menemukan KX Pilates, Tata merasa cocok dengan olahraga kardio yang dikembangkannya. Fokus olahraga kardio adalah sistem peredaran darah dan pernapasan. Tujuannya, membakar lemak dan kalori dalam tubuh dengan memompa darah dari jantung dan paru-paru, sehingga detak jantung meningkat.
Tata menjelaskan, KX adalah singkatan dari kata “Kaizen Experience” yang menjadi filosofi bisnis pilates tersebut. Kaizen berarti jika sesuatu dikerjakan konsisten, akan membuahkan hasil yang maksimal. Dengan konsisten menjalankan latihan pilates, hasil kesehatan yang didambakan akan tercapai.
Adapun visi KX Pilates adalah memberdayakan individu untuk mencapai tubuh yang lebih kuat, lebih sehat. Misinya memberikan pengalaman pilates yang berbeda melalui instruktur yang ahli, fasilitas yang canggih, dan komunitas yang mendukung.
Pada 2018 Tata mengibarkan bendera PT Daraya Gayanti yang membawahkan usaha KX Pilates di Indonesia. Studio pertama dibukanya di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, tahun 2019. Setelah sukses dengan cabang pertama, berikutnya buka cabang kedua di Kemang, Jakarta Selatan, tahun 2022. Lalu, tahun 2024 buka tiga cabang secara bertahap, yaitu di Surabaya, Jakarta (Menteng), dan Tangerang Selatan (Bintaro).
Berbeda dengan pilates pada umumnya, Tata mengklaim KX Pilates mengusung konsep butik pilates. Jadi, desain ruangan lebih privat, mewah, nyaman, serta didukung alat–alat pilates modern.
“Peralatan pilates kami customized dengan nama KX Reformer untuk meningkatkan workout peserta. Tiap kelas berisi 12-14 orang dengan satu trainer, sehingga semua peserta termonitor dengan baik,” ungkap wanita kelahiran Jakarta, 2 April 1975, ini.
Program latihan KX Pilates tidak seperti pilates tradisional pada umumnya. Program yang ditawarkan berupa perpaduan antara kardio, penguatan otot inti, peningkatan fleksibilitas, dan perbaikan postur tubuh dengan menggabungkannya dalam satu rangkaian terstruktur.
“Pilates lebih dari sekadar olahraga, melainkan juga metode yang efektif untuk meredakan ketegangan fisik, seperti back pain dan neck pain akibat duduk terlalu lama saat bekerja, serta dapat memberikan relaksasi pikiran,” Tata menguraikan.
Dalam perkembangannya, cabang-cabang KX Pilates ini sebagian milik sendiri, dan sebagian dikembangkan dengan pola waralaba. Untuk sistem franchise, KX Pilates mensyaratkan lokasi strategis dekat dengan kafe. Mengapa? “Biasanya orang setelah menikmati kopi akan membawa mood booster, lebih bersemangat. Jadi, diharapkan latihan pilates-nya menjadi semangat,” ungkap mantan istri Tommy Soeharto ini.
Selain dekat kafe, biaya investasinya sekitar Rp 3 miliar (di luar sewa gedung) dan ditargetkan akan mencapai titik impas (break-even point) pada dua tahun enam bulan atau dua tahun delapan bulan. Adapun luas ruangan minimal 180 m2.
Target pasar KX Pilates adalah segmen menengah-atas, orang dewasa umur 25-47 tahun. Dengan segmen rentang umur luas, Tata optimistis prospek bisnis pilates masih terus berkembang.
Lihat saja, sekarang jumlah member KX Pilates di Indonesia lebih dari 22.000 orang. Biaya keanggotaan, ada sistem paket bulanan dan tahunan, mulai dari Rp 230 ribu sampai Rp 360 ribu per kelas untuk sekali latihan selama 50 menit. Latihan idealnya 2-3 kali dalam seminggu.
“Dari lima cabang KX Pilates, anggota terbanyak di SCBD Jakarta, mencapai 15.000-an orang. Cabang Bintaro juga sangat cepat pertumbuhannya, dalam sebulan sudah menggaet 1.000 member,” kata pehobi olahraga tenis, boxing, dan bersepeda itu.
Ke depan, wanita yang memiliki suara lembut ini sudah menyiapkan agenda pengembangan bisnis KX Pilates. Pertama, mengembangkan SDM atau kualitas trainer yang dilakukan oleh KX Academy secara online.
Kedua, menguatkan strategi pemasaran dengan edukasi lebih banyak melalui pembuatan konten di media sosial tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui pilates. Ketiga, merambah bisnis holistic wellness, mulai dari asupan makanan, cara berpikir, hingga gaya hidup sehat.
Selain itu, Tata bertekad akan fokus membesarkan KX Pilates. “Tahun 2010-2016 saya memang sempat bisnis berlian. Kenapa tidak dilanjutkan, karena saya ingin bisnis yang memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk hidup lebih sehat dan bermanfaat,” kata wanita yang tinggal di Singapura dari usia dua tahun hingga SMA, lalu kuliah di Australia, dan kini menetap lagi di negeri jiran itu. (*)