Bangladesh Jajaki Peluang Keuangan Berkelanjutan ke Indonesia
Sebagai wujud komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, Bangladesh dan Indonesia mengadakan pertemuan tingkat tinggi mengenai keuangan berkelanjutan. Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi kedua negara untuk mengeksplorasi bagaimana instrumen keuangan seperti Green Bonds, Sukuk, Orange Bonds, dan model pembiayaan tematik lainnya dapat digunakan untuk menggerakkan modal demi pembangunan berkelanjutan nasional.
Pengalaman Indonesia dalam merancang dan mengimplementasikan mekanisme keuangan ini telah menjadikannya pemimpin di Global South. Sementara Bangladesh terus memperkuat pendekatannya terhadap keuangan berkelanjutan sebagai bagian dari prioritas pembangunan dan reformasi.
Indonesia diakui atas kepemimpinannya dalam keuangan berkelanjutan, dengan memperkenalkan instrumen keuangan inovatif seperti green sukuk dan sustainability bonds. Inisiatif ini telah membantu negara menyalurkan investasi ke upaya ketahanan iklim, termasuk perlindungan pesisir, pengelolaan perikanan berkelanjutan, dan konservasi keanekaragaman hayati laut.
Bangladesh, yang ingin mengembangkan mekanisme pendanaan serupa, mempelajari pendekatan Indonesia dalam merancang insentif, melibatkan investor, dan membangun kerangka kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang serta pembangunan inklusif.
Kedua negara telah menunjukkan komitmen dalam memastikan bahwa investasi diarahkan kepada komunitas yang paling terdampak, khususnya perempuan dan kelompok masyarakat yang kurang terlayani. Bangladesh juga berencana menerbitkan Green Bond dan Orange Bond pertamanya, dengan kesadaran bahwa keberlanjutan harus mencakup lebih dari sekadar aspek lingkungan.
AKM Sohel, UN Wing Chief and Additional Secretary of the Economic Relations Division (ERD), Government of Bangladesh, mengatakan negaranya berkomitmen untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan dan kerja sama dengan Indonesia ini merupakan langkah penting dalam membuka solusi keuangan inovatif melalui pasar modal.
“Dengan belajar dari keberhasilan Indonesia dalam pembiayaan hijau serta investasi sosial dan berkelanjutan, kami bertujuan mengembangkan mekanisme keuangan yang tidak hanya mendukung target iklim kami, tetapi juga memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh masyarakat Bangladesh," katan Sohel pada keterangannya yang dikutip Selasa (4/3/2025).
Setelah melewati periode transformasi politik dan ekonomi, Bangladesh kini berfokus pada upaya menciptakan pertumbuhan yang stabil dan berkeadilan. Perluasan akses terhadap pembiayaan berkelanjutan, terutama melalui investasi yang selaras dengan aksi iklim, telah menjadi salah satu prioritas utama kepemimpinan negara tersebut.
Kedua negara menyadari bahwa solusi keuangan yang terdiversifikasi dan terstruktur dengan baik sangat penting untuk memajukan prioritas ekonomi nasional serta mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDG's). Solusi keuangan ini juga berperan krusial dalam mendanai upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, sebagaimana diabadikan dalam Rencana Adaptasi Nasional (NAP) dan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) Bangladesh.
Melalui pertukaran pengetahuan regional, Bangladesh terus memperkuat kerangka keuangan berkelanjutannya sekaligus berkontribusi aktif dalam diskusi mengenai pembiayaan inovatif di Global South. Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam upaya Bangladesh mengadopsi solusi keuangan yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan tangguh terhadap perubahan iklim, dengan mengacu pada model investasi berkelanjutan yang telah berhasil diterapkan di Indonesia. (*)