Data Real Time Jadi Faktor Penentu Implementasi AI di Sektor Ritel

Generative AI dinilai dapat mengubah tatatan industri ritel dengan cepat. Riset konsumen terbaru dari Publicis Sapient menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya terbuka untuk menggunakan alat bantu generatif AI untuk meningkatkan pengalaman belanja online mereka akan tetapi mereka juga sangat menyukainya.
“Namun, meskipun janji AI membuat para peritel dan pelanggan mereka sangat antusias, ada satu penghalang besar yang menghalanginya, yaitu data,” tutur Jemmy Ang, Direktur Regional Confluent Indonesia.
Menurut laporan tren global tahun 2023 tentang AI, salah satu tantangan terbesar dalam inovasi adalah akses ke data yang bersih dan dapat dipercaya. Tanpa itu, peningkatan AI yang bermaksud baik dapat membuat pelanggan kecewa dan merusak reputasi merek.
Dengan sektor ritel Indonesia yang diperkirakan akan tumbuh dengan laju pertumbuhan tahunan (CAGR) sekitar 4,73% dari tahun 2024 hingga 2028, diperkirakan nilai pasar akan bertambah sebesar US$49,56 miliar selama periode ini. Adopsi e-commerce yang cepat di Indonesia mengubah lanskap ritel.
Saluran online menangkap pangsa pasar yang lebih besar karena penggunaan ponsel pintar yang meluas, integrasi media sosial, dan adopsi pembayaran digital. Platform seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee memainkan peran penting dalam meningkatkan penjualan e-commerce.
“Pembeda penting bagi para pemain e-commerce dalam dekade berikutnya bukanlah apakah mereka berinvestasi dalam AI atau tidak, melainkan apakah mereka berinvestasi dalam data real-time untuk mendukungnya atau tidak,” ujar Jemmy pada keterangannya di Jakarta, Selasa (4/3/2025).
Kemajuan dalam AI generatif dapat mengakhiri penggunaan chatbot yang monoton dan membuat frustasi. Daripada mendapatkan jawaban umum yang diatur oleh skrip yang telah ditentukan sebelumnya, chatbot bertenaga AI dapat memberikan support yang cepat, menjawab pertanyaan dengan akurat dan memandu pelanggan dalam journey belanja mereka, dimana semuanya ini disajikan dalam bentuk komunikasi yang enak dimengerti dan dipahami.
Bagaimana caranya? Dengan real-time data streaming tanpa gangguan, hal ini memberi umpan terhadap model AI dengan data percakapan yang sedang berlangsung, yang terus meningkatkan setiap interaksi di masa mendatang dengan respons yang lebih tepat waktu dan personal.
Wawasan data dalam konfigurasi semacam ini memungkinkan peritel untuk merevolusi pengalaman belanja online pelanggannya, membawa semua efisiensi operasional AI ke interaksi pelanggan tanpa batasan jawaban berbasis aturan yang tidak personal.
Sebagai contoh, Microsoft Cloud for Retail baru-baru ini mengumumkan template back-end yang dapat dibangun oleh peritel untuk menyediakan personal shopper virtual bagi pelanggan, yang memungkinkan mereka untuk mencari dan melihat produk melalui bahasa alami.
Sebagai contoh, seorang pelanggan dapat mengetik “Saya akan berkemah di pegunungan pada bulan Maret ini, dan saya belum pernah berkemah sebelumnya. Bantu saya menemukan perlengkapan yang tepat.” Mereka kemudian akan mendapatkan jawaban yang ramah dengan rekomendasi yang disesuaikan, serta barang tambahan untuk mendorong mereka berbelanja lebih banyak.
Next-Gen AI butuh strategi data
Industri ritel menghasilkan 40 petabyte data setiap jamnya, setara dengan delapan juta film berdurasi dua jam. Namun, data ritel biasanya terkotak-kotak, yang berarti perusahaan hanya mendapatkan wawasan dari sebagian kecil data, sehingga menghasilkan gambaran yang tidak lengkap tentang pelanggan mereka.
Untuk mendapatkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti guna meningkatkan potensi AI, integrasi yang mulus bersama dengan data terstandardisasi diperlukan di berbagai sistem dan aplikasi. Dan data harus selalu baru agar tidak perlu mengintegrasikannya dari berbagai sumber dalam berbagai format.
“Data streaming untuk AI dari Confluent dan inisiatif baru yaitu Inferensi Model AI dibuat untuk mengatasi tantangan-tantangan ini. Dengan Confluent, peritel dapat dengan mudah menghubungkan, memproses, mengintegrasikan, dan menskalakan data yang diperlukan untuk mendukung kasus penggunaan AI generatif mereka,” tambah Jemmy.
Faktanya, dalam studi terbaru Confluent, “2024 Data Streaming Report: Breaking Down the Barriers to Business Agility & Innovation” menemukan bahwa platform data streaming diperlukan untuk adopsi AI yang lebih cepat.
Temuan menunjukkan bahwa Indonesia lebih optimis terhadap GenAI dan peran data streaming dibandingkan negara lain, dengan 90% investasi pemerintah dalam GenAI akan meningkat dalam dua tahun mendatang dan 89% menyatakan bahwa platform data streaming secara ekstensif atau secara signifikan mendorong kemajuan AI dengan membangun fondasi data real time yang di kuat.
Confluent dapat menggabungkan data dari berbagai sumber untuk menciptakan tampilan terpadu untuk model generative AI di mana pun data tersebut berada. Selain itu, dengan menyediakan akses real-time dan kemampuan untuk memproses data dari berbagai sumber kepada model generative AI, Confluent dapat meningkatkan kinerjanya. Solusi ini juga mudah digunakan dan dikelola, sehingga lebih mudah untuk membangun dan menerapkan aplikasi AI generatif.
Generative AI memungkinkan peritel untuk menawarkan pengalaman yang lebih personal dan menciptakan solusi inovatif yang memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang di pasar yang kompetitif. Ke depannya, aplikasi dapat meluas ke merchandising visual di dalam toko, analisis tren yang muncul untuk meningkatkan lini produk dan fitur percobaan virtual dalam augmented reality. (*)