Zamasta Mengekspor Benih Jagung ke Thailand

null
Pelepasan ekspor benih jagung Zamasta ke Thailand dan berencana memperluas pasar ekspor ke negara-negara ASEAN lainnya. (Foto: Zamasta)

Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada inovasi dan keberlanjutan pertanian, PT Zaini Makmur Sentosa (Zamasta) terus melangkah dalam menghadirkan solusi pertanian unggul bagi petani dan pelanggan. Dengan visi menggerakkan inovasi dan keberlanjutan pertanian Indonesia demi kemakmuran petani, pelanggan, dan Bumi, Zamasta mengusung misi berpikir jangka panjang, bermitra secara berkesinambungan, terus berkembang, serta menjadi pembelajar progresif.

Bisnis Zamasta berfokus pada riset dan produksi benih jagung hibrida unggul, benih padi unggul, serta biofertilizer. Dengan standar operasional yang ketat, perusahaan telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 guna memastikan bahwa seluruh proses bisnisnya berorientasi pada mutu terbaik.

Sejak didirikan tahun 2012, Zamasta berupaya mendukung ketahanan pangan nasional melalui distribusi benih jagung dan padi kepada petani. Seiring perjalanan, perusahaan menyadari pentingnya inovasi berkelanjutan di sektor pertanian. Pada 2019, Zamasta menjalin kemitraan strategis dengan KWS SAAT SE & Co. KGaA, perusahaan benih asal Jerman yang berdiri sejak 1856, guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Dalam rangka memperkuat sektor benih, Zamasta bekerja sama dengan berbagai penangkar benih jagung dan tim internalnya untuk menghasilkan varietas unggulan. Tak hanya itu, perusahaan berkomitmen untuk membeli hasil panen mitra dengan harga lebih tinggi dari harga pasar jagung pipil, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesejahteraan petani.

Zamasta mengekspor benih jagung ke Thailand. Hasil nyata Zamasta ini diapresiasi setinggi-tingginya oleh berbagai pihak. Sebab, Thailand dikenal sebagai salah satu pusat pertanian di Asia Tenggara. Alhasil ekspor ini menjadi tonggak bisnis Zamasya yang cemerlang. Setelah melalui proses penjajakan dan kerja sama dengan beberapa perusahaan di Thailand, Zamasta berhasil mengamankan kesepakatan ekspor tahap awal sebanyak 7 ton benih jagung hibrida.

Ke depannya, perusahaan optimistis volume ekspor dapat berkembang menjadi ratusan hingga ribuan ton. “Dengan struktur iklim yang mirip antara Indonesia dan Thailand, kami yakin produk Zamasta dapat diterima dengan baik. Tentu tidak mudah meyakinkan negara yang dianggap lebih maju dalam pertanian untuk menerima produk kami, namun dengan dukungan dari semua mitra dan stakeholder terbaik di bidangnya, kami berhasil merealisasikan ekspor perdana ini,” ujar Wira Suryadi Zaini, Direktur Zamasta dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Ke depannya, Zamasta berencana memperluas pasar ekspor ke negara-negara ASEAN lainnya. Selain itu, perusahaan juga tengah dalam tahap positioning untuk produk biostimulan terbaru yang dirilis pada akhir tahun lalu. Untuk mendukung pertumbuhan, Zamasta telah menyiapkan lahan baru jika produksi di processing plant saat ini sudah mencapai kapasitas maksimum.

“Kami selalu melangkah dengan perhitungan matang. Jika memang diperlukan untuk memperkuat brand awareness, supply chain, dan sinergi dengan stakeholder di negara tujuan ekspor, kami siap mengambil langkah strategis,” tambahnya.

Dalam menghadapi tantangan bisnis, Zamasta menerapkan prinsip Disrupsi dan Optimalisasi: menghilangkan proses yang tidak efisien serta terus mendorong inovasi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya, Zamasta juga menjalankan program Zamasta Berbagi, sebuah inisiatif yang dimulai sejak pandemi Covid-19 tahun 2020. Program ini berfokus pada pemberian paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, terutama lansia dan mereka yang hidup sendiri. Selain itu, Zamasta turut memberikan pendampingan dan edukasi kepada petani mitra agar mereka dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

Dalam lima tahun ke depan, Zamasta menargetkan ekspor mencapai 1.000 ton, dengan harapan semakin banyak petani yang dapat dilibatkan dalam pertumbuhan perusahaan. “Sudah saatnya pertanian Indonesia menjadi kiblat bagi Asia Tenggara, bahkan dunia. Memang tidak mudah dengan segala keterbatasan yang ada. Namun, dengan optimisme dan fokus mencari solusi, kita bisa mewujudkan mimpi ini. Think Global, Act Local!,” Wira menegaskan. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag