Dipanggil KPK, Mitra Adiperkasa (MAPI) Buka Suara

Dipanggil KPK, Mitra Adiperkasa (MAPI) Buka Suara
Ilustrasi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Foto Komisi Pemberantasan Korupsi

Manajemen PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mengonfirmasi terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan pemeriksaan terhadap General Manager Mitra Adiperkasa, Irla Mugi Prakoso atas kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak).

Menurut manajemen perusahaan, KPK memanggil Irla sebagai saksi dalam penyidikan perkara yang dilakukan oleh pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Mohammad Haniv. Pemanggilan itu diterbitkan dalam surat panggilan pada 14 Februari 2025, kemudian pada 26 Februari 2025 Irla memenuhi panggilan tersebut.

Irla memberikan keterangan terkait permintaan pemberian sponsorship yang diterima MAPI berdasarkan proposal sponsorship yang disampaikan oleh merek fashion Pour Homme pada tahun 2016. Proposal tersebut berisi dukungan terhadap Pour Homme pada acara pekan mode tahunan khusus pria bernama Plaza Indonesia Men’s Fashion Week (PIMFW).

Mengingat MAPI dan anak-anak usahanya bergerak di bidang fashion dan gaya hidup, serta sejalan dengan salah satu bidang usaha MAPI, maka permintaan proposal sponsorship dari Pour Homme disetujui. MAPI memberikan dana sponsor sebesar Rp50 juta. Sehingga, MAPI mendapatkan undangan untuk menghadiri acara PIMFW.

“Perseroan bersikap kooperatif terhadap panggilan KPK dan melalui Saudara Irla Mugi Prakoso selaku General Manager perseroan, telah memberikan seluruh keterangan yang diminta,” jelas Sekretaris Perusahaan Mitra Adiperkasa, Eva Andrianie dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (4/3/2025).

Dalam keterangan tersebut, Eva menyebutkan bahwa Irla telah memberikan seluruh keterangan yang diminta sesuai dengan keadaan sebenarnya. Namun, saat ini perusahaan tidak mendapatkan informasi lanjutan setelah memenuhi panggilan KPK.

Meskipun begitu, kasus ini tidak berpengaruh terhadap kegiatan operasional dan keuangan MAPI. Sementara dari sisi citra baik dan branding, MAPI tetap mempertahankan upaya tersebut.

Sebelumnya, KPK memerika petinggi Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) untuk mengklarifikasi bukti dan aliran dana atas kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi yang dilakukan Mohammad Haniv.

Melansir dari laman emitennews pada 2 Maret 2025, juru bicara KPK, Tessa Mahardhika menjelaskan bahwa penyidik memanggil Irla, selaku General Manager Mitra Adiperkasa periode 2022 hingga saat ini. Sebelumnya, Irla menjabat sebagai Division Manager, Departemen MAP – TAX O/S PT MAP pada April 2015-2020. Selain itu, Accounting Head Division Erajaya Swasembada, Moh. As’udi turut diperiksa penyidik.

KPK juga memeriksa petinggi perbankan, pegawai pajak, dan perusahaan swasta. Antara lain yaitu Kepala Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jakarta Khusus Periode 2015-2018, I Ketut Bagiarta, Direktur Utama Cakra Kencana Indah, Felix Christian, Direktur PT BPR Olympindo Primadana, Lany dan PT Bharata Millenium Pratama, Muhamad Balady.(*)

# Tag