Langkah ABB Percepat Transisi Energi Terbarukan di Indonesia

Anders Maltesen, President Energy Industries, Asia, ABB dan Abhinav Harikumar, Wakil Presiden Energy Industries, Asia Tenggara, ABB.
Anders Maltesen, President Energy Industries, Asia, ABB dan Abhinav Harikumar, Wakil Presiden Energy Industries, Asia Tenggara, ABB.

Ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk pasokan energi primer telah mengakibatkan peningkatan emisi karbon dioksida (CO2), yang berkontribusi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ABB sebagai perusahaan teknologi dalam elektrifikasi dan otomasi turut mendukung pencapaian target emisi nol bersih dan energi terbarukan Indonesia.

Bauran energi terbarukan Indonesia, yang didorong oleh tenaga surya, tenaga air, dan panas bumi, akan bergantung pada solusi efisiensi energi untuk sepenuhnya memanfaatkan potensi sumber daya alam negara ini. Solusi ABB menghubungkan keahlian teknik dan perangkat lunak untuk mengoptimalkan cara manufaktur, distribusi, tenaga, dan operasi dijalankan.

“Kami ingin berperan dalam mempercepat transisi energi di Asia dan mengembangkan solusi energi dekarbonisasi. Transisi menuju energi hijau membutuhkan waktu dan investasi, tetapi mengurangi emisi dari sumber bahan bakar yang ada merupakan langkah penting untuk menjembatani kesenjangan guna mengurangi dampak lingkungan,” Anders Maltesen, President, Energy Industries, Asia, ABB saat media briefing di Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Anders melanjutkan pihaknya akan terus berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk membangun sistem energi rendah karbon dan masa depan yang berkelanjutan. Di samping itu mendorong solusi khusus industri yang saling terhubung bagi para mitranya.

Indonesia masih sangat bergantung pada hidrokarbon dalam bauran energinya. Seiring dengan transisi energi yang berlangsung, upaya untuk menekan jejak karbon dari sumber energi saat ini menjadi semakin penting, sekaligus mengatasi tantangan aksesibilitas dan keamanan energi di beberapa wilayah.

Sepanjang tahun 2024, ABB Energy Industries telah berperan penting dalam memodernisasi fasilitas energi, baik yang berbasis bahan bakar fosil maupun energi terbarukan, dengan mengintegrasikan sistem otomasi canggih. Pembaruan ini difokuskan untuk meningkatkan keandalan pembangkit listrik, memperluas akses pasokan energi, serta meminimalkan gangguan teknis, demi menciptakan infrastruktur energi yang lebih efisien dan tangguh.

Digitalisasi dalam industri energi dapat mengatasi berbagai tantangan, seperti ketidakefisienan, tingginya biaya pemeliharaan, dan praktik yang kurang berkelanjutan. Dengan mengadopsi solusi digital canggih, industri dapat meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi operasional, sekaligus mendukung transisi menuju sistem yang lebih otonom.

Pemantauan aset utama dan metrik kinerja membantu meningkatkan perlindungan jaringan serta memastikan keandalan operasi pembangkit listrik, sehingga mengurangi risiko pemadaman yang tidak terduga. Bagi Indonesia, penerapan teknologi ini menjadi kunci dalam membangun sektor energi yang lebih kuat, yang mampu mendorong pertumbuhan serta mencapai target keberlanjutan.

"Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dengan populasi terbesar di kawasan ini, konsumsi energi Indonesia diperkirakan hampir tiga kali lipat pada tahun 2050 dibandingkan dengan tingkat saat ini, didorong oleh pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan industrialisasi. Mencapai keseimbangan antara ketahanan energi, keberlanjutan, dan keterjangkauan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan kemitraan strategis—melalui kerja sama lintas negara, regional, dan industri," ujar Abhinav Harikumar, Wakil Presiden Energy Industries, Asia Tenggara, ABB.

Bisnis Process Automation ABB mengotomatisasi, menyuplai tenaga listrik, dan mendigitalisasi operasi industri yang memenuhi berbagai kebutuhan esensial, mulai dari penyediaan energi, air, dan material, hingga produksi barang dan distribusinya ke pasar.

Dengan sekitar 20.000 karyawan, didukung dengan keunggulan teknologi dan layanan, ABB Process Automation membantu pelanggan di industri proses, hybrid, dan maritim dalam meningkatkan kinerja serta keselamatan operasional, mendukung masa depan yang lebih berkelanjutan dan efisien dalam penggunaan sumber daya.(*)

# Tag