Indointernet (EDGE) Bakal Tambah Belanja Modal Bangun Pusat Data
Emiten teknologi yang bergerak di layanan pusat dana, penyedia internet, hingga telekomunikasi, PT Indointernet Tbk (EDGE), berencana menambah belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk mengaktivasi pusat data fase kedua dan membangun pusat data ketiga. Saat ini, pusat data EDGE2 memiliki kapasitas IT Load sebesar 23 MW.
“Rencana ekspansi kami yaitu membangun satu pusat data dengan kapasitas IT Load 23 MW. Sementara di tahun 2025, kami akan berfokus pada aktivasi dari pusat data tersebut,” jelas Sekretaris Perusahaan Indointernet, Donauly Elena Situmorang di pemaparan publik insidental virtual pada Rabu (5/3/2025).
Dona melanjutkan perseroan menjajaki sejumlah kesempatan bisnis yang berhubungan dengan pusat data atau konektivitas. Terkait fluktuasi pergerakan saham EDGE, Dona mengonfirmasi bahwa saham perusahaan terbilang cukup aktif sejak 19 Februari 2024 hingga saat ini, baik dari sisi volume dan aktivitas transaksi jual-beli.
Sejak adanya kenaikan harga saham EDGE, ini menyebabkan fluktuasi harga dari sebelumnya pada kisaran Rp3.500 dan meningkat hingga pada titik tertinggi di Rp7.425/saham. Setelah itu, harga saham EDGEterkoreksi. Fluktuasi harga dan peningkatan volume diklaim sejalan dengan pergerakan indeks saham sektor teknologi atau IDX Techno.
“Sektor teknologi merupakan sektor yang menarik bagi para pelaku pasar, hal ini juga sejalan dengan beberapa inisiatif pemerintah dalam mendukung teknologi AI maupun industri pusat data,” tambah Dona.
Per 5 Maret 2025, harga saham EDGE dibuka di harga Rp4.290 pada sesi pertama, dan hampir menyentuh harga terendah di Rp4.240. Masuk sesi kedua, harganya merangkak naik hingga Rp5.450 pada pukul 16.14 WIB. Adapun kapitalisasi pasar EDGE hari ini mencapai Rp11,01 triliun. Harga saham EDGE pada penutupan perdagangan Rabu pekan ini melonjak sebesar 24,71% atau menjadi Rp5.450 dari perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, IDX Techno pada hari ini dibuka di level 6.212,99 dan mencapai level tertinggi di 6.555,05. Namun, indeks tersebut menyentuh level terendah di 6.193,43. Indeks ini mengalami kenaikan hingga 367,28 poin atau 5,94%, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp1,10 triliun, dengan volume Rp4,38 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 96.140 kali.
Saham-saham yang tumbuh positif pada IDX Techno antara lain sebagai berikut:
- Dunia Virtual Online (AREA),
- Bukalapak.com Tbk (BUKA),
- ITSEC Asia Tbk (CYBR),
- DCI Indonesia Tbk (DCII),
- Distribusi Voucher Nusantara (DIVA),
- Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX),
- Indointernet Tbk (EDGE),
- Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT),
- Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK),
- PT Galva Technologies Tbk (GLVA),
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO),
- PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT)
- PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF)
- PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN)
- PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK)
- PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS)-
- PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX)
- PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI)
- Metrodata Electronics Tbk (MTDL)
- NFC Indonesia Tbk (NFCX)
- Telefast Indonesia Tbk (TFAS)
- PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK)
- PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON)
- PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR)
- PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH)
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
- PT Wir Asia Tbk (WIRG)