Pemegang Saham Fuji Finance (FUJI) Menetapkan Anita Marta sebagai Direktur Utama

Pemegang Saham Fuji Finance (FUJI) Menetapkan Anita Marta sebagai Direktur Utama
Ilustrasi pergerakan pasar modal saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada Senin (30/12/2024). Foto Nadia K. Putri/SWA

PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) atau Fuji Finance, menyetujui penunjukan Anita Marta sebagai Direktur Utama Fuji Financen. Anita menggantikan Stephen Alfred Field mengundurkan diri sebagai Dirut FUJI pada 6 Desember 2024. Penetapan Anita disetujui para pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada 5 Maret 2025.

“Menyetujui pengangkatan Ibu Anita Marta sebagai direktur utama perseroan, yang belaku efektif setelah ditutupnya rapat ini,” jelas Direktur Fuji Finance, Anita Marta dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (7/3/2025).

Sejak tanggal ditutupnya RUPS sampai dengan 3 Juni 2029, maka susunan anggota direksi dan dewan komisaris FUJI mengalami perubahan. Dari jajaran direksi, Anita Marta berperan sebagai Direktur Utama dan Dian Ariyanti Wijaya sebagai Direktur. Dari sisi dewan komisaris, Anton Santoso berperan sebagai Komisaris Utama, Freddy Santoso sebagai Komisaris, dan Anastasia Christinawati Jaya Saputra sebagai Komisaris Independen.

Pada RUPS Tahunan FUJI tersebut, sebanyak 1,18 miliar saham atau 99,99% menyetujui pengangkatan Direktur Utama serta menyetujui pengunduran diri Direktur Utama FUJI yang sebelumnya. Namun, ada 200 saham atau 0,01% yang abstain.

Selain itu, para pemegang saham di RUPS menyetujui bahwa FUJI tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2024. Para pemegang saham juga menyetujui untuk menerima laporan pertanggungjawaban direksi untuk laporan tahunan, neraca, perhitungan laba rugi untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024.

“Dan memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada dewan komisaris dan direksi perseroan atas tindakan pengawasan dan pengurusan yang dilakukan dalam tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024,” tutup Anita dalam risalah RUPS tersebut.

Menurut laporan bulanan registrasi pemegang efek yang berakhir pada 28 Februari 2025, saat ini FUJI masih dikendalikan oleh Indovalue Capital Asset, sebuah perusahaan asing, dengan jumlah saham sebanyak 715 juta lembar saham atau 55%.

Kemudian, PT Charnic Capital Tbk (NICK) sebanyak 187,08 juta lembar saham atau 14,39%. PT Okansa Fuji Shosha, perusahaan asal Jepang yang berlokasi di Jakarta, sebanyak 260 juta lembar saham atau 20%. Terakhir, Anton Santoso selaku komisaris utama FUJI, sebanyak 3,26 juta lembar saham atau 0,25%.

Seluruh pemegang saham di atas 5% tersebut tetap mempertahankan jumlah saham dan porsi pada Februari 2025 dan Januari 2025. Sehingga, tidak ada perubahan kepemilikan saham di FUJI dalam laporan tersebut. (*)

# Tag