Solusi Logistik Terintegrasi Gema Era Mitraananta untuk Industri Indonesia
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, industri manufaktur di Indonesia dan kawasan sekitarnya/ASEAN masih menghadapi tantangan signifikan dalam transformasi digital. Banyak perusahaan yang masih bergantung pada proses manual dan padat karya, ragu mengadopsi teknologi baru karena bingung memulai perubahan menuju smart factory itu harus mulai dari mana.
Namun, PT Gema Era Mitraananta (GEM) berani menghadapi tantangan itu dengan memberikan solusi komprehensif yang telah terbukti berhasil mengubah paradigma operasional manufaktur di kawasan ini, dengan pendekatan yang disesuaikan khusus untuk kebutuhan lokal.
“Gema Era Mitraananta berinovasi dengan memberikan solusi terintegrasi untuk Era Industri 4.0. Dengan tim ahli berpengalaman di bidang proses manufaktur, system design process, kecerdasan buatan, dan analitik data, GEM menawarkan rangkaian solusi yang menjawab kebutuhan spesifik industri di Indonesia dan negara sekitarnya,” jelas Harry Juanda, CEO PT Gema Era Mitraananta (8/3/2025).
Harry mengaku, GEM memiliki tiga produk andalan. Pertama, Returnable Plastic Box, revolusi sistem kemasan yang dilengkapi dengan Integrated Tracing berbasis RFID & Circulation System berbasis cloud. Berbeda dengan kemasan sekali pakai konvensional, solusi ini menawarkan pengurangan biaya logistik hingga 40%, setara dengan penghematan Rp1,7 miliar per tahun untuk pabrik skala menengah.
Selain itu dengan menggunakan material khusus tahan 3-5 tahun, dibandingkan kemasan sekali pakai buang. Juga, dilengkapi sistem pelacakan real-time yang menurunkan tingkat kehilangan aset dari 15% menjadi hanya 0,5%.
Tak kalah pentingnya, produk ini berkontribusi signifikan terhadap inisiatif berkelanjutan dengan pengurangan limbah kemasan hingga pengurangan carbon neutral.
Kedua, Autonomous Mobile Robots (AMRs) atau Otomatisasi Robot Cerdas. Untuk melengkapi ekosistem logistik internal, GEM mengembangkan AMR dan Smart AGV yang mengubah cara industri mengelola perpindahan/transfer barang. Kelebihan alat ini di antaranya otomatisasi penuh mengurangi waktu siklus material handling dari rata-rata 45 menit menjadi hanya 12 menit.
Lalu, eliminasi ketergantungan pada tenaga kerja manual menghasilkan penghematan operasional Rp1,2 miliar per tahun. Juga, peningkatan akurasi pengiriman material dari 92% menjadi 99,8% dan kemampuan adaptasi dengan layout pabrik dinamis mengurangi biaya rekonfigurasi hingga 78%
Ketiga, Sistem Manajemen Terintegrasi. Untuk menyelaraskan seluruh operasional di manufaktur, GEM menyediakan Intelligent Factory Suite, yaitu kumpulan produk dan layanan mencakup: Warehouse Management System dengan tingkat ketersediaan 99,97%, jauh di atas rata-rata industri 98,5%, serta akurasi inventaris dari 91% menjadi 99,3%.
Kemudian, Enterprise Manufacturing Execution System yang meningkatkan Overall Equipment Effectiveness menuju standar dunia 85%. Selain itu, tools aplikasi dan sistem pendukung smart factory yang mengurangi paperwork hingga 76% dan integrasi berbasis AI dan machine learning yang mengidentifikasi peluang optimasi proses senilai rata-rata Rp3,4 miliar per pabrik.
Yulius Hayden, Chief Technology Officer PT Gema Era Mitraananta menambahkan, sistem ini telah terbukti andal dengan catatan operasional tanpa gangguan berarti selama lebih dari lima tahun di beberapa perusahaan terkemuka.
“Kami memahami bahwa transformasi digital bukanlah proses instan. Pendekatan implementasi bertahap kami terbukti berhasil di berbagai industri. Tahap 1 Assessment & Diagnosis, Tahap 2 Implementasi Pilot, Tahap 3 Implementasi Penuh & Skalabilitas, dan Tahap 4 Optimalisasi Berkelanjutan,” jelasnya.
Harry mengklaim ketiga produk andalan GEM itu tidak hanya diminati perusahaan-perusahaan di dalam negeri, tapi juga mancanegara. “Target pasar kami adalah business to business. Selama ini pelanggan kami dari sektor manufaktur, otomotif, dan lainnya, seperti otomotif di Filipina,” jelasnya.
Beberapa perusahaan otomotif menggunakan produk GEM dengan pertimbangan memiliki dampak lingkungan cukup besar. Sebut saja penurunan emisi karbon 95% (dari 0,083 menjadi 0,003 TonCO2e/case), pengurangan total 495 TonCO2e/tahun, penyelamatan setara 12.000+ pohon dan siklus hidup hingga 18 kali pakai dengan material yang dapat didaur ulang.
Untuk manfaat operasional antara lain peningkatan kualitas pengiriman produk, penurunan biaya kemasan 45% di negara tujuan, pengurangan limbah kertas dan kayu 1.451,7 ton/tahun serta penghematan biaya penanganan sampah.
"Kami pernah berkolaborasi dengan vendor multinasional besar untuk proyek otomatisasi sebelumnya. Perbedaan mendasar yang kami alami dengan GEM adalah pemahaman mereka terhadap realitas operasional kami. GEM tidak memaksakan solusi templat global, tetapi bekerja sama dengan tim kami untuk mengembangkan pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kami," ujar Agus, Direktur Operasional produsen Food & Beverage (F&B) nasional.
Ke depan, GEM memiliki visi untuk fokus ekspansi ke industri F&B dan farmasi GEM tidak sekadar menjual produk, tetapi menghadirkan solusi transformatif yang mengubah cara industri manufaktur beroperasi. Komitmennya adalah memberdayakan perusahaan Indonesia dan ASEAN untuk bersaing di kancah global melalui adopsi teknologi yang tepat.
"Kami memahami bahwa teknologi bisa menjadi teman atau lawan tergantung pada pendekatan implementasi. Filosofi kami adalah memastikan teknologi menjadi sekutu yang memberdayakan, bukan ancaman yang menggantikan. Dengan pendekatan ini, kami berharap dapat membantu perusahaan di negeri sendiri untuk menavigasi transformasi digital mereka dengan hasil yang melebihi ekspektasi awal,” jelas Jamsuri, Chief Operating Officer PT Gema Era Mitraananta. (*)