Laba Bersih Adiwarna Anugerah Abadi (NAIK) Melonjak 134% di 2024, Harga Sahamnya Menanjak 246%
PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK), perusahaan penyedia jasa proteksi kebakaran, di tahun 2024 membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 66% atau menjadi Rp207,17 miliar dari Rp124,46 miliar di 2023. Kenaikan ini didukung oleh lonjakan permintaan terhadap segmen produk dan jasa instalasi proteksi kebakaran di berbagai sektor industri strategis, termasuk energi, infrastruktur, konstruksi, dan industri rawan kebakaran lainnya.
Pendapatan kontrak pekerjaan pada segmen produk proteksi kebakaran mengalami pertumbuhan signifikan hingga 87% dari pihak ketiga maupun pihak berelasi. Hal ini mencerminkan ekspansi bisnis Adiwarna yang semakin solid dan berkelanjutan. Dari sisi profitabilitas, EBITDA perseroan meningkat atau menjadi Rp41,65 miliar. Raihan ini mencerminkan efisiensi operasional yang semakin optimal.
Laba bersih NAIK di 2024 itu melonjak 134%, menjadi Rp30,90 miliar. Laba bersih perseroan didorong oleh pertumbuhan pendapatan, efisiensi operasional dengan gross profit margin (GPM) stabil di angka 29%, serta peningkatan produktivitas dengan EBITDA margin mencapai 20%.
“Pencapaian ini mencerminkan strategi ekspansi bisnis kami yang efektif, serta komitmen dalam meningkatkan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya. Dengan permintaan yang terus meningkat di sektor proteksi kebakaran, kami optimis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Johannes, Direktur Utama Adiwarna Anugerah Abadi di Jakarta, pada akhir pekan lalu.
Perseroan terus berinovasi dalam menghadirkan solusi proteksi kebakaran yang tidak hanya memenuhi standar keselamatan tertinggi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelanggan. "Digitalisasi dan otomatisasi menjadi fokus kami dalam meningkatkan efisiensi dan mempercepat eksekusi proyek,” ucap Johannes.
Selain itu, perseroan juga berencana memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai sektor industri. “Kami melihat peluang besar dalam industri pembangkit listrik, pusat data, serta manufaktur baterai kendaraan listrik. Dengan strategi yang tepat, kami yakin dapat memperluas jangkauan bisnis kami di tahun mendatang,” tambahnya.
Ke depannya, manajemen NAIK berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan bisnisnya, meningkatkan inovasi dalam produk proteksi kebakaran, serta memperkuat kemitraan strategis guna mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.NAIK berdiri pada 2007. Perseroan telah berkembang menjadi perusahaan solusi proteksi kebakaran yang terkemuka di Indonesia. Fokus utama perusahaan adalah memberikan perlindungan kebakaran kepada industri dengan risiko tinggi, termasuk sektor minyak & gas, pembangkit listrik, pusat data, perbankan, petrokimia, dan lainnya. Harga saham NAIK sejak awal tahun ini hingga 7 Maret 2025 (year to date) melonjak sebesar 246% atau menjadi Rp665. (*)