Sinar Terang Mandiri (MINE) Resmi Melantai di BEI, Dana IPO untuk Kembangkan Tambang Nikel
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) menjadi perusahaan ke-9 yang resmi melantai atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/3/2025). MINE dibuka di harga Rp270, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp1,103 triliun. Harga saham MINE meroket hingga 25% dari harga awal, yaitu Rp216. Menurut Direktur Utama PT Sinar Terang Mandiri Tbk, Ivo Wangarry, perolehan dana akan digunakan untuk pengembangan tambang nikel.
“Dana dari IPO ini mayoritas kami gunakan untuk belanja modal pembelian alat berat. Hal ini menangkap peluang lebih besar di sektor pertambangan nikel,” ujar Ivo dalam pemaparannya di Gedung BEI Jakarta pada Senin (10/3/2025).
Selain belanja modal untuk alat berat, Ivo menambahkan, perusahaan akan melakukan ekspansi untuk sejumlah proyek pertambangan di masa mendatang.
Pada tahun 2025 ini, terdapat dua proyek pertambangan yang sedang dijalankan, yaitu di Halmahera, Maluku Utara yang dioperasikan oleh PT Weda Bay Nickel dan di Morowali, Sulawesi Tengah melalui PT Hengjaya Mineralindo.
Menurut prospektus dari laman e-ipo.co.id, MINE mengeklaim pertumbuhan pendapatan mencapai 40,8% secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada 31 Agustus 2024, menjadi Rp1,36 triliun, dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp968,05 miliar pada 31 Agustus 2023. Sementara laba periode berjalannya mengalami peningkatan 278,3% menjadi Rp165,65 miliar. Periode sebelumnya yaitu Rp59,52 miliar.
Per pukul 10.30 WIB, saham MINE terus bergerak dengan frekuensi transaksi mencapai 1.938 kali, volume transaksi 781,200 dan nilai transaksi sebesar Rp210,9 miliar. Ivo mengeklaim, saham MINE mengalami oversubsribed hingga 25 kali. (*)