Pelangi Indah Canindo (PICO) Batalkan Kerja Sama Pembangunan Apartemen Lumina City Tangerang
Emiten yang bergerak di bidang barang baku, khususnya wadah dan kemasan, Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) bersama PT Indoserena Dwimakmur dan Ko Dandy telah membatalkan kesepakatan perjanjian kerja sama operasi (KSO) pembangunan apartemen dan kawasan komersial Lumina City, Kota Tangerang, Banten. Kesepakatan itu tercantum dalam akta perjanjian pada 6 Maret 2025 di hadapan Notaris Lailatul Hadiza SH M.Kn di Kota Tangerang.
Melansir dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (11/3/2025), mulanya PICO, PT Indoserena Dwimakmur dan Ko Dandy telah menandatangani perjanjian kerja sama operasi untuk pembangunan Lumina City. Masing-masing pihak memberikan penyertaan modal terhadap pembangunan tersebut.
Detailnya, PICO berkontribusi memberikan modal berupa penyerahan sebidang tanah kosong seluas 21.370 meter persegi senilai Rp32 miliar. Dengan begitu, PICO mendapat porsi kepemilikan saham sebesar 37,21%.
Kemudian, Ko Dandy menyerahkan tanah seluas 7.055 meter persegi senilai Rp11 miliar. Terakhir, PT Indoserena Dwimakmur menyerahkan tanah dengan luas 6.166 meter persegi dan modal senilai Rp43 miliar.
Dengan pengakhiran kerja sama operasi tersebut, maka bidang tanah yang telah diserahkan wajib dikembalikan oleh pihak kedua. Selanjutnya, PICO akan menerima ganti rugi atas bidang tanah yang telah dibangun menara apartemen Lumina City dan telah diperjualbelikan, serta dibebaskan dari kerugian atas proyek tersebut.
Kemudian, PICO dibebaskan dari semua kewajiban kerja sama operasi terhadap pembeli dan pihak mana pun, termasuk kontraktor dan pihak lainnya.
“Para pihak berkewajiban mencarikan investor maupun pembeli yang akan meneruskan pembangunan Tower Apartemen Lumina City untuk melunasi kewajiban piutang KSO kepada perseroan,” tegas jajaran direksi Pelangi Indah Canindo Tbk dalam keterbukaan informasi pada Selasa (11/3/2025). Adanya kerja sama operasi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi.
Sebelumnya, Apartemen Lumina City dikembangkan oleh PT Indoserena Dwimakmur dan pembangunannya dimulai pada 2017. Pada 25 Februari 2017, perusahaan membangun Menara Amsterdam sebagai pembangunan di tahap pertama, dengan menggandeng kontraktor asing yaitu China Triumph International Engineering Co., LTDE.
Pembangunan itu ditargetkan rampung dalam 36 bulan. Namun hingga saat ini, belum ada informasi kapan selesainya pembangunan menara tersebut, termasuk kawasan superblok yang terdiri dari mal, hotel, dan ruko di kawasan Lumina City.
Menurut laporan kuartal III/2024, PICO tercatat menjalankan kerja sama dengan PT Indoserena Dwimakmur. Perusahaan tersebut merupakan entitas sepengendali dengan transaksi bersifat piutang usaha dan piutang lain-lain. Sementara KSO Pelangi Indoserena juga merupakan entitas pengendali untuk transaksi bersifat piutang lain-lain.
Proyek-proyeknya tercatat dalam investasi dalam kerja sama operasi, yang dikelola oleh KSO Pelangi Indoserena Cimone dengan nilai Rp85,98 miliar. Adapun proyeknya yaitu antara PICO dengan KSO Pelangi Indoserena Bizpark, dengan akta notaris pada 20 Maret 2014. Kesepakatan ini ditujukan untuk pembangunan kawasan pergudangan di Kampung Kudu, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.
Selanjutnya, PICO dan KSO Pelangi Indoserena Cimone menyepakati pembangunan apartemen dan kawasan komersial di desa/kelurahan Kroncong dan desa/kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, dengan akta notaris yang dibuat pada 7 Mei 2015.
Estimasi modal awal untuk investasi KSO Pelangi Indoserena sebesar Rp86 miliar. Porsi kepemilikannya yaitu PT Indoserena Dwimakmur sebesar 37,21% dengan modal Rp32 miliar, PICO 50% dengan modal Rp43 miliar, dan Ko Dandy 12,79% dengan modal Rp11 miliar. Masing-masing memberikan sebidang tanah.
Oleh sebab itu, PT Indoserena Dwimakmur tercatat memiliki piutang lain-lain sebesar Rp28,54 miliar pada kuartal III/2024, menurun dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp36,79 miliar. Meskipun begitu, nilai total liabilitas PICO menurun menjadi Rp454,79 miliar pada kuartal III/2024. Periode sebelumnya sebesar Rp531,09 miliar. (*)