Pelat Timah Nusantara (NIKL) Koreksi Laporan Keuangan Tahunan, Berhasil Tekan Rugi menjadi US$18.852
Emiten barang baku yang bergerak di industri logam dan mineral, Pelat Timah Nusantara Tbk atau PT Latinusa Tbk (NIKL) berhasil menekan rugi tahun berjalan menjadi US$18.852 pada tahun 2024. Dibanding tahun sebelumnya, rugi ini menurun 99,48% dari sebelumnya US$3,66 juta. Penjualannya pun turun menurun 8,97% menjadi US$155,72 juta, dari sebelumnya US$171,08 juta.
Lebih rinci, penjualan NIKL ditopang dari penjualan lokal, lini ini menjadi yang terbesar karena mencetak pendapatan mencapai US$154,4 juta. Namun, penjualannya turun 8,97% dibanding tahun sebelumnya sebesar US$171,08 juta. Selain lokal, NIKL membuka lini penjualan ekspor di tahun 2024, yang mencetak cuan sebesar US$1,32 juta. India menjadi lokasi pelanggan terbesar pada tahun 2024, dengan mencetak penjualan sebesar US$1,32 juta.
“Pendapatan perusahaan diakui berdasarkan waktu pengalihan barang atau jasa yaitu pada waktu tertentu,” ujar manajemen Pelat Timah Nusantara Tbk dalam laporan keuangan tahunan 2024 pada laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (12/3/2025).
Manajemen NIKL merinci, penjualan bersih dari sejumlah pelanggan yang melebihi 10% dari total penjualan neto perusahaan antara lain, PT Indonesia Multi Colour Printing sebesar US$31,77 juta, PT United Can US$25,43 juta, PT Arthawenasakti Gemilang US$15,92 juta, dan PT Kaleng Raya Indonesia US$15,16 juta.
Meskipun begitu, beban pokok penjualan NIKL berhasil ditekan 13,66%, walau masih mencetak rugi. Pada tahun 2024, nilai beban pokok penjualan sebesar US$146,33 juta, sebelumnya sebesar US$169,5 juta.
Adapun rincian beban pokok penjualan yang mengalami penurunan yaitu pemakaian bahan baku sebesar US$136,51 juta, sebelumnya sebesar US$150,91 juta. Kemudian, gaji dan kesejahteraan karyawan sebesar US$3,66 juta, sebelumnya US$4,02 juta. Penyusutan aset tetap sebesar US$1,73 juta, sebelumnya US$1,74 juta. Pengepakan sebesar US$1,25 juta, sebelumnya US$1,38 juta.
Untuk lini beban berupa perbaikan dan pemeliharaan 981.112, 2023 1.817.148 serta suku cadang, masing-masing turun menjadi US$981.112 dan US$685.055. Pada tahun sebelumnya, masing-masing mencapai US$1,81 juta dan US$1,14 juta.
Selebihnya, beban yang menurun yaitu beban lain-lain sebesar US$1,36 juta, sebelumnya US$1,53 juta dan persediaan barang jadi-awal yang turun menjadi US$8,55, yang sebelumnya sebesar US$9,57 juta.
Sementara itu, beban pokok penjualan yang mengalami kenaikan antara lain lini sewa, listrik dan asuransi menjadi US$3,72 juta sebelumnya US$3,62 juta. Kemudian, bahan pembantu produksi sebesar US$2,31 juta, sebelumnya US$2,11 juta. Lalu, pengurangan nilai penyisihan yang masih rugi, mengalami kenaikan sebesar US$528.814, dari sebelumnya US$499.667. Terakhir, persediaan barang jadi-akhir menjadi US$14,01 juta, sebelumnya US$8,55 juta.
Adapun pembelian neto dari pemasok yang melebihi 10% dari total pembelian neto perusahaan, rata-rata naik dari tahun sebelumnya, antara lain Nippon Steel Trading Corporation menjadi US$49,14 juta, BaoSteel Singapore Pte Ltd menjadi US$37,71 juta, PT Timah (Persero) Tbk (TINS) menjadi US$24,17 juta, dan Metal One Corporation menjadi US$15,79 juta.
Dari seluruh beban pokok penjualan ini, menyebabkan laba bruto NIKL pada 2024 meningkat menjadi US$9,39 juta. Pada tahun sebelumnya sebesar US$1,58 juta.
Sejumlah beban lainnya mulai dari beban administrasi, beban penjualan dan distribusi, biaya keuangan, rugi selisih kurs, serta beban lain-lain, masing-masing mengalami kerugian. Sementara penjualan scrap dan pendapatan lain-lain, masing-masing mencetak kenaikan sebesar US$1,42 juta dan US$792.442. Sedangkan pendapatan keuangan turun menjadi US$129.240. Hasilnya, laba sebelum pajak penghasilan berhasil ditekan kerugiannya menjadi US$308.707, dibanding tahun 2023 yang mencetak rugi US$4,82 juta.
Dari sisi aset, liabilitas, dan ekuitas, kinerja tersebut mengalami penurunan. Untuk aset, NIKL memiliki US$135,26 juta, turun 0,41% dibanding tahun sebelumnya sebesar US$135,81 juta. Sementara liabilitasnya terbilang tinggi daripada ekuitas. Meskipun turun, liabilitas NIKL menjadi US$79,41 juta, dibanding sebelumnya US$80,05 juta. Untuk ekuitasnya naik tipis 0,15% menjadi 55,84 juta, sebelumnya 55,76 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah karyawan NIKL tercatat 225 karyawan. Total talenta yang terserap di perusahaan tersebut menurun dibanding 31 Desember 2024, yaitu sebanyak 236 orang. Dalam laporan keungan tahunan, PT Krakatau Steel (Persero), Tbk dan Nippon Steel Trading Corporation menjadi pemegang saham NIKL. Sementara Nippon Steel Engineering Co., Ltd menjadi pemegang saham mayoritas yang sama.(*)