Paper.id Targetkan Ekspansi ke Kota Tier-2 dan Ribuan Pengguna Kartu Kredit Bisnis di 2025

CEO Paper.id, Yosia Sugialam memberikan sambutan dalam acara diskusi media bertajuk Peluncuran Kampanye #PebisnisCerdas, di Jakarta pada Rabu (12/3/2025).
CEO Paper.id, Yosia Sugialam memberikan sambutan dalam acara diskusi media bertajuk Peluncuran Kampanye #PebisnisCerdas, di Jakarta pada Rabu (12/3/2025). (Foto : Istimewa).

Paper.id menargetkan untuk menambah jumlah pengguna kartu kredit bisnis secara virtual seiring tersedianya Paper Horizon Card dan Paper Pioneer Card. Layanan kartu kredit untuk segmen business to bussiness (B2B) tersebut membidik para pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan perusahaan besar. “Kami menargetkan tahun ini kartu-kartu kredit bisnis yang diterbitkan kami ini digunakan oleh ribuan pengguna,” ujar CEO Paper.id, Yosia Sugialam kepada awak media di Jakarta pada Rabu (12/3/2025).

Sebelumnya, perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang platform invoice dan pembayaran bisnis ini menerbitkan kartu kredit tersebut pada Oktober 2024. Pengguna kartu ini kian bertambah sejak diluncurkan hingga saat ini. Contohnya, jumlah pengguna Horizon Card dan Pioneer Card diklaim mencapai ratusan pengguna. Sedangkan transaksi di produk sebelumnya, yaitu Papercard (kartu kredit bisnis UKM), mencapai sekitar Rp40 juta sampai Rp50 juta per bulan.

Yosia mencermati pembiayaan usaha melalui kartu kredit bisnis memiliki annual rate sekitar 15%-20% per tahun. Selain itu, model pembiayaan tersebut bersifat tanpa kolateral. Hal ini didukung dengan tingkat bunga yang cenderung lebih rendah.

Paper.id berencana memperluas usahanya ke 5-10 kota di kota lapis kedua (tier 2) pada tahun ini. Manajemen Paper mempertimbangkan ketersediaan dan aksebilitas infrastruktur internet jikalau berekspansi ke kota tier-3 dan tier-4.

Selain akses dan infrastruktur internet, jangkauan pembiayaan usaha lewat kartu kredit bisnis seperti Horizon Card dan Pioneer Card, Paper.id masih berupaya mengedukasi lebih lanjut kepada masyarakat. Sebabnya, model dan tujuan penggunaan kartu kredit bisnis berbeda dengan kartu kredit konsumer.“Tantangan selalu edukasi. Karena selama ini belum banyak yang tahu penggunaan kartu kredit secara B2B,” lanjut Yosia.

Tahun ini, Paper.id berencana untuk melakukan ekspansi usahanya ke luar negeri.Manajemen perusahaan startup ini sedang mengkaji lebih lanjut tentang peluang dan potensi pengembangan bisnis di luar negeri itu..

Paper.id atau PT Pakar Digital Global sebelumnya menerima pendanaan Seri B dengan nilai yang tidak disebutkan dari sejumlah investor pada Juni 2024. Pendanaan tersebut dipimpin oleh Square Peg, kemudian disusul oleh SMBC Asia Rising Fund, dan Argor. Pendanaan tersebut telah digunakan untuk pengembangan produk Paper.id, termasuk pengembangan kartu kredit bisnis Horizon Card, Pioneer Card, dan Papercard.

Perihal pendanaan, Yosia mengatakan manajemen perusahaannya bersikap positif apabila ada kucuran dana dari investor di masa mendatang. "Kalau cocok, mungkin kami lakukan penggalangan dana,” sebut Yosia.

Saat ini, layanan kartu kredit bisnis dan platform invoicing Paper.id telah dipercaya sejumlah perusahaan di Indonesia seperti agensi kreatif Flux Creative Universe, penyedia jasa dan produk audio visual dan sistem keamanan PT Chakra Mandiri Kreasi, hingga perusahaan besar seperti Mitra10, Plataran, hingga PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC). (*)

# Tag