Roy Kosasih Beberkan Tren Penerapan Artificial Intelligence (AI) 2025 di Indonesia
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah menjadi tren dan digunakan di berbagai sektor untuk membantu menyelesaikan pekerjaan. Di Indonesia, penerapan AI masih dalam tahap eksplorasi oleh para pelaku bisnis. Berdasarkan survei IBM, hanya 15 persen perusahaan di Indonesia yang menganggap AI sebagai kunci dalam mencapai tujuan strategis. Mayoritas perusahaan masih melihat AI sebagai faktor pendukung bisnis, bukan sebagai elemen utama.
Presiden Direktur IBM Indonesia, Roy Kosasih, dalam acara IBM Ramadan Gathering bertema AI Made for Everyone, mengungkapkan bahwa ada beberapa tantangan yang menghambat adopsi AI di perusahaan-perusahaan Indonesia. Salah satunya adalah kendala teknis.
Ia menjelaskan bahwa ketika bertemu dengan CEO berbagai perusahaan, termasuk perusahaan besar, baik swasta maupun BUMN, mereka menghadapi tantangan yang sama: kurangnya tenaga ahli yang mampu menjalankan teknologi AI. Penerapan AI memerlukan pendekatan modular, dari unit operasi terkecil hingga skala besar, serta membutuhkan SDM dengan keahlian dalam pengembangan teknologi AI.
Tantangan berikutnya adalah biaya penerapan, pemeliharaan, dan pengembangan AI generatif. Operasional AI mencakup investasi dalam infrastruktur, perangkat lunak, serta konektivitas dengan teknologi cloud agar dapat menghasilkan efisiensi operasional yang optimal.
IBM sendiri memprediksi tren penerapan AI tahun 2025 sebagai berikut;
Tren 1: Perusahaan mulai menerapkan AI generatif ke dalam produksi. Namun, untuk mendapatkan nilai penuh dari investasi AI akan membutuhkan waktu karena kompleksitas dalam melaksanakan AI generatif.
Tren 2: Perusahaan mengadopsi model yang dirancang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Meskipun model tertutup berukuran besar sering digunakan sebagai titik awal untuk eksperimen, 85% perusahaan beralih ke model yang lebih sesuai dengan tujuan dan kebutuhan mereka.
Tren 3: Perusahaan berupaya memanfaatkan nilai dari data perusahaan. Saat ini, data perusahaan masih jarang dimanfaatkan dalam model AI. Dengan memanfaatkan data tersebut secara efektif, perusahaan dapat meningkatkan kinerja model sekaligus memperkuat keamanannya.
Tren 4: Kepercayaan menjadi faktor krusial dalam menskalakan adopsi AI generatif. Tingkat kepercayaan terhadap kapabilitas dan solusi AI generatif masih rendah di kalangan perusahaan.
Tren 5: Perusahaan harus mengatasi tantangan operasional dalam menskalakan AI generatif. Model saja tidak cukup, diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh. Kompleksitas operasional akibat penggunaan berbagai alat yang tersebar menjadi hambatan teknologi utama.
Tren 6: Strategi cloud perlu berkembang untuk memberikan nilai lebih besar. Didorong oleh rasa urgensi, para eksekutif meningkatkan belanja transformasi digital hingga ~USD 4 triliun pada tahun 2027.
Tren 7: Hybrid multi-cloud menjadi standar. Hybrid cloud banyak diadopsi karena fleksibilitasnya.
Tren 8: Open-source sebagai katalis inovasi. Open-source kini menjadi standar baru di seluruh ekosistem teknologi dan mendorong nilai bisnis. (*)