Rahasia Kepemimpinan CEO: Dari Krisis ke Sukses

Kepemimpinan seorang chief executive officer (CEO) menjadi faktor kunci dalam menentukan arah perusahaan. CEO yang hebat bukan hanya sekadar pemimpin, tetapi juga inovator dan pengambil keputusan strategis yang mampu menghadapi tantangan dengan ketahanan dan visi yang kuat.
How the Best CEOs Act: Kepemimpinan Inspiratif Pemimpin Bisnis Hebat di Era Krisis Multidimensi merupakan buku kumpulan kisah inspiratif dan strategi kepemimpinan para CEO terbaik di Indonesia.
Buku ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana para pemimpin bisnis menghadapi tantangan besar dan mengubahnya menjadi peluang. Berbagai cerita dalam buku ini menyoroti pengalaman nyata para pemimpin dalam mengelola perusahaan di tengah krisis dan perubahan global yang cepat.
Di antara kisah-kisah menarik yang diangkat dalam buku ini, ada pengalaman Irianto Santoso dalam “Mukjizat Terjadi Ketika Kita Berusaha”, yang menunjukkan bagaimana ketekunan dan kerja keras dapat menghasilkan keajaiban dalam dunia bisnis. Tony Wenas, dalam “Sang Pencipta Harmoni”, menyoroti pentingnya menciptakan keseimbangan dan harmoni dalam kepemimpinan agar organisasi dapat berfungsi secara efektif dan efisien.
Sementara itu, Pinohadi G. Sumardi dalam “Mencetak Perwira-Perwira Tangguh” berbagi tentang pentingnya membangun karakter dan ketahanan dalam tim, memastikan bahwa setiap anggota organisasi mampu menghadapi tantangan dengan keberanian dan strategi yang tepat.
Buku ini tidak hanya sekadar menyajikan cerita sukses, tetapi juga memberikan wawasan dan pelajaran berharga tentang bagaimana kepemimpinan yang kuat dan adaptif dapat membawa organisasi ke tingkat yang lebih tinggi. Setiap CEO yang diulas dalam buku ini menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam menghadapi tantangan, tapi semuanya memiliki kesamaan dalam hal ketahanan, visi yang jelas, serta komitmen untuk terus berkembang.
Kisah-kisah tersebut mencerminkan bagaimana seorang CEO dapat menjadi arsitek utama dalam membentuk budaya dan strategi perusahaan. Keputusan dan gaya kepemimpinan yang diterapkan tidak hanya berdampak pada internal organisasi, tetapi juga terhadap ekosistem bisnis yang lebih luas. Karena itu, memahami peran dan tanggung jawab seorang CEO menjadi sangat penting untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang membedakan pemimpin luar biasa dari yang lain.
Untuk memahami bagaimana seorang CEO dapat menjadi pemimpin yang efektif, diperlukan tolok ukur yang jelas. Kepemimpinan bukan hanya tentang memiliki posisi tertinggi di perusahaan, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan, merancang visi yang kuat, serta menjalankan strategi yang tepat untuk membawa perusahaan menuju kesuksesan jangka panjang.
Dalam menilai efektivitas seorang CEO, pendekatan The 4 Essential Roles of Leadership sering digunakan sebagai tolok ukur utama. Konsep ini dikembangkan oleh FranklinCovey dan menjadi standar dalam menilai kepemimpinan CEO terbaik, seperti yang diterapkan dalam penghargaan Indonesia Best CEO yang diselenggarakan oleh SWA Media Group dan Dunamis Organization Services. Empat aspek utama yang digunakan dalam menilai kepemimpinan CEO adalah Inspire Trust, Create Vision, Execute Strategy, dan Coach Potential.
Membangun kepercayaan atau Inspire Trust merupakan elemen penting dalam kepemimpinan CEO. Kepemimpinan dalam organisasi memastikan seluruh tim dapat bekerja dengan baik dan percaya pada keputusan CEO.
Seorang pemimpin yang berhasil membangun kepercayaan akan lebih mudah mendapatkan dukungan dari karyawan, pemegang saham, dan mitra bisnis. Sebaliknya, kurangnya kepercayaan dapat menghambat pertumbuhan perusahaan dan menciptakan ketidakstabilan dalam organisasi.
Seorang CEO juga harus menciptakan visi yang jelas atau Create Vision untuk memastikan perusahaan memiliki arah strategis yang tepat dalam jangka panjang. Visi yang kuat menjadi pemandu bagi organisasi dalam menjalankan strategi bisnisnya. CEO yang sukses mampu mengartikulasikan visi tersebut dengan baik dan menginspirasi timnya untuk mencapai tujuan perusahaan.
Satya Nadella, misalnya, berhasil mengubah Microsoft menjadi perusahaan berbasis layanan cloud dengan visi yang jelas dan eksekusi yang solid. Sebaliknya, kurangnya visi strategis dapat menyebabkan stagnasi, seperti yang dialami Microsoft di bawah kepemimpinan Steve Ballmer.
Mengeksekusi strategi atau Execute Strategy juga merupakan faktor krusial dalam kepemimpinan CEO. Visi yang besar tidak akan berarti tanpa penerapan yang nyata. CEO harus memiliki keterampilan dalam mengimplementasikan strategi yang telah dirancang serta memastikan semua elemen organisasi bekerja untuk mencapai target bisnis. Manajemen risiko serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat juga menjadi bagian dari keberhasilan eksekusi strategi.
Mary Barra dari General Motors, misalnya, berhasil mengelola krisis dengan transparansi dan perbaikan operasional saat menghadapi recall produk secara besar-besaran. Sebaliknya, kegagalan dalam mengeksekusi strategi dapat berakibat fatal, seperti yang dialami Adam Neumann dari WeWork yang tidak mampu mengelola keuangan perusahaannya.
Mengembangkan bakat atau Coach Potential juga menjadi tanggung jawab utama seorang CEO. Pemimpin hebat tidak hanya fokus pada kesuksesan jangka pendek, tetapi juga memastikan bahwa organisasi memiliki talenta yang cukup untuk berkembang di masa depan. CEO yang baik harus mampu membimbing dan mengembangkan karyawan, menyediakan pelatihan, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung inovasi.
Dalam kasus Travis Kalanick dari Uber, misalnya, kegagalannya dalam menciptakan budaya kerja yang positif menyebabkan berbagai kontroversi dan akhirnya memaksanya mengundurkan diri. Sebaliknya, Tim Cook dari Apple berhasil mempertahankan budaya inovatif yang diwarisi dari Steve Jobs dan membawa Apple terus berkembang.
Kepemimpinan memang tidak hanya ditentukan oleh posisi atau jabatan, tetapi juga oleh karakter, keterampilan, dan faktor bawaan yang membentuk seorang pemimpin. Perdebatan mengenai apakah seorang pemimpin lahir dengan bakat alami atau berkembang melalui pengalaman dan pembelajaran terus berlanjut. Dalam dunia olahraga ataupun bisnis, banyak contoh yang menunjukkan bahwa kepemimpinan bisa berasal dari kombinasi antara bakat dan pembinaan yang tepat.
Apakah pemimpin dilahirkan atau diciptakan? Jawabannya: keduanya. Jika pemimpin hanya bisa diciptakan, seorang pelatih seperti Tahir Djide tentu bisa melahirkan sepuluh Liem Swie King atau sepuluh Icuk Sugiarto.
Namun, kenyataannya tidak demikian. Ada faktor bawaan yang memengaruhi, seperti bakat alami atau talenta. “Kenapa hasil Rudy Hartono, Icuk Sugiarto, dan Liem Swie King berbeda-beda? Karena, ada faktor dilahirkan, talentanya,” kata Irianto Santoso, Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk. (hlm. 39).
Hal yang sama berlaku dalam dunia kerja. “Jika kita hanya bekerja sesuai job desc, kita tidak akan ke mana-mana. Harus lebih dari itu. Tidak perlu khawatir soal promosi atau kenaikan gaji. Yang terpenting adalah disiplin, fokus, jujur, dan yang paling utama: tulus. Bekerja karena ingin menyelesaikan pekerjaan itu sendiri, bukan demi pujian atau imbalan,” kata Tony Wenas, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (hlm. 79).
Mengacu pada konsep The 4 Essential Roles of Leadership, kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, melainkan membentuk budaya dan mencapai keberhasilan jangka panjang. “Saya berusaha menjadi pemimpin yang bisa menginspirasi kepercayaan melalui transparansi, konsistensi, dan integritas dalam setiap tindakan dan keputusan,” kata Hery Gunardi, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (hlm. 94).
Fokus utama seorang pemimpin juga bukan sekadar posisi, melainkan bagaimana membawa organisasi terus berkembang. Seperti yang diungkapkan oleh Bani Mulia, Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk., “Di mana pun posisi saya, tujuan saya adalah membuat Samudera Indonesia terus maju.” (hlm 114).
Seorang CEO memiliki peran krusial dalam menentukan arah strategis perusahaan. Ia bertanggung jawab atas pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis, berbeda dari eksekutif lainnya yang hanya mengelola aspek tertentu. CEO menetapkan visi perusahaan dan memastikan seluruh tim bekerja menuju tujuan yang sama. Adapun CFO (chief financial officer) berfokus pada keuangan dan COO (chief operating officer) mengelola operasional harian perusahaan.
Sebagai pemimpin tertinggi, CEO harus membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk investor, pemegang saham, regulator, dan pelanggan. Ia juga menjadi wajah perusahaan yang bertanggung jawab atas reputasi dan citra perusahaan di mata publik.
Selain itu, CEO harus fleksibel dalam menghadapi tantangan bisnis dan mampu beradaptasi dengan perubahan pasar. Dalam dunia bisnis yang penuh ketidakpastian (VUCA: volatility, uncertainty, complexity, ambiguity), CEO harus bisa mengambil keputusan berbasis data dan analisis yang mendalam.
Seorang CEO yang baik harus bisa memimpin dengan integritas, membangun budaya perusahaan yang positif, serta beradaptasi dengan perubahan zaman. Kepemimpinan yang efektif dan berorientasi pada keberlanjutan dapat membawa perusahaan menuju kesuksesan jangka panjang. Maka, pemilihan dan evaluasi CEO harus dilakukan dengan cermat untuk memastikan bahwa mereka memiliki kompetensi dan integritas yang diperlukan untuk memimpin perusahaan dengan baik.
Buku ini memberikan wawasan mendalam tentang kepemimpinan, strategi bisnis, dan ketangguhan dalam menghadapi krisis. Dengan pendekatan berbasis studi kasus dan pengalaman nyata, buku ini memberikan inspirasi bagi siapa pun yang ingin memahami kepemimpinan yang efektif.
Kisah-kisah yang disajikan dalam buku ini tidak hanya menarik. Ada pelajaran berharga tentang bagaimana seorang pemimpin dapat mengatasi tantangan dan menciptakan perubahan positif dalam organisasi.
Namun, buku ini bisa lebih kuat jika menyajikan analisis lebih mendalam mengenai dampak kepemimpinan terhadap pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Selain itu, variasi studi kasus dari berbagai industri dapat memberikan perspektif yang lebih luas.
Secara keseluruhan, buku ini sangat direkomendasikan bagi pemimpin bisnis, eksekutif, dan siapa saja yang ingin belajar dari pengalaman para CEO terbaik. (*)
Spesifikasi buku:
Judul Buku : How the Best CEOs Act: Kepemimpinan Inspiratif Pemimpin Bisnis Hebat di Era Krisis Multidimensi
Penulis : Kusnan M. Djawahir, Harmanto E. Djatmiko, dan Firdanianty Pramono
Penerbit : PT Swasembada Media Bisnis, 2024 Tebal Buku : 174 halaman