Para Konten Kreator Bersatu Bentuk Asosiasi CASA Tingkat ASEAN
Para content creator, talent management agency dan konsultan komunikasi di Asia Tenggara bersatu untuk mendirikan Creators Association of Southeast Asia (CASA), yang bertujuan untuk membangun industri kreatif di kawasan ini. CASA hadir sebagai platform untuk mendukung para kreator agar terus tumbuh, memajukan standar industri, serta mendorong kolaborasi lintas negara.
Peluncuran CASA menandai langkah besar dalam memperkuat industri content creator dengan bersama-sama memanfaatkan peluang, mengatasi tantangan, serta mendorong praktik kemitraan yang sesuai untuk kemajuan industri ini. MoU pembentukan itu ditandatangani oleh para pemimpin industri yang berpengaruh di ekosistem kreator.
Beberapa yang bergabung di antaranya adalah Vanya Qinthara, CEO DKCIndo dan pemimpin komunitas IndoBeautyVlogger. Selain itu, Jehian Panangian Sijabat, pendiri Mantappu Corp yang saat ini Mantappu telah mengelola beberapa influencer seperti Jerome Polin, Koreanreomit, dan Alex Boboholokal. Influencer lainya yang turut berpartisipasi adalah Vina Muliana, seorang influencer dengan 9,8 juta pengikut di TikTok.
Disamping para kreator, Vero sebagai konsultan komunikasi di Asia Tenggara juga turut andil dalam kesepakatan ini untuk mewakili industri komunikasi. Dipimpin oleh CEO Brian Griffin, Vero berada di garis depan dalam komunikasi strategis, pemasaran influencer, dan manajemen reputasi.
“Menjadi content creator bukan sekadar tren—content creator bisa menjadi sebuah jalur karier. Namun, masih banyak kreator yang membutuhkan bimbingan, pengembangan profesional, dan sistem yang menjamin kompensasi yang layak. CASA akan membantu kreator membangun karier mereka dengan mendorong transparansi, fair pay, dan peluang pengembangan profesional di kawasan Asia Tenggara,” ujar Vina Muliana.
Ekonomi kreatif di Asia Pasifik pada 2023 diperkirakan mencapai US$135,2 miliar, dengan lebih dari 207 juta kreator penuh waktu dan paruh waktu yang berkontribusi dalam industri ini.
Berdasarkan survei 2025 Influencer Outlook yang dilakukan oleh Vero menemukan bahwa influencer di Asia Tenggara semakin melihat content creation sebagai karier yang menjanjikan, dengan pertumbuhan signifikan dalam konten video, influencer-led events, serta social commerce berbasis AI.
Jehian Sijabat mengatakan, saat ini kreator bukan hanya sekedar pembuat konten; mereka adalah pengusaha, pendidik, dan agen perubahan. Sebagai talent manager, ia melihat potensi luar biasa dari industri influencer di Asia Tenggara, meskipun di satu sisi mereka juga masih menghadapi beberapa tantangan seperti memahami isi kontrak, mengelola ekspektasi brand partner mereka, dan pertumbuhan karir jangka panjang.
CASA telah mengadakan sesi pre-kick-off pertama pada November 2024 mempertemukan kreator dari Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam untuk membentuk visi dan roadmap CASA. Dalam sesi ini mereka berdiskusi mengenai bagaimana memperkuat misi CASA, mengatasi tantangan industri, serta mendorong kolaborasi lintas negara untuk menciptakan aktivitas yang berdampak dan dapat memperkuat ekonomi kreator di Asia Tenggara.
Vanya Qinthara menilai, content creators Asia Tenggara adalah salah satu yang paling aktif dalam memproduksi konten di dunia, yang menunjukkan kekuatan dalam menyampaikan narasi dan berbagi cerita.
“CASA adalah langkah menuju penguatan industri dengan membuat peluang, membuat standar baru, dan membangun suara kolektif untuk mendorong kolaborasi yang lebih baik dengan brands dan agensi,” ujarnya.
Ke depan, CASA akan menyelenggarakan diskusi regional, lokakarya, dan kolaborasi industri di sepanjang 2025 yang akan mempertemukan content creator, talent managers, dan para pemangku kepentingan.
Dengan bergabung di CASA, para anggota akan memiliki kesempatan untuk bersama-sama membangun standar industri, memperjuangkan praktik kemitraan yang layak, dan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan content creation di Asia Tenggara. (*)