Film Animasi Jumbo Asal Indonesia Akan Tayang di 17 Negara
Di balik layer lebar, tim produksi film animasi terbaru Indonesia Jumbo dari Visinema Studios merancang strategi matang untuk menjadikan tokoh-tokoh di film Jumbo seperti Don, Mae, Nurman, hingga Atta sebagai "evergreen IP" (Intellectual Property/ kekayaan intelektual) yang berkelanjutan dan mendunia.
CEO Visinema Studios, Herry Budiazhari Salim, mengungkapkan bahwa pengembangan "Jumbo" sebagai "evergreen IP" telah dirancang dengan matang, termasuk opsi A, B, dan C. "Kami berharap semakin banyak teman-teman di industri kreatif yang melakukan hal serupa, karena peluang bagi Indonesia untuk memiliki "evergreen IP" di masa depan masih sangat besar," ujar Herry dalam konferensi pers film "Jumbo" di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (13/3/2025).
Film Jumbo yang disutradarai Ryan Adriandhy akan memulai perjalanannya di layar lebar pada waktu Lebaran 2025, namun itu hanyalah awal. Tim produksi telah menyiapkan berbagai opsi pengembangan IP, termasuk produk turunan, konten digital, dan bentuk storytelling lainnya. Tujuannya adalah menciptakan karakter dan dunia Jumbo yang melekat di hati penonton, seperti halnya IP animasi global kenamaan dunia lainnya yang terbukti sukses. Kunci dari evergreen IP adalah keterlibatan penggemar. Tim Jumbo akan melakukan analisis mendalam tentang preferensi penggemar untuk menciptakan konten dan produk yang relevan.
Kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti produsen es krim yang menciptakan varian rasa khusus menampilkan tokoh utama Jumbo, Don, adalah salah satu cara memperluas jangkauan peminat karakter animasi buatan animator dalam negeri, serta juga menjaga Jumbo tetap "segar".
Film Jumbo mengisahkan tentang Don, seorang anak laki-laki bertubuh besar yang sering diolok-olok teman-temannya. Namun, Don bertekad membuktikan kemampuannya. Pesan moral yang disampaikan adalah pentingnya kepercayaan diri, persahabatan, dan keberanian untuk melawan perundungan.
Proses pembuatan film tersebut melibatkan dedikasi tinggi dari para pengisi suara seperti Prince Poetiray, Queen Salman, Ariel Noah, Bunga Citra Lestari, dan Cinta Laura Kiehl untuk menghidupkan karakter, menggalang kerja sama erat dengan sutradara, dan memastikan karakter-karakter dalam film memiliki kedalaman serta daya tarik yang kuat.
Jumbo diproyeksikan oleh lebih dari 400 kreator animasi dalam negeri, didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai fasilitator, promotor, dan pendukung pengembangan industri film animasi menjadikan Herry dan Visinema Studios optimistis kekayaan intelektual Indonesia ini dapat menjadi "evergreen IP" yang mendunia.
Selain itu, kabar membanggakan dari dunia animasi dan perfilman Tanah Air, dimana film animasi karya anak bangsa Jumbo disebut akan ditayangkan di 17 negara di dunia. 12 negara Eropa, Amerika Serikat, Turkiye, Mongolia dan Rusia.
Novia Puspa Sari Produser Film Jumbo menyebutkan film ini tidak hanya akan tayang di Indonesia tapi juga di lebih dari 15 negara. “Visinema Studios selaku rumah produksi belum mengungkap negara mana saja yang akan menayangkan Jumbo, namun, film ini akan tayang di Tanah Air pada momen Lebaran 2025,” ujar Novia.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mendukung peluncuran film animasi Indonesia bertajuk Jumbo. Dalam sambutannya, Menteri Teuku Riefky Harsya mengucapkan selamat kepada para kreator film animasi Indonesia yang telah berhasil menciptakan karya animasi yang luar biasa. "Saya sangat bangga dengan karya-karya yang telah diciptakan oleh para kreator film animasi Indonesia," kata Riefky.
Riefky menyampaikan bahwa film animasi Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu ekspor unggulan Indonesia. "Kami percaya bahwa film animasi Indonesia dapat menjadi salah satu ekspor unggulan Indonesia dan membawa nama baik Indonesia ke kancah internasional," katanya.(*)