BEI Tarik Rem Darurat! Perdagangan Saham Dibekukan, IHSG Rontok 5,02%!
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan sementara perdagangan saham (trading halt) akibat penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Selasa (18/3/2025). Pembekuan ini dilakukan pada pukul 11.19.31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
"Perdagangan akan dilanjutkan pukul 11:49:31 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi pada Selasa (18/3/2025).
Aksi ini dilakukan berdasarkan SuratKeputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.
Per 18 Maret 2025, IHSG dibuka di posisi 6.458,67. Posisinya kemudian terus anjlok hingga ke level 6.146,91. Meskipun begitu, posisi IHSG sempat di level tertinggi 6.465,22.
Menurut tim riset MNC Sekuritas, penurunan ini disebabkan sejumlah faktor. Pertama, investor cenderung wait and see jelang keputusan penurunan suku bunga The Fed dan Bank of Japan. Kedua, eskalasi geopolitik yang meningkat antara Amerika Serikat dengan Yaman, sehingga mendorong kenaikan harga minyak mentah. Terakhir, adanya spekulasi yang berkembang terkait pergantian kabinet.
“Spekulasi yang berkembang terkait reshuffle kabinet juga mendorong aksi sell-off investor asing” ujar tim riset MNC Sekuritas pada swa.co.id.
MNC Sekuritas mencatat, aksi jual investor asing (net sales) tercatat mencapai Rp26,9 triliun secara year-to-date (ytd). (*)