Bukalapak (BUKA) Dibekap Rugi Rp1,54 Triliun di 2024

Bukalapak (BUKA) Dibekap Rugi Rp1,54 Triliun di 2024
Ilustrasi kantor pusat Bukalapak (BUKA). Foto Bukalapak

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membukukan rugi bersih sebesar Rp1,54 triliun di 2024. Rugi ini meningkat 13,28% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,36 triliun.Adapun pendapatan BUKA justru meningkat tipis 0,49% menjadi Rp4,46 triliun, tahun sebelumnya sebesar Rp4,43 triliun.

Pendapatan BUKA pada 2024 didukung oleh lini marketplace, yang naik 0,02% sebesar Rp2,23 triliun. Kemudian, lini online to offline (O2O) sebesar 2,07 triliun yang menurun. Sementara lini pengadaan, tidak menghasilkan pendapatan, tetapi pada 2023, berkontribusi sebesar Rp11,09 miliar.

Meskipun begitu, pendapatan ini meningkat berkat penajaman strategi bisnis BUKA. BUKA juga telah merampingkan bisnis non-inti, sehingga fokus pada efisiensi operasional dan profitabilitas. Hal ini berdampak pada pendapatan dan margin kontribusi dalam jangka pendek.

Sejumlah beban tampak mengalami penurunan pada 2024. Utamanya, beban pokok pendapatan masih mencetak rugi hingga Rp3,74 triliun. Walau rugi, tetapi beban ini turun 36,63% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp3,38 triliun. Beban pokok pendapatan ini berasal dari sejumlah lini. Paling tinggi yaitu lini O2O sebesar Rp1,92 triliun, marketplace Rp1,81 triliun. Sedangkan pada tahun 2023, lini O2O mencetak beban tertinggi sebesar Rp2,05 triliun, disusul marketplace Rp1.35 triliun dan pengadaan Rp10,28 miliar.

Berikutnya, beban penjualan dan pemasaran terbilang menurun pada 2024, sebesar Rp328,43 miliar. Pada 2023, beban tersebut sebesar Rp518,43 miliar. Beban pada tahun 2024 berasal dari saluran pembayaran sebesar 97,24 miliar, O2O sebesar Rp56,95 miliar, iklan daring sebesar Rp41,96 miiar, dan voucer sebesar Rp5,14 miliar. Namun, lini iklan luring dan lain-lain mengalami peningkatan, masing-masing Rp35,74 miliar dan Rp53,27 miliar.

Untuk beban umum dan administrasi, mayoritas mengalami kenaikan lantaran perseroan di 2024 mencetak beban senilai Rp1,45 triliun, lebih tinggi dari Rp1,34 triliun di tahun sebelumnya itu. Sementara pendapatan operasi lainnya - neto tercatat Rp92,8 miliar, sebelumnya Rp82,7 miliar. Terakhir, rugi nilai investasi - neto tercatat Rp1,54 triliun. Sedangkan, rugi nilai investasi di tahun sebelumnya senilai Rp1,22 triliun.

Beban-beban ini menghasilkan rugi usaha, yang mencetak rugi sebesar Rp2,51 triliun pada 2024. Rugi ini meningkat 18,06% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp2,12 triliun.

Soal aset, likuiditas, dan ekuitas, sebagian besar mengalami penurunan. Untuk aset, mengalami penurunan 5,09% menjadi Rp24,79 triliun, sementara ekuitas turun 6,44% menjadi Rp23,7 triliun. Namun, liabilitas BUKA justru naik 38,15% menjadi 1,09 triliun.

Ke depannya, BUKA akan tetap fokus pada empat segmen bisnis, yaitu Mitra Bukalapak, gaming, ritel, dan investment, dengan tetap menyesuaikan struktur pelaporan keuangan mulai kuartal I/2025.

“Seiring dengan masih berlangsungnya proses restrukturisasi yang diperkirakan akan selesai pada paruh pertama tahun 2025, kami berharap dapat melihat dampak penuh dari perbaikan ini setelahnya,” ujar CEO Bukalapak, Willix Halim dalam keterangan resmi di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (19/3/2025). (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag