MIND ID Membina UMK Pertanian, Dorong Produktivitas untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Foto: MIND ID
Foto: MIND ID

MIND ID terus memperkuat peran sektor pertanian dalam perekonomian nasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini bertujuan meningkatkan daya saing Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan di sektor pertanian agar lebih produktif dan berkelanjutan.

Corporate Secretary MIND ID, Heri Yusuf, menyampaikan bahwa pembinaan UMK pertanian telah selaras dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

MIND ID bersama seluruh anggota grupnya—PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk—berkomitmen mendukung para pelaku usaha pertanian dalam meningkatkan produktivitas, memperluas pangsa pasar, serta mencapai skala ekonomi yang lebih kompetitif.

"Produk UMK sektor pertanian menjadi salah satu prioritas kami. MIND ID akan terus konsisten mendukung program pemerintah agar kita bersama-sama dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045," ujar Heri dalam keterangan tertulis, Kamis (20/3/2025).

Salah satu inisiatif nyata yang telah berjalan adalah Program Budidaya Domba yang diinisiasi oleh Antam di Desa Cisarua. Program ini bukan sekadar usaha peternakan, tetapi juga bagian dari strategi ketahanan pangan berbasis komunitas.

Hingga kini, program tersebut telah membantu membuka lapangan kerja bagi masyarakat serta meningkatkan pendapatan puluhan peternak lokal dengan hasil produksi yang terus meningkat.

Di sisi lain, PT Timah mengembangkan Tanjung Ular Farm Estate, kawasan pertanian modern di Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Kawasan ini dirancang sebagai pusat pertanian terpadu yang mengombinasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem berkelanjutan. Hasil panennya telah diserap oleh pasar lokal, memberikan dampak positif terhadap lapangan kerja dan perekonomian masyarakat sekitar.

Selain itu, MIND ID juga berperan dalam mendorong pemberdayaan perempuan di sektor pertanian. PT Timah, misalnya, menginisiasi program hidroponik di Desa Sawang Laut, di mana kelompok perempuan dilatih untuk mengelola pertanian modern secara mandiri. Program ini telah membantu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk irigasi pertanian di Kabupaten Muara Enim. Berkat fasilitas ini, musim tanam di beberapa desa meningkat hingga tiga kali dalam setahun, dengan produksi gabah mencapai 14,9 ton pada 2023.

"Dengan berbagai program ini, MIND ID berupaya memastikan bahwa hilirisasi industri tambang tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi makro, tetapi juga pada penguatan UMK dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya," ungkap Heri. (*)

# Tag