Sst..., Ada Aksi Pembelian Saham Jumbo dari Direksi Bank Central Asia (BBCA), Tujuannya?

Sst..., Ada Aksi Pembelian Saham Jumbo dari Direksi Bank Central Asia (BBCA), Tujuannya?
Ilustrasi gedung PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) di Jakarta. Foto BCA

Sejumlah direksi dan komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melakukan transaksi pembelian saham pada 18 Maret 2025. Mereka yang terlibat antara lain Frengky Chandra Kusuma, Lianawaty Suwono, Jahja Setiaatmadja, Antonius Widodo Mulyono, Gregory Hendra Lembong, Djohan Emir Setijoso, Rudy Susanto, dan Tan Ho HIen (Subur Tan). Tujuan transaksi adalah untuk investasi, termasuk investasi jangka panjang.

Merangkum dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (20/3/2025), tercatat sejumlah direksi dan komisaris terlibat dalam transaksi pembelian BBCA.

Pertama, direktur Frengky Chandra Kusuma membeli 30 ribu lembar saham di harga Rp8.450 pada 18 Maret 2025. Porsi kepemilikan saham Frengky di BBCA bertambah menjadi 2,42 juta lembar saham atau bertambah 0,02%.

Masih pada hari yang sama, Frengky sebelumnya merogoh dananya untuk memborong 291.942 lembar saham di harga Rp8.975,05. Sehingga, Frengky memiliki 2,39 juta lembar saham atau bertambah menjadi 0,02%.

Kedua, direktur sekaligus direktur yang bertanggung jawab pada fungsi kepatuhan, Lianawaty Suwono, membeli 239.300 lembar saham di rentang harga Rp8.325 sampai Rp8.350. Masing-masing jumlah saham yaitu 119.800 lembar dan 119.500 lembar.

Kini, Lianawaty memiliki 2,84 juta lembar saham atau 0,02%. Sebelumnya, Ia memborong 336.432 lembar saham di harga Rp8.975,05. Saat itu, saham Lianawaty di BBCA bertambah menjadi 2,6 juta lembar saham.

Ketiga, Jahja Setiaatmadja selaku presiden direktur BCA, juga turut membeli 586 ribu lembar saham dengan rentang harga Rp8.350 sampai Rp8.500. Pada tanggal 18 Maret 2025, Jahja bertransaksi sebanyak 5 kali. Hasilnya, Jahja kini memiliki 38,8 juta lembar saham atau porsinya 0,029%.

Sejumlah direktur lainnya seperti Antonius Widodo Mulyono, Rudy Susanto, dan Subur Tan juga memborong ratusan ribu lembar saham.

Keempat, Antonius membeli 178.327 lembar di harga Rp8.975,05. Sehingga kini, Antonius memiliki 440.838 lembar saham BBCA.

Kelima, Rudy membelanjakan dananya untuk membeli 523.584 lembar saham di harga Rp8.975,05. Kini, Rudy memiliki 3,43 juta lembar saham BBCA atau 0,003%.

Keenam, Subur Tan membeli 458.872 lembar saham di harga Rp8.975,05. Subur kini memiliki 11,16 juta lembar saham atau 0,009%.

Ketujuh, presiden direktur BCA yang baru, Gregory Hendra Lembong atau kerap disapa Hendra Lembong juga turut membeli 553.735 lembar saham di harga Rp8.975,05. Kini, Hendra memiliki 1,53 juta lembar saham atau 0,001%.

Terakhir, Djohan Emir Setijoso selaku presiden komisaris BCA membeli 273.558 lembar saham di harga Rp8.975,05. Hasilnya, Djohan memiliki 107,09 lembar saham atau porsinya 0,087%. (*)

# Tag