Babak Baru Paradise Indonesia di Bawah Kepemimpinan Anthony P. Susilo
Di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan industri properti yang belum bergairah sepanjang tahun 2024, PT Indonesia Paradise Property Tbk. atau Paradise Indonesia, justru berhasil mencetak kinerja keuangan yang jempolan.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2024, emiten properti dengan kode saham INPP itu membukukan pendapatan usaha Rp 878 miliar atau tumbuh 6% year on year (YoY). Sementara, laba bersih mencapai Rp 342 miliar atau melonjak 121% secara tahunan.
Strategi utama INPP untuk mendorong pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan meliputi ekspansi strategis, optimalisasi recurring income, serta efisiensi operasional.
Sebagai pengembang properti yang dikenal dengan proyek-proyek ikonik di sektor komersial, perhotelan, dan penjualan properti, Paradise Indonesia mampu menjaga pertumbuhan bisnisnya hingga sekarang.
Lebih dari itu, pengembangan proyek properti dan gaya hidup ikonik INPP terus berlanjut hingga sekarang. Portofolionya, yang mencapai sekitar 25 properti seperti hotel, pusat perbelanjaan, apartemen, hingga properti mixed-use, antara lain telah hadir di Jakarta, Bali, Batam, Bandung, Yogyakarta, Makassar, dan Semarang.
Nah, sosok di balik kesuksesan sepak terjang INPP tersebut salah satunya adalah Anthony Prabowo Susilo. Sebagai profesional, dia bergabung dengan jajaran direksi jajaran direksi perseroan sejak tahun 2016. Lalu tahun 2019, ia dipercaya sebagai Wakil Presiden Direktur dan pada tahun 2020 diangkat sebagai Presiden Direktur INPP.
Sebelum berkarier di INPP, Anthony pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Quvat Capital Partners Ltd. (2008-2015). Selama kariernya di bidang private equity, dia berinvestasi dalam berbagai industri, juga memegang jabatan manajerial di Blitz-CGV Cinemas (2013-2015), PT Cardig Air (2008-2015), PT Nusantara Steelmills Indonesia (2012-2015), serta PT Sitasa Energi (2013-2015).
Bagi Anthony, pengusaha Boyke Gozali memiliki peran penting dalam membangun fondasi INPP yang kokoh sejak didirikan tahun 1996. Hubungan kerja yang solid di antara keduanya didasarkan pada visi dan misi yang kuat untuk menjadikan INPP sebagai pemimpin di industri properti Indonesia.
Agar tetap relevan dan unggul di pasar, INPP memperkuat diversifikasi portofolio dengan mengembangkan proyek-proyek strategis, seperti kerjasama dengan Hankyu Hanshin Properties dalam mengelola proyek komersial di Bali.
Selain itu, terus mengedepankan inovasi dan kreativitas agar dapat beradaptasi dengan segala kondisi zaman, memastikan pengalaman pelanggan yang optimal, dan mempertahankan posisi kompetitif di industri properti Indonesia.
Tentu saja, masa regenerasi, transisi, rejuvenasi, dan transformasi ini tidak mudah bagi seorang pemimpin dengan pola pikir dan habit tertentu. “Namun, menurut saya, perubahan itu tidaklah impossible. People are also capable for a great change. Once they realize the need, the urgency, the market, and the product is there,” tutur Anthony tentang filosofi leadership-nya.
Dari puluhan propertinya, INPP memiliki sejumlah properti ikonik. Nah, kunci dalam menciptakan properti-properti ikonik ini, menurut Anthony, ada beberapa faktor. Sebut saja, keunikan konsep, lokasi strategis, serta desain yang inovatif menjadi faktor utama dalam menciptakan properti ikonik.
Perusahaan ini juga menerapkan manajemen proyek yang efektif serta berkolaborasi dengan arsitek dan mitra bisnis terbaik untuk merealisasi visi tersebut.
Pengelolaan diversifikasi portofolio perusahaan yang terdiri dari hotel, komersial, dan residensial dengan berbagai brand tersebut dilakukan melalui kerjasama kolektif yang berkesinambungan.
Di bawah kepemimpinan sebelumnya, Presiden Direktur & CEO INPP terdahulu, Agoes Soelistyo Santoso sebagai Co-Founder INPP (sekaligus Komisaris INPP sejak 2020), perusahaan ini telah berhasil mengembangkan portofolio yang mencakup hotel dan pusat perbelanjaan.
“Melanjutkan fondasi yang telah dibangun, kami menambahkan properti hunian mewah, seperti peluncuran apartemen mewah kedua yang menunjukkan diversifikasi bisnis dari properti komersial ke sektor residensial,” kata Anthony, peraih gelar Bachelor of Science bidang Business Administration Jurusan Keuangan dan Akuntansi dari Georgetown University, Washington D.C., Amerika Serikat.
Pendekatan berbasis data diterapkan untuk memastikan keseimbangan investasi di sektor hotel, komersial, dan residensial. Pengelolaan risiko dan inovasi berkelanjutan tetap menjadi kunci utama dalam mempertahankan pertumbuhan perusahaan. Dengan demikian, INPP terus beradaptasi dengan dinamika pasar dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara optimal.
Contohnya, untuk bisnis perhotelan, INPP memiliki beberapa merek hotel, mulai dari bintang 2 hingga bintang 5. Perusahaan ini memilih merek hotel berdasarkan segmentasi pasar, lokasi strategis, dan tren industri terkini. Pengelolaan dilakukan melalui standar operasional yang ketat serta kerjasama dengan operator hotel internasional dan lokal untuk memastikan kualitas layanan terbaik.
Di Bali, INPP memiliki dan mengoperasikan berbagai properti, antara lain Beachwalk Shopping Center, Sheraton Bali Kuta Resort, Aloft Bali Kuta at Beachwalk, Yello Kuta Beachwalk, dan Beachwalk Residence. Selain itu, ada juga Harris Hotel Kuta Tuban dan Maison Aurelia Sanur.
“Kami juga menyadari dinamika pasar, seperti over supply kamar hotel di beberapa lokasi di Bali, yang dapat memengaruhi tingkat hunian. Untuk mengatasi hal ini, kami berkomitmen meningkatkan kualitas produk dan layanan agar tetap menjadi pilihan utama di antara para pesaing,” kata Anthony.
Langkah-langkah yang diambil, dia mengungkapkan, meliputi penyesuaian produk dengan tren pasar saat ini dan renovasi berkala, bahkan selama masa pandemi, untuk memastikan standar terbaik. Dengan pendekatan ini, INPP memastikan setiap merek dalam portofolionya memiliki daya tarik unik dan mampu memenuhi ekspektasi pasar yang beragam.
Dalam memastikan operasional perusahaan yang efisien di berbagai lokasi, INPP mengadopsi sistem manajemen berbasis teknologi yang memungkinkan pemantauan dan pengelolaan properti secara real time.
Selain itu, juga membentuk tim regional yang kuat dan memahami karakteristik lokal untuk memastikan setiap properti dikelola sesuai standar perusahaan. Pendekatan ini memungkinkan INPP mengatasi tantangan geografis dan memastikan kualitas layanan yang konsisten di seluruh unit bisnis.
Pada 5-10 tahun mendatang, INPP berkomitmen memperkuat pertumbuhan berkelanjutan melalui beberapa strategi utama. Apa saja?
Pertama, ekspansi geografis dan diversifikasi portofolio.
Kedua, penerapan teknologi dan digitalisasi.
Ketiga, pengenalan konsep properti inovatif dan berkelanjutan, seperti pengembangan ruang terbuka hijau dan fasilitas ramah lingkungan dalam proyek-proyek mendatang.
“Kami menargetkan pertumbuhan aset sebesar 10%-15% setiap tahunnya dalam jangka waktu lima tahun mendatang. Untuk mencapai hal ini, perusahaan akan terus mengembangkan proyek-proyek baru dan meningkatkan kinerja operasional di seluruh unit bisnis," katanya.
"Dengan strategi-strategi tersebut, kami optimistis dapat memanfaatkan peluang investasi yang terus berkembang dan memenuhi kebutuhan pasar properti di Indonesia,” Anthony menutup. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.