Hyundai-PLN Saling Berkolaborasi Memudahkan Pemudik Mobil Listrik di Jalur Trans Sumatera dan Jawa

null
SPKLU Hyundai (Foto : Hyundai Gowa)

Keresahan pemudik listrik tentang kehabisan daya di jalan tol mulai terjawab. Kolaborasi strategis Hyundai dan PLN dalam membangun 1.000 SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di 615 titik sepanjang jalur Trans Sumatera dan Jawa telah mengubah perjalanan mudik ramah lingkungan dari mimpi menjadi nyata.

Dari rest area tol hingga pusat kota transit, jaringan SPKLU ini dirancang untuk memastikan pemudik listrik tak lagi terjebak range anxiety. Di jalur padat seperti Tol Cipularang dan Jakarta-Cikampek, stasiun pengisian tersedia setiap 30 km, sementara di Trans Sumatera, SPKLU hadir tiap 50-70 km—jarak yang ideal untuk mengisi daya sambil beristirahat.

Teknologi Vehicle-to-Vehicle (V2V) Fast Charging milik Hyundai menjadi solusi darurat di area terpencil. Fitur ini memungkinkan mobil listrik saling berbagi daya hingga 10 kWh dalam 15 menit, cukup untuk mencapai SPKLU terdekat. “Kami ingin pemudik merasa aman, bahkan di daerah yang infrastrukturnya masih berkembang,” ujar Widi Mulyadi, Aftersales Manager Hyundai Gowa dalam siaran resmi di Jakarta, Jumat (21/3/2025).

Dukungan ini diperkuat oleh peta digital interaktif di situs Hyundai Gowa yang menampilkan rute optimal beserta lokasi SPKLU. Contohnya, rute Jakarta-Palembang (500 km) hanya perlu 1-2 kali isi daya untuk Hyundai IONIQ 5 dengan jarak tempuh 480 km per charge.

Kisah sukses datang dari Andika Pratama, yang tahun lalu menempuh 780 km dari Jakarta ke Surabaya dengan Ioniq 5. “Saya charge di rest area sambil istirahat 20 menit. Lebih cepat ketimbang antre BBM,” ujarnya. Pengalaman serupa diungkap Rina Dewi, yang mudik ke Bandung dengan Hyundai Kona Electric. “Baterai masih tersisa 30% sampai tujuan. Saya isi daya di diler Hyundai sambal silaturahmi,” katanya.

Di balik layar, teknologi Hyundai Bluelink berperan sebagai penjaga tak terlihat. Fitur Automatic Collision Notification-nya langsung mengirim sinyal ke call center Hyundai jika terjadi kecelakaan, memastikan tim darurat—termasuk derek listrik—segera dikirim. Tak hanya itu, Hyundai Gowa menyiagakan bengkel 24 jam di Sunset Road Bali dan 7 kota lain selama libur Lebaran, dengan teknisi khusus EV yang mampu menangani perbaikan minor di lokasi.

Kolaborasi ini juga menjadi batu loncatan menuju target Indonesia bebas emisi 2060. Tahun depan, Hyundai dan PLN berencana menambah 500 SPKLU di jalur Trans Kalimantan dan Sulawesi. Bagi pemudik 2025, pesannya jelas, dengan 1.000 SPKLU, dukungan teknologi canggih, dan layanan darurat 24 jam, mengendarai mobil listrik tak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga menjanjikan perjalanan yang lebih efisien, aman, dan penuh cerita. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag