Laba Bersih Dyandra (DYAN) Naik 31%, Pendapatan Lini Bisnis EO Berkontribusi 75% dari Omset

null
Foto : Vicky Rachman/SWA.

PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) mencatatkan pendapatan di 2024 sebesar Rp1,45 triliun atau tumbuh sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp1,329 triliun. Laba bersih DYAN tumbuh 31%, menjadi Rp91,6 miliar dari Rp70,1 miliar.

Direktur Utama DYAN, Daswar Marpaung, mengatakan peningkatan pendapatan dan laba bersih ditopang oleh permintaan pasar industri MICE (meeting, incentive, convention & exhibition) yang tumbuh positif sepanjang tahun 2024.

Perseroan terus berupaya mengembangkan IP Event yang berkelanjutan, memperluas segmen pasar baru dan fokus dengan penyelenggaraan event berskala besar dan bertaraf nasional maupun internasional baik yang diselenggarakan oleh korporat, asosiasi maupun pemerintahan.

"Perseroan juga berharap pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 tidak melambat serta kebijakan yang pro industri sehingga sektor industri MICE memiliki peluang untuk terus tumbuh dan berkontribusi signifikan terhadap industri pariwisata di Indonesia," ucap Daswar pada keterangan tertulisnya yang dikutip pada Minggu (23/3/2025).

Dyandra, yang bergerak di industri MICE melalui 4 bisnis unitnya itu, tertopang oleh pendapatan dari dari bisnis event dan exhibition organizer (EO) senilai Rp1,11 triliun atau sebesar 75% dari total pendapatan perseroan.

Pendapatan terbesar kedua dari bisnis convention & exhibition hall senilai Rp243,2 miliar atau berkontribusi sebesar 16%. Kemudian pendapatan dari bisnis pendukung event senilai Rp66,1 miliar atau sebesar 5% dan pendapatan dari bisnis hotel senilai Rp61,6 miliar atau sebesar 4%.

Sedangkan untuk gross profit margin melonjak sebesar 21% atau menjadi senilai Rp475,4 miliar. Laba operasional atau operating profit melejit 51%, menjadi Rp130,6 miliar. EBITDA DYAN juga tumbuh 18% atau menjadi sebesar Rp206,5 miliar.

Hingga akhir 2024, aset DYAN tercatat Rp1,212 triliun yang terdiri dari aset lancar senilai Rp549,5 miliar dan aset tidak lancar senilai Rp662,5 miliar jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2023, total aset DYAN senilai Rp1,204 triliun. Sedangkan total liabilitas mengalami penurunan 13% menjadi Rp530 miliar. Harga saham DYAN sejak awal tahun ini hingga 21 Maret 2025 masih terkoreksi sebesar 6,67% atau menjadi Rp84. (*)

# Tag