IHSG Untuk Pertama Kalinya di Bawah 6.200 Poin Sejak September 2021

IHSG Untuk Pertama Kalinya di Bawah 6.200 Poin Sejak September 2021

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini ditutup melemah sebesar 1,2% dan bertengger pada level 6.161,2 poin. Ini merupakan level terendah sejak bulan September 2021. Masih sulit hingga saat ini untuk melihat pola pergerakan pasar saham. Kemarin saham-saham yang memberi kontribusi terbesar terhadap pelemahan IHSG adalah AMMN, BREN, dan BBRI, yang masing-masing melemah 13,2%, 8,8%, dan 2,4%. Sebagai informasi, saham BREN juga merupakan kontributor terbesar pelemahan IHSG sepanjang tahun 2025 ini.

Investor asing kembali mencatatkan net outflow pada perdagangan awal pekan ini yaitu Rp160,8miliar. Saham BBRI menjadi salah satu yang mengalami tekanan jual investor asing kemarin, sedangkan BMRI sudah mulai mengalami net inflow. Rully Arya Wisnubroto, periset di PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan pasar keuangan Indonesia dan beberapa negara lainnya di ASEAN seperti Malaysia, saat ini masih belum memiliki daya tarik yang tinggi, khususnya di pasar saham karena ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang cenderung stagnan tahun ini. Investor asing saat ini juga telah meninggalkan pasar saham AS, yang menyebabkan indeks Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq melemah tahun ini.

"Saat ini kami merasa masih sulit IHSG untuk menguat mendekati level 7.000. Kami merasa bahwa selama semester pertama di tahun ini obligasi pemerintah Indonesia masih memiliki prospek yang lebih baik, dengan masih tingginya minat investor asing, terbukanya kemungkinan penurunan BI rate dalam beberapa bulan ke depan, serta inflasi yang masih stabil," ujar Rully pada risetnya di Jakarta, Selasa (25/3/2025).

Tasrul Tanar, analis Mirae Sekuritas Indonesia, menyampaikan level IHSG pada perdagangan hari ini di rentang 6.133 – 6.228 poin. "Critical level di 5.950 poin. IHSG diperkirakan sementara akan coba test resistance terdekat pada downtrend jangka menengah yang relatif kuat," ucapnya. Berikut rekomendasi saham di hari ini;

- BRMS Rp318 (-6.47%), trading buy ,target harga Rp404 (+27.04%), daily trading range Rp310 – 330. Cut loss level di Rp300. Harga koreksi terbatas pada downtrend jangka panjang pada pergerakan harian yang relatif kuat (r-squared = 0.7550) selama 222 hari perdagangan terakhir. Indikator MFI optimized,indikator RSI optimized, dan indikator W%R optimized dan indikator CMO optimized masih cenderung bergerak turun namun mulai terbatas. Harga saat ini di bawah lower band pada Bollinger Bands optimized. Rata-rata volume sisi demand di atas rata-rata volume sisi supply, asing net buy dengan sebaran volume terbanyak dari sisi demand dan supply di atasnya.

- JPFA Rp1,980 (+0.00%), trading buy, target harga Rp2,140 (+8.08%), daily trading range Rp1.920 – 2.000. Cut loss level di Rp1.880. Harga coba bergerak naik pada uptrend channnel jangka panjang pada pergerakan harian yang relatif kuat (r-squared = 0.9161) sejak 290 hari perdagangan terakhir Indikator MFI optimized masih cenderung naik, sementara indikator RSI optimized,indikator W%R optimized dan indikator CMO optimized sudah berada di oversold area dan harga masih di bawah center line pada Bollinger Bands optimized Rata-rata volume sisi demand di bawah rata-rata volume sisi supply, asing net buy dengan sebaran volume terbanyak dari sisi demand berada di bawah dan supply di atas level harga saat ini.

- BBNI Rp 3.720 (-1.33%), trading buy, target harga Rp4.380 (+17.74%), daily trading range Rp3.650-3.780. Cut loss level di Rp3.600. Koreksi harga mulai terbatas pada downtrend channel jangka menengah pada pergerakan harian yang relatif kuat (r-squared = 0.8250) selama 134 hari perdagangan terakhir. Indikator MFI optimized,indikator RSI optimized ,indikator W%R optimized, indikator CMO optimized masih sudah berada di oversold area. Harga di bawah lower band pada Bollinger Bands optimized. Rata-rata volume transaksi sisi demand di bawah rata-rata sisi supply dan asing net sell dengan sebaran volume terbanyak dari sisi demand dan sisi supply diatas level saat ini.(*)

# Tag