Tips Belanja Online Aman di Media Sosial Saat Lebaran

Menjelang Lebaran, tren belanja daring cenderung meningkat. Hal ini menjadi peluang bagi para pelaku bisnis untuk memaksimalkan usahanya, sementara konsumen juga cenderung meningkatkan pola konsumsi, tidak terkecuali di Indonesia.
Namun, tren ini juga diiringi dengan risiko keamanan. Data terbaru Kaspersky menunjukkan bahwa pengguna TikTok kini menjadi sasaran penipuan. Penipu membuat halaman TikTok Shop palsu untuk mencuri kredensial penjual, yang berpotensi menimbulkan kerugian baik secara reputasi maupun finansial. Skema penipuan ini juga menyasar pengguna di Indonesia.
Selain itu, pada tahun 2024, teknologi anti-phishing Kaspersky mendeteksi lebih dari 8 juta upaya phishing yang menargetkan pengguna di Indonesia. Sebanyak 8.199.021 deteksi phishing berhasil dicegah oleh Kaspersky sepanjang tahun 2024 di dalam negeri.
Yeo Siang Tiong, General Manager Asia Tenggara di Kaspersky, menggambarkan bahwa era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk metode berbelanja. Saat ini, masyarakat tidak hanya berbelanja di toko fisik atau pasar tradisional, tetapi juga melalui media sosial.
“Kami mengapresiasi pemerintah dalam negeri yang juga memprioritaskan pemantauan tren e-commerce ini. Belanja online dan pembayaran elektronik menjadi bagian penting dari aktivitas perayaan populer. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat Indonesia untuk waspada, terutama terhadap pengumuman penjualan yang disampaikan melalui email, pesan teks, postingan media sosial, atau bahkan panggilan telepon. Ancaman dapat datang dari mana saja, tetapi kita dapat melindungi diri dengan kewaspadaan dan solusi keamanan yang kuat yang terpasang di perangkat kita,” kata Yeo dalam keterangan tertulis, Selasa (25/3/2025).
Agar terhindar dari penipuan phishing saat berbelanja daring menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kaspersky menyarankan beberapa langkah pencegahan berikut:
-
Jangan mengklik tautan mencurigakan yang dikirim melalui media sosial, pesan teks, SMS, aplikasi perpesanan, atau platform lainnya.
-
Kenali saluran komunikasi resmi bank digital yang digunakan. Pastikan Anda mengetahui media sosial, situs web, email, dan WhatsApp resmi dari bank terkait untuk menghindari penipuan yang meniru bank tersebut.
-
Berbelanja hanya di situs yang aman. Periksa apakah alamat URL dimulai dengan "https://" dan bukan "http://". Pastikan juga ada ikon gembok tertutup pada bilah alamat peramban web, yang jika diklik akan menampilkan detail keamanan situs tersebut.
-
Kelola dan lindungi kata sandi daring. Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun daring guna meningkatkan keamanan. Anda juga bisa menggunakan pengelola kata sandi untuk membantu menyimpan kata sandi secara aman.
-
Berhati-hati terhadap informasi yang diminta. Jangan memberikan informasi lebih dari yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi. Hindari membagikan informasi pribadi melalui telepon, kecuali Anda yang melakukan panggilan, dan jangan pernah menanggapi permintaan informasi pribadi yang tidak diminta, terutama kata sandi, nomor kartu kredit, atau rekening bank.
-
Gunakan VPN saat berbelanja daring melalui Wi-Fi publik. Sebelum melakukan transaksi, pastikan Anda sudah memasang solusi VPN (jaringan pribadi virtual) untuk melindungi data pribadi.
-
Cetak dan simpan catatan transaksi daring. Periksa setiap laporan transaksi dengan cermat dan segera laporkan jika menemukan tagihan yang tidak sah atau mencurigakan.
-
Gunakan solusi keamanan yang komprehensif. Perangkat lunak keamanan siber yang andal, seperti Kaspersky Premium, dapat membantu memblokir situs phishing dan mencegah infeksi malware.
Dengan meningkatnya tren belanja daring menjelang Lebaran, kewaspadaan dalam menjaga keamanan data pribadi menjadi semakin penting. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, konsumen dapat berbelanja dengan lebih aman dan nyaman tanpa harus khawatir menjadi korban penipuan daring. (*)