Betty Goenawan: Memimpin Transformasi Berbasis Budaya Perusahaan
Di antara pemenang Best CEO tahun ini, Betty Goenawan, CEO PT OCBC Sekuritas Indonesia, memang punya leadership menonjol dibandingkan peserta lain. Betty layak mendapatkan penghargaan khusus sebagai Best CEO in Developing Corporate Culture.
Wanita yang menjadi Presiden Direktur OCBC Sekuritas Indonesia sejak April 2022 ini melakukan sejumlah gebrakan sejak memimpin. Bukan sekadar tentang strategi bisnis, tetapi, yang lebih mendasar, bagaimana membentuk budaya perusahaan agar lebih kompetitif dan dinamis.
Salah satu hal menonjol yang ia lakukan ialah di bidang pengembangan karyawan. Di OCBC Sekuritas Indonesia, pelatihan dan pengembangan bukanlah sekadar program rutin.
Betty dan timnya menerapkan filosofi “everyone is a leader.” Menurut wanita yang sebelumnya mengepalai Divisi Transformasi Bisnis ini, setiap individu didorong untuk memiliki jiwa kepemimpinan, baik dalam mengelola tim maupun dalam menata dirinya sendiri.
Ia membuat kebijakan yang mewajibkan karyawan mengikuti setidaknya 20 jam pelatihan setiap tahun, guna memastikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk tumbuh.
Program PTOS Training Program, yang dirancang untuk mengasah keterampilan teknis dan kepemimpinan, menjadi bukti konkret bagaimana ia menanamkan budaya continuous learning di perusahaan ini.
Tak hanya itu, di dunia sekuritas yang lanskapnya berubah dan persaingannya makin ketat, memang makin banyak muncul tantangan baru, termasuk ancaman keamanan siber dan utilisasi teknologi.
Betty melihat kenyataan tersebut. Teknologi dan digitalisasi, yang awalnya dipandang sebagai tantangan, justru dijadikan senjata utama OCBC Sekuritas untuk membangun keunggulan kompetitif.
Bersama timnya, ia mengembangkan platform trading baru dengan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI), sekaligus memperkuat sistem keamanan siber untuk melindungi nasabah dan perusahaan.
Betty mengandalkan empat peran esensial dalam kepemimpinan: membangun kepercayaan, menciptakan visi, mengeksekusi strategi, dan melatih tim. “Kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa diminta, tetapi harus dibangun melalui integritas dan transparansi,” ia menjelaskan prinsipnya.
Ia memastikan setiap keputusan yang diambil —dari strategi bisnis hingga kebijakan internal— selalu dikomunikasikan secara jelas dan terbuka. Dengan pendekatan ini, loyalitas karyawan meningkat, menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan inovatif.
Visi yang jelas juga menjadi fondasi kepemimpinannya. Baginya, karyawan tidak hanya perlu tahu apa yang mereka lakukan, tetapi juga mengapa mereka melakukannya. Ia tidak ingin timnya bekerja sekadar menjalankan rutinitas.
Setiap individu di OCBC Sekuritas harus memahami bagaimana kontribusi mereka berdampak pada tujuan besar perusahaan. Dengan pendekatan ini, Betty berhasil membangun semangat kerja yang lebih dari sekadar pencapaian angka, melainkan bagaimana setiap individu merasa memiliki andil dalam pertumbuhan perusahaan.
Betty pun mendorong timnya agar mampu mengubah strategi menjadi tindakan nyata. Ia memastikan bahwa setiap inovasi yang dirancang tidak berhenti di meja perencanaan.
Dengan pengambilan keputusan berbasis data serta monitoring berkala, Betty memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memiliki dampak yang terukur. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi operasional OCBC Sekuritas, sekaligus mengurangi risiko yang kerap menghantui industri sekuritas.
Agar tetap relevan di pasar yang cepat berubah, Betty mendorong OCBC Sekuritas selalu menyusun dan menyesuaikan strategi bisnis dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis data analitik.
Penyusunan dan penyesuaian strategi tersebut dilakukan melalui beberapa tahap, seperti analisis tren pasar pada industri pasar modal dan analisis perilaku konsumen, kemudian juga dilakukan evaluasi bisnis secara berkala untuk mengetahui kinerja perusahaan.
Bagi wanita yang pernah berkarier di Barclays ini, pelatihan karyawan bukanlah sekadar investasi dalam sumber daya manusia, tetapi juga merupakan hal fundamental dalam keberlanjutan perusahaan. Sebab itu, ia secara aktif terlibat dalam mentoring dan coaching, tidak hanya untuk jajaran manajerial, tetapi juga untuk setiap individu yang ingin berkembang.
Dengan pendekatan ini, OCBC Sekuritas tidak hanya tumbuh sebagai perusahaan, tetapi juga sebagai institusi yang mencetak pemimpin-pemimpin masa depan.
Untuk mengomunikasikan visi perubahan yang ia kembangkan, tidak hanya secara berkala melalui internal meeting dan townhall, ia berusaha memberikan contoh nyata dalam keseharian kerja.
Tujuannya, karyawan mendapatkan contoh nyata dalam mencapai tujuan utama dari visi dan misi perusahaan. Ia berusaha menciptakan pemimpin sebagai role model, yang harus menunjukkan sikap terbuka terhadap ide-ide baru.
Ia juga memberikan ruang bagi karyawan untuk bereksperimen tanpa takut gagal, tapi tentunya tetap melalui asesmen yang terukur serta risiko yang terukur. Adanya role model dan lingkungan kerja yang mendukung kreativitas tentu akan mendorong seluruh karyawan dari segala level dapat terlibat dalam proses inovasi dan dapat memberikan ide tanpa rasa takut.
Pengembangan karyawan juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dinamika bisnis dan pasar yang berubah begitu cepat sehingga bisa mengoptimalkan kinerja dan hasil bisnis. Metode yang digunakan ialah continuous improvement dan continuous learning.
Melalui sejumlah program, karyawan didorong untuk terus berkembang. Mulai dari mengikuti pelatihan, workshop, mentoring, dan coaching dengan kepala bagian maupun top management, hingga mendapatkan berbagai sertifikasi yang diperlukan sebagai sarana penunjang pekerjaannya.
Betty pun mengedepankan adaptability, resilience, dan agility, serta menanamkan satu nilai utama dalam organisasinya: trust. Kepercayaan kepada tim, kepercayaan kepada proses, dan yang terpenting, kepercayaan kepada diri sendiri bahwa tantangan apa pun dapat dihadapi dengan kesiapan yang tepat.
Keterlibatan karyawan tentu diperlukan dengan adanya transparansi serta feedback yang berkelanjutan. Ini agar tujuan utama perusahaan dapat tetap relevan di tengah pasar yang berubah secara dinamis dapat tercapai.
Yang pasti, dampak dari kepemimpinan lulusan Akuntansi Universitas Trisakti ini sangat terasa di OCBC Sekuritas Indonesia. Budaya inovasi yang ia tanamkan mendorong lahirnya solusi-solusi baru, sementara sistem pengambilan keputusan yang berbasis data memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memiliki dasar yang kuat.
Ia juga memahami bahwa kesuksesan perusahaan tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari bagaimana orang-orang di dalamnya berkembang dan berkontribusi. Kita tunggu saja terobosan Betty berikutnya! (*)