Astra Agro Lestari (AALI) Fokuskan Diri ke Program Ketahanan Pangan, untuk Apa?

Astra Agro Lestari (AALI) Fokuskan Diri ke Program Ketahanan Pangan, untuk Apa?
Suasana gerbang depan kantor PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Foto Astra Agro Lestari

Emiten barang konsumen primer yang bergerak di bidang perkebunan sawit, Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berencana untuk fokus terhadap program ketahanan pangan. Upaya ini diwujudkan melalui penanaman kembali dengan bibit unggul, seperti padi dan jagung untuk swasembada pangan.

Saat ini, peremajaan kebun dengan penggunaan bibit unggul telah melalui riset dan pengembangan perusahaan. AALI menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta sejumlah universitas dalam negeri dan luar negeri dalam pengembangan bibit sawit tersebut.

Hasilnya, AALI meluncurkan tiga varietas unggul tanaman bernama AAL Nirmala, AAL Sejahtera, dan AAL Lestari, dengan menggandeng University of Potsdam Jerman, University of Newcastle Inggris, dan universitas lainnya di Indonesia.

Menurut Sekretaris Perusahaan Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo, perusahaan berfokus untuk meningkatkan produktivitas kebun dan memenuhi permintaan pasar ketika produksi CPO nasional mengalami stagnasi. Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi CPO nasional terkoreksi 3,8% secara tahunan menjadi 48,16 juta ton.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga kinerja keuangan yang sehat sekaligus menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan,” ujar Tingning dalam keterangan resmi pada 23 Maret 2025.

Menurut laporan keuangan tahunan 2024, dari segi kinerja keuangan, AALI menorehkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp1,14 triliun, meningkat 8,67% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp1,05 triliun.

Dari segi pendapatan, turut meningkat 5,15% menjadi Rp21,81 triliun, dari tahun sebelumnya Rp20,74 triliun. Pendapatan itu ditopang dari lini produk minyak sawit mentah dan turunannya sebesar Rp20,18 triliun, tahun sebelumnya Rp19,22 triliun.

Kemudian inti sawit dan turunannya sebesar Rp1,62 triliun, sebelumnya Rp1,5 triliun. Serta produk lainnya sebesar Rp11,36 miliar, menurun dari tahun sebelumnya sebesar Rp21,72 miliar. (*)

# Tag