Grab Salurkan Bonus Hari Raya Mitra Pengemudi. Ini Skemanya!

null

Grab Indonesia telah menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) kepada hampir setengah juta Mitra Pengemudinya yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Grab pun menjelaskan mekanisme penyaluran BHR yang telah dibagikan pada 24 Maret 2025 bagi Mitra Pengemudi ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam ekosistem Grab.

Perusahaan memahami besarnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat terkait kesejahteraan mitra, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Skema pemberian BHR ini merujuk pada imbauan presiden yang disampaikan dalam pertemuan di Istana Negara pada 10 Maret 2025, yang turut dihadiri oleh Anthony Tan, Group CEO & Co-Founder Grab. Dalam kesempatan tersebut, presiden menyoroti pentingnya apresiasi terhadap mitra yang aktif bekerja.

Sejalan dengan itu, Grab menerapkan mekanisme penyaluran BHR yang didasarkan pada tingkat keaktifan kerja Mitra Pengemudi. Selain keaktifan, besaran BHR juga bergantung pada kemampuan finansial perusahaan agar keseimbangan antara apresiasi bagi mitra dan keberlanjutan ekosistem Grab tetap terjaga.

Dalam penerapannya, Grab membagi penerima BHR ke dalam empat tingkatan berdasarkan tingkat keaktifan dan kontribusi mitra. Tingkatan pertama adalah Mitra Jawara, yakni mitra yang paling aktif dan memiliki kinerja terbaik secara konsisten selama 12 bulan terakhir. Dalam kategori ini, Mitra Jawara Teladan mendapatkan nominal BHR tertinggi, yaitu Rp 1.600.000 untuk Mitra Roda 4 dan Rp 850.000 untuk Mitra Roda 2.

Sementara itu, tingkatan kedua hingga keempat, yaitu Mitra Ksatria, Mitra Pejuang, dan Anggota, merupakan inisiatif tambahan dari Grab dalam semangat berbagi menyambut Idulfitri.

Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, mengungkapkan, Grab telah berupaya memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan finansial perusahaan. “Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan keseimbangan antara memberikan apresiasi kepada Mitra Pengemudi dan memastikan keberlanjutan ekosistem Grab di Indonesia ke depannya,” ujar Tirza. Lebih dari sekadar nominal, Grab berharap bahwa BHR dapat dipandang sebagai bentuk dukungan bagi para mitra pada momen penting seperti Hari Raya Idulfitri.

Grab juga menjelaskan, BHR berbeda dengan Tunjangan Hari Raya (THR) yang umumnya diberikan kepada pekerja sektor formal. Sebagai perusahaan berbasis platform, Grab beroperasi dalam model kemitraan, sehingga Mitra Pengemudi bukan merupakan karyawan tetap, melainkan mitra independen yang memiliki fleksibilitas dalam bekerja. Oleh karena itu, BHR bukan merupakan manfaat rutin tahunan yang wajib diberikan, melainkan langkah ekstra yang diambil oleh perusahaan sebagai bentuk apresiasi tambahan kepada mitranya.

Dalam pelaksanaannya, Grab memastikan, bonus yang diberikan dapat tepat sasaran dan mendukung Mitra Pengemudi yang aktif berkontribusi dalam ekosistem Grab. “Grab memastikan bahwa bonus yang diberikan dapat tepat sasaran dan mendukung Mitra Pengemudi yang secara aktif berkontribusi dalam ekosistem kami. Hal ini juga sejalan dengan komitmen kami dalam menjaga kualitas layanan bagi pengguna serta menciptakan ekosistem yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh Mitra Pengemudi,” lanjut Tirza.

Namun, apabila terdapat tuntutan agar BHR diberikan kepada seluruh Mitra Pengemudi tanpa pengecualian, Grab menyatakan bahwa hal tersebut tidak dapat dipenuhi, karena skema ini telah dirancang agar sesuai dengan kriteria tertentu yang bertujuan untuk menyalurkan bonus secara tepat sasaran.

Selain memberikan apresiasi kepada mitra, Grab juga berperan dalam menyediakan peluang kemitraan yang memungkinkan fleksibilitas kerja bagi banyak orang, termasuk mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Saat ini, lebih dari 50% Mitra Pengemudi Grab tidak memiliki pekerjaan tetap. Dengan adanya kemitraan ini, Grab berharap dapat membantu Mitra Pengemudi untuk tetap memiliki penghasilan di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Grab berterima kasih atas berbagai masukan yang diberikan oleh mitra, pemerintah, serta masyarakat luas. Perusahaan berkomitmen untuk terus mengevaluasi kebijakan yang diterapkan agar tetap adil dan berkelanjutan bagi seluruh ekosistem Grab di Indonesia.(*)

# Tag