Tempo Inti Media (TMPO) Cetak Laba Bersih Rp1,66 Miliar pada 2024, Pendapatan Naik 17,07%

Tempo Inti Media (TMPO) Cetak Laba Bersih Rp1,66 Miliar pada 2024, Pendapatan Naik 17,07%
Suasana kantor pusat Tempo Inti Media Tbk (TMPO) di Jakarta. Foto Tempo Inti Media

Emiten barang konsumen non-primer yang bergerak di usaha media dan percetakan, Tempo Inti Media Tbk (TMPO) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp1,66 miliar pada 2024. Laba bersih ini meningkat 83,35% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp905,86 juta.

Peningkatan ini tak bisa dilepaskan dari kinerja perusahaan. Pendapatan TMPO meningkat 17,07% menjadi Rp253,78 miliar, sebelumnya sebesar Rp216,76 miliar. Tiga terbesar kontributor pendapatan TMPO adalah lini majalah dan iklan majalah sebesar Rp123,49 miliar, meningkat tipis 1,87% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp121,22 miliar.

Kemudian, barang cetakan sebesar Rp83,48 miliar, meningkat 84,14% dari sebelumnya sebesar Rp45,33 miliar. Terakhir, jasa penyelenggara acara sebesar Rp15,22 miliar, turun 21,83% dibanding sebelumnya sebesar Rp19,47 miliar.

Pos lain yang mendukung kenaikan pendapatan TMPO yaitu rombak media, jasa rumah kreatif, koran dan iklan koran, Tempo TV, sewa, dan kertas. Bila dirinci lanjut, terdapat sejumlah kenaikan dan penurunan pendapatan dari pos-pos ini.

Pertama, pos jasa rumah kreatif pendapatannya meningkat hingga 33,69% menjadi Rp11,22 miliar, sebelumnya hanya Rp8,40 miliar. Kemudian, Tempo TV, meningkat signifikan hingga 113,67% menjadi Rp8,38 miliar, sebelumnya hanya Rp3,92 miliar.

Selebihnya, TMPO mencatat sejumlah penurunan pendapatan di pos rombak media. Pos ini turun 10% menjadi Rp8,03 miliar. Selanjutnya, pos koran dan iklan koran, turun 70,40% menjadi Rp2,14 miliar. Kemudian pos sewa, turun 4,11% menjadi Rp1,14 miliar dan terakhir pos kertas sebesar Rp550,23 juta. pos ini turun 34,33%.

Pendapatan dari pihak berelasi juga turun 54,53% menjadi Rp80,2 juta. Tahun sebelumnya sebesar Rp176,4 juta.

Kenaikan pendapatan juga diiringi kenaikan beban pokok pendapatan. Meski masih mencetak rugi, TMPO mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan hingga 19,05% pada 2024, menjadi Rp157,15 miliar. Sebelumnya, ruginya sebesar Rp132,01 miliar. Beban itu berasal dari kenaikan beban pokok barang cetakan, beban pokok pendapatan rumah kreatif, dan beban pokok pendapatan Tempo TV.

Namun, TMPO berhasil menekan sejumlah beban, seperti beban pokok penjualan majalah dan iklan majalah, koran dan iklan koran, serta kertas. Kemudian, beban pokok pendapatan penyelenggaraan acara dan konten RPP.

Setelah dikurangi beban pokok pendapatan, TMPO berhasil meningkatkan laba kotor 14% menjadi Rp96,62 miliar, sebelumnya Rp84,75 miliar.

Namun, beban usaha perusahaan meningkat 7,01%. Beban ini sebesar Rp87,97 miliar, sebelumnya Rp82,20 miliar. TMPO mencatat, beban usaha terdiri dari beban pemasaran dan penjualan, serta beban umum dan administrasi. Keduanya meningkat rugi.

Rinciannya, TMPO mengalami rugi beban pemasaran dan penjualan sebesar Rp43,98 miliar, meningkat 9,96% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp40 miliar. Sementara beban umum administrasi meningkat 4,24%, menjadi Rp43,98 miliar. Sebelumnya sebesar Rp42,19 miliar.

Kemudian, pendapatan operasional menurun 72,08% menjadi Rp1,8 miliar, sebelumnya Rp6,45 miliar. TMPO juga menekan beban operasional lain hingga 28,84% menjadi Rp1,66 miliar, sebelumnya sebesar Rp2,34 miliar.

TMPO berhasil meningkatkan aset perusahaan hingga 6,98% menjadi Rp450,57 miliar, sebelumnya hanya Rp421,2 miliar. Liabilitas juga berhasil ditekan 4,85% menjadi Rp201,36 miliar, sebelumnya sebesar Rp211,63 miliar.

Hasilnya, TMPO sukses mencetak laba usaha sebesar Rp8,78 miliar, meningkat 31,94% dari tahun sebelumnya sebesar Rp6,65 miliar.

Selain itu, ekuitas TMPO meningkat 18,92% menjadi Rp249,21 miliar, sebelumnya sebesar Rp209,57 miliar. Sehingga laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp1,57, sebelumnya hanya Rp0,86.

Selain majalah dan koran, TMPO juga terkenal dengan siniar atau podcast Bocor Alus Politik yang tayang di kanal YouTube. Siniar tersebut diisi oleh lima jurnalis Tempo, yaitu Fransisca Christy Rosana atau Cica, Egi Adyatama, Hussein Abri Donggoran, Raymundus Rikang, dan Stefanus Pramono.

Sebelumnya, kantor redaksi Tempo mendapatkan kiriman paket berisi kepala babi pada 20 Maret 2025. Paket tersebut tertera penerima kepada Fransisca, namun diterima oleh sekuriti kantor.

Redaksi Tempo kembali menerima paket berisi 6 bangkai tikus dengan kepala terpisah, yang dibungkus kertas kado bermotif bunga mawar merah. Paket tersebut dalam kondisi penyok, yang ditemukan oleh petugas kebersihan kantor. Paket tersebut juga dilempar oleh orang tak dikenal pada pukul 02.11 WIB.

Alhasil, saat ini redaksi Tempo tengah meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). (*)

# Tag