RS Murni Teguh (MTMH) Catatkan Laba Bersih Rp2,6 Miliar di 2024, Melejit 119%

RS Murni Teguh (MTMH) Catatkan Laba Bersih Rp2,6 Miliar di 2024, Melejit 119%
Tampak depan Rumah Sakit (RS) Murni Teguh Ciledug, Tangerang yang dikelola oleh PT Murni Sadar Tbk (MTMH). Foto Rumah Sakit (RS) Murni Teguh

PT Murni Sadar Tbk (MTMH) atau RS Murni Teguh mencetak laba bersih sebesar Rp2,6 miliar pada 2024. Raihan ini melonjak sebesar 119% dari laba bersih di 2023. Pendapatan MTMH meningkat 17% atau menjadi Rp1,06 triliun dari Rp921,91 miliar.

Kinerja finansial perseroan ini didorong oleh sejumlah faktor, termasuk peningkatan pendapatan sebesar 17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pengelolaan biaya yang lebih efisien, serta penguatan strategi ekspansi yang telah dilaksanakan sepanjang tahun.

Kontributor pendapatan MTMH berasal dari lini kamar dan pelayanan medis sebesar Rp422,19 miliar, obat dan perlengkapan medis sebesar Rp331,95 miliar, jasa tenaga medis sebesar Rp251,6 miliar, pendapatan administrasi dan lainnya sebesar Rp38,25 miliar, kamar operasi dan bersalin sebesar Rp32,02 miliar.

Masing-masing lini tersebut dikurangi diskon perawatan sebesar Rp8,26 miliar. Nilai diskon tersebut berhasil disusutkan dari periode sebelumnya sebesar Rp8,3 miliar.

Manajemen MTMH mengklaim kinerja tersebut didorong sejumlah faktor, mulai dari pengelolaan biaya yang lebih efisien, hingga penguatan strategi ekspansi yang telah dilaksanakan sepanjang tahun.

“Kenaikan laba bersih ini mencerminkan keberhasilan strategi bisnis yang kami terapkan, serta dedikasi tim kami dalam menghadapi tantangan pasar,” ujar Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk, DR. dr. Mutiara, MHA, MKT, pada keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia yang ditulis swa.co.id pada Jumat (4/4/2025).

Aset lancar, kas dan setara kas MTMH naik menjadi Rp10,68 miliar dari Rp4,94 miliar. Sementara jumlah aset perusahaan mencapai Rp2,37 triliun atau lebih tinggi dari Rp1,85 triliun di 2023.

Direktur Murni Sadar, Clement Zichri Ang, mengatakan peningkatan aset perseroan di tahun lalu itu disebabkan adanya penambahan aset tetap dari surplus revaluasi oleh Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) dan akuisisi rumah sakit baru di Pekanbaru, Riau.

Liabilitas perseroan di 2024 naik menjadi Rp956,53 miliar dari Rp708,74 miliar. Penyebabnya, perusahaan melakukan penarikan pinjaman bank untuk akuisisi rumah sakit di Pekanbaru, renovasi dan pembangunan rumah sakit di Bandung dan Jakarta. Kedua, kenaikan utang usaha untuk pengembangan rumah sakit di Medan dan Pekanbaru.

Tahun ini, MTMH berfokus untuk menyelesaikan pembangunan dan perizinan RS Murni Teguh Pejaten di Jakarta Selatan, DKI Jakarta, dan pembangunan gedung RS Murni Teguh Gama City di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

MTMH juga telah menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah institusi rumah sakit dan pendidikan, seperti Asan Medical Center Korea, Yonsei University Korea, Harley Street Heart & Vascular Centre Singapura, Icon Cancer Centre Singapura, National University Cancer Institute Singapura, dan Indraprastha Apollo Hospitals New Delhi India.

Hingga saat ini, RS Murni Teguh sudah tersebar 10 unit di seluruh Indonesia, antara lain yaitu Murni Teguh Memorial Hospital Medan, Murni Teguh Methodist Susanna Wesley Medan, Murni Teguh Rosiva Medan, Murni Teguh Ciledug, Murni Teguh Sudirman Jakarta, Murni Teguh Tuban Bali, Murni Teguh Pematang Siantar, Murni Teguh Horas Insani Pematang Siantar, Murni Teguh Naripan Bandung, serta Murni Teguh Eria Pekanbaru. Harga saham MTMH masih di zona merah lantaran terkoreksi sebesar 5,21% atau menjadi Rp910 sejak awal tahun ini hingga 27 Maret 2025. (*)

# Tag