Johnson Williang dkk Tambah Kepemilikan Saham di Wintermar Offshore Marine (WINS)
Investor individual Johnson Williang Sutjipto terpantau menambah porsi kepemilikan sahamnya di Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) sebanyak 7,248%, sebelumnya 7,186%.
Perubahan tersebut tercatat dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek yang berakhir pada 31 Maret 2025 yang terbit di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (4/4/2025).
Detailnya, Johnson memiliki 316,44 juta lembar saham atau setara 7,248% di WINS pada Maret 2025. Bulan sebelumnya, Johnson memiliki 313,71 juta lembar saham atau 7,186%.
Selain Johnson, investor ritel Manoj Pitamber Nanwani juga turut menambah porsi sahamnya di WINS menjadi 5,732% atau sebanyak 250,24 juta lembar saham. Sebelumnya, Manoj memiliki 246,36 juta lembar saham atau porsinya 5,643%.
Selebihnya, para direksi perusahaan seperti Muhamad Shanie Mubarak, Sugiman Layanto—selaku pengendali, Nely Layanto, dan Janto Lili tetap mempertahankan porsi kepemilikan saham dari Februari 2025 dan Maret 2025. Alhasil, tidak ada perubahan porsi kepemilikan saham.
Sementara para pengendali perusahaan, yaitu Sugiman Layanto dan PT Wintermarjaya juga tidak menambah porsi kepemilikan saham di WINS. Pada Februari hingga Maret 2025, Sugman memiliki 7,872% atau sebanyak 343,71 juta lembar saham. Sementara PT Wintermarjaya memiliki 34,01% atau sebanyak 1,48 miliar lembar saham.
WINS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran, fokusnya yaitu pada kapal penunjang kegiatan angkutan lepas pantai bagi industri minyak dan gas bumi. Emiten energi tersebut kini dipimpin oleh Sugiman Layanto sebagai direktur utama.
Melansir dari laman jpnn.com pada Maret 2019, sebelumnya, Johnson Williang Sutjipto memimpin kantor DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) pada 2019. Kantor DPP INSA pernah digeledah oleh penyidik Kepolisian Metro Jakarta Pusat karena dugaan pelanggaran merek INSA, atas laporan dari Yayasan INSA Manunggal.
Pada 2016, Pengadilan Tata Usaha Negara sebelumnya telah membatalkan kepemimpinan Johnson di Badan Hukum Perkumpulan INSA. Putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap, sehingga Johnson tidak ada landasan hukum untuk mengatasnamakan diri sebagai ketua umum INSA.
Sementara Manoj Pitamber Nanwani menjadi pemegang saham di atas 5% di WINS. Menurut laman LinkedIn-nya, Manoj terakhir kali menjabat sebagai Kepala Riset di ABN Amro Securities Jakarta sejak tahun 2004 hingga 2007. Sebelumnya, Manoj menekuni dunia riset dan analisis di BNP Paribas, Credit Lyonnais Securities Asia, dan Crosby Securities. (*)