Foto Bisnis SWA: Perjalanan Rasa yang Menghangatkan Hati di Twelve Chinese Dining

Di balik kepulan asap wajan panas yang akrab di dapur-dapur Asia, tersimpan cerita tentang rasa, tradisi, dan kehangatan rumah.

Twelve Chinese Dining, restoran Tiongkok premium di bawah naungan Okuzono Hospitality Group, mencoba menghidupkan kembali cerita itu melalui kampanye terbarunya yang bertajuk Wok This Way: The Ultimate Chinese Comfort.

Bagi Nadia Sofiandi, Direktur Okuzono Hospitality Group Twelve, kampanye ini lebih dari sekadar peluncuran menu baru. Ia adalah bentuk penghormatan terhadap masakan Tiongkok sebagai warisan budaya yang kaya makna, namun kini dibalut dengan pendekatan modern yang lebih inklusif.

“Melalui Wok This Way, Twelve ingin menghadirkan kembali rasa kenyamanan yang akrab dalam masakan Tiongkok, tapi dengan pendekatan yang lebih inklusif dan relevan untuk generasi sekarang,” ujar Nadia.

Menu-menu yang ditawarkan masih berakar kuat pada tradisi, namun diinterpretasikan ulang dengan gaya yang lebih kontemporer. Presentasinya elegan, bahan bakunya berkualitas tinggi, dan yang paling penting: semua disajikan tanpa menggunakan daging babi maupun lemak babi, menjadikannya pilihan yang nyaman bagi semua kalangan, termasuk vegetarian.

Dapur menjadi panggung utama dari pengalaman bersantap ini. Di sanalah Executive Chef Ooi Bong Cheng mencurahkan kreativitasnya. “Kami menggunakan teknik klasik yang disempurnakan agar setiap rasa lebih dalam, setiap aroma lebih membekas,” katanya. “Setiap hidangan dimulai dari wok, tempat di mana rasa, panas, dan kenangan bertemu.”

Beberapa hidangan unggulan yang menjadi bintang dalam kampanye ini adalah perpaduan antara keindahan visual dan cerita dari masa lalu:

Golden Eight Treasures Glutinous Rice Bread Chicken — Hidangan klasik dari Suzhou yang dahulu hanya hadir di meja istana. Satu ekor ayam diisi dengan campuran delapan bahan seperti jamur enoki, jamur shiitake, rebung, lobak kering, ketan, dan biji teratai. Keseluruhan isiannya dibungkus dalam daun lotus, kertas minyak, dan adonan roti, lalu dipanggang perlahan hingga menghasilkan aroma yang dalam dan menggoda.

Pumpkin Soup with Fresh Scallop Dumpling — Sup ini memadukan kelembutan labu dengan pangsit isi scallop segar. Terinspirasi dari tradisi kuliner Tiongkok sejak abad ke-16, labu dipercaya sebagai bahan yang menenangkan dan menyehatkan. Teksturnya halus, aromanya lembut, cocok sebagai hidangan pembuka yang elegan.

Ada pula menu seperti Charcoal Australia MR7 Wagyu Beef with Onion Gravy, Drunken Prawn, dan Soft Shell Crab Typhoon Shelter Style yang memperkaya pilihan dan membawa sensasi rasa yang lebih kompleks namun tetap membumi.

Twelve Chinese Dining bukan sekadar tempat makan. Ia adalah ruang di mana tradisi dan modernitas bertemu, seperti filosofi yang terus diusung Okuzono Hospitality Group dalam berbagai lini restorannya, termasuk Okuzono Japanese Dining dan Casa Cuomo Ristorante & Lounge. Setiap tempat menawarkan sesuatu yang unik—pengalaman yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyentuh sisi emosional para tamunya.

Dan di dapur Twelve, kisah itu dimulai dari wajan. Dari percikan minyak, aroma rempah, hingga suapan pertama yang membawa pulang ingatan tentang rumah — dalam versi yang lebih elegan dan inklusif. (*)

null
Nadia Sofiandi, Direktur Okuzono Hospitality Group Twelve (Foto: Darandono/SWA).
null
Rangkaian menu terbaru yang disajijan dalam kampanye bertajuk Wok This Way: The Ultimate Chinese Comfort, di Twelve Chinese Dining (Foto: Darandono/SWA).
null
Golden Eight Treasures Glutinous Rice Bread Chicken, salah satu menu unggulan baru dari Twelve Chinese Dining (Foto: Darandono/SWA).
null
Nadia Sofiandi Direktur Okuzono Hospitality Group (kanan) dan Ooi Bong Cheng, Executive Chef Twelve Chinese Dining di sela-sela peluncuran menu baru bertajuk Wok This Way (Foto: Darandono/SWA).

# Tag