BNI Sekuritas Jadikan GCG sebagai Fondasi Keberlanjutan dan Daya Saing

BNI Sekuritas Jadikan GCG sebagai Fondasi Keberlanjutan dan Daya Saing

Di tengah tantangan industri pasar modal yang semakin kompleks dan dinamis, BNI Sekuritas terus berkomitmen untuk menjaga serta meningkatkan tata-kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Alasannya, inovasi dan komitmen tinggi tidak lagi cukup untuk memastikan keberlanjutan bisnis tanpa didukung oleh prinsip dan kerangka kerja Good Corporate Governance (GCG) yang kuat.

Sebagai perusahaan yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang, BNI Sekuritas memandang tata kelola yang baik merupakan fondasi utama dalam membangun daya saing yang sehat. Sejak awal, perusahaan ini menempatkan penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas sebagai prioritas utama, bukan hanya sebagai pemenuhan regulasi, demi memastikan keberlanjutan bisnisnya.

Di BNI Sekuritas, kami selalu menekankan bahwa setiap individu itu harus ‘Sadar Risiko, Siap Risiko, dan Tanggung Risiko

Menurut Yoga Mulya, Direktur Operasional BNI Sekuritas, dengan tata kelola yang kuat perusahaan ini dapat menjaga stabilitas dan kepercayaan stakeholder, termasuk investor, mitra bisnis, dan regulator. Setelah memastikan fondasi yang kokoh melalui tata kelola yang baik, langkah selanjutnya ialah mengoptimalkan performa bisnis agar tetap kompetitif dan berkelanjutan. “Kami beranggapan bahwa tata kelola adalah fondasi, agar perusahaan kami semuanya terjaga, baru kemudian kami genjot performa bisnis perusahaan,” kata Yoga.

BNI Sekuritas mengadopsi model Tiga Lini Pertahanan (Three Lines of Defence), yang meliputi kontrol operasional, manajemen risiko dan kepatuhan, serta audit. Lini pertama adalah wilayah risk owner, di mana individu atau tim yang berada di garis terdepan bertanggung jawab langsung atas risiko yang mereka hadapi.

Di lini kedua, yang berperan adalah tim kontrol, yang bertugas memastikan bahwa risiko di lini pertama dikelola dengan baik melalui penerapan kebijakan dan prosedur yang tepat. Adapun di lini ketiga yang berperan adalah tim audit, yang bertugas memverifikasi apakah pengendalian risiko di lini pertama telah dijalankan secara efektif oleh lini kedua.

Proses tersebut merupakan siklus berkelanjutan. Maksudnya, setiap evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan untuk meningkatkan efektivitas manajemen risiko dan tata-kelola perusahaan. Selain itu, sistem tersebut juga dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.

“Di BNI Sekuritas, kami selalu menekankan bahwa setiap individu itu harus ‘Sadar Risiko, Siap Risiko, dan Tanggung Risiko’. Itu tagline yang kami buat,” kata Yoga. “Jadi, tidak hanya sadar, tidak hanya kenali, tapi di ujungnya kita diminta untuk bertanggung jawab. Karena, itu nilai yang mau kami tekankan,” katanya lagi.

Dalam menerapkan elemen GCG, hal pertama yang dilakukan ialah memperkuat koordinasi antarlini dalam mengevaluasi setiap aktivitas. “Ketika kami mau melakukan suatu aktivitas, seperti meluncurkan suatu produk atau layanan, pasti ada risikonya. Risikonya itu yang harus dikelola,” Yoga menjelaskan.

Bagaimana cara memastikan pengelolaan risiko dengan prinsip GCG? Pertama, koordinasi antarlini, sesuai dengan prinsip Three Lines of Defence. BNI Sekuritas mengharuskan adanya koordinasi dengan lini kedua dan memastikan lini ketiga paham terhadap aktivitas produk dan layanan.

Sementara itu, untuk membentuk budaya GCG, selain mengadopsi budaya AKHLAK dari Kementerian BUMN, BNI Sekuritas juga menerapkan budaya yang dibangun sendiri, yaitu SAKTI: Solusi, Andal, Kontrol risiko, Tepat guna, dan Inovatif.

Ke depan, menurut Yoga, BNI Sekuritas akan terus memperkuat budaya AKHLAK dan SAKTI, yang didukung oleh kerangka GCG terbaik sebagai fondasi utama. Upaya ini akan diwujudkan melalui pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan produktivitas optimal. Dengan demikian, BNI Sekuritas dapat terus memberikan nilai terbaik bagi seluruh stakeholder, sekaligus memastikan keberlanjutan dan daya saing perusahaan di industri pasar modal.

null
Yoga Mulya Direktur Operasional BNI Sekuritas

Untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas inisiatif GCG, BNI Sekuritas menggunakan sejumlah indikator, seperti Corporate Governance Perception Index (CGPI), Compliance Index (CIX), dan Risk Maturity Index.

Pada 2023, BNI Sekuritas mendapatkan skor CIX sebesar 82 dan pada 2024 skornya meningkat menjadi 92. Sementara itu, hasil evaluasi Individual Risk Assessment menunjukkan pengendalian internal yang efektif dengan skor 97,02%.

Pada 2023 juga, BNI Sekuritas untuk pertama kalinya mengikuti ajang asesmen CGPI dan berhasil meraih predikat “Trusted Company”. Pada 2024, BNI Sekuritas kembali memperoleh predikat “Trusted Company” dengan skor yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu naik dari 80,65 menjadi 81,08.

“Semua evaluasi ini membantu kami dalam merumuskan rencana aksi perbaikan secara berkelanjutan,” kata Yoga.§

# Tag