Permen Jahe Karanganyar Tembus Amerika: Kiprah Indo Tropikal Bersama BNI Xpora
Tak banyak yang menyangka, dari Karanganyar, Jawa Tengah, sebutir permen jahe bisa membuka jalan ke pasar Amerika Serikat.
Namun inilah yang dibuktikan oleh PT Indo Tropikal Group, salah satu pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berhasil menembus pasar global berkat sinergi strategis bersama program BNI Xpora milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.
Langkah besar Indo Tropikal dimulai dari pertemuan sederhana di tahun 2017 dengan seorang pembeli asal Amerika Serikat.
Setelah proses panjang dan penuh tantangan, ekspor perdana dilakukan pada Februari 2020, tak tanggung-tanggung, langsung sebanyak 40 kontainer permen jahe. Sejak saat itu, Indo Tropikal konsisten mengirimkan produknya ke Amerika dan Kanada setiap 1,5 hingga 2 bulan sekali.
“Sejak saat itu, Indo Tropikal rutin mengirimkan produk ke Amerika Serikat dan Kanada setiap 1,5 hingga 2 bulan sekali,” kata Nuri, Marketing Ekspor & Impor Indo Tropikal.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Indo Tropikal menemukan momentum baru ketika bergabung dengan BNI Xpora pada tahun 2023. Program ini, yang merupakan akronim dari Ekspor dan Diaspora, dirancang sebagai solusi terpadu (one-stop export solution) untuk mendukung UKM Indonesia Go Productive, Go Digital, dan Go Global.
“Dengan dukungan BNI Xpora, produsen permen jahe PT Indo Tropikal Grup asal Karanganyar Jawa Tengah, berhasil menembus pasar ekspor dan terus berkembang, ini menjadi wujud nyata kehadiran BNI dalam membantu UKM Indonesia dapat bersaing di pasar internasional dengan produk yang berkualitas,” ujar Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI.
Bergabungnya Indo Tropikal ke dalam jaringan BNI Xpora terbukti memperluas akses mereka ke berbagai peluang baru. Dari fasilitasi business matching dengan pembeli luar negeri hingga partisipasi dalam pameran dagang, program ini membuka banyak pintu.
“Sejak bergabung dengan BNI Xpora, banyak sekali dukungan yang kami terima, mulai dari business matching dengan buyer luar negeri hingga fasilitas pameran di dalam maupun luar negeri,” kata Nuri.
Hasilnya tak hanya terbatas di Amerika. Indo Tropikal kini juga menjangkau pasar Belanda dan India, serta tengah membuka peluang baru di Kanada, Jepang, Inggris, dan Timur Tengah. Produk fresh ginger menjadi salah satu komoditas andalan dalam ekspansi ini.
Di sisi lain, Indo Tropikal juga merasakan manfaat dari pelatihan dan edukasi yang diberikan BNI Xpora, terutama dalam memahami dinamika ekspor dan regulasi seperti bea cukai. Selain itu, dukungan permodalan melalui fasilitas kredit turut membantu memperkuat fondasi bisnis mereka yang kini mempekerjakan 50 karyawan.
“Kami mendapat pembelajaran tentang ekspor, business matching, fasilitas pameran, dan juga dukungan permodalan melalui fasilitas kredit dari BNI. Program ini juga memfasilitasi kerjasama dengan Bea Cukai yang sangat bermanfaat,” ujarnya.
Meski sudah sukses di pasar utama, Indo Tropikal tak berpuas diri. Inovasi terus dilakukan. Salah satu rencana besar mereka adalah merambah ke lini produk baru seperti air minum oksigen dan sparkling water yang ditargetkan meluncur tahun depan.
Sebagai penutup, Nuri menyampaikan pesan penting bagi UKM lain yang ingin mengikuti jejak Indo Tropikal: “Ikuti kegiatan yang diselenggarakan, perbanyak pengetahuan produk, dan terus berinovasi. BNI Xpora memberikan banyak peluang dan pembelajaran yang bermanfaat untuk ekspansi pasar global.”
Meski kisah sukses Indo Tropikal bersama BNI Xpora patut diapresiasi, capaian ini seharusnya menjadi refleksi bagi ekosistem pendukung UKM secara keseluruhan. Sebab, masih banyak pelaku UKM lain yang memiliki produk berkualitas, namun belum tersentuh akses pasar, pembiayaan, ataupun pendampingan ekspor yang memadai.
Program seperti BNI Xpora membuktikan bahwa intervensi strategis bisa menciptakan lompatan besar. Tapi tantangannya kini adalah skalabilitas: mampukah model ini diperluas agar bukan hanya segelintir UKM yang naik kelas, melainkan menjadi arus utama dari wajah ekonomi Indonesia ke dunia?
Ke depan, kisah Indo Tropikal seharusnya bukan menjadi pengecualian, tapi justru menjadi standar baru bagi UKM lokal: bahwa ekspor bukan mimpi, melainkan target yang bisa dikejar, asal sistem mendukung dan keberpihakan dijalankan secara konsisten. (*)