Summarecon Bangun Sekolah Trilingual di Bandung, Siap Beroperasi pada Tahun Ajaran 2025/2026

null
Soegianto Nagaria, Direktur Summarecon dan Ketua Yayasan Sekolah Terpadu Sedaya Bintang (tengah) bersama jajaran direksi PT Summarecon Agung Tbk dan perwakilan dari Yayasan Pendidikan Sedaya Bintang saat topping off Pembangunan Gedung Sekolah Terpadu Sedaya Bintang, di Bandung. (Foto: Summarecon Bandung).

Setelah dikenal sebagai pengembang kawasan hunian dan komersial, PT Summarecon Agung Tbk kini memperluas kiprah bisnisnya ke sektor pendidikan, khususnya di Bandung.

Komitmen ini diwujudkan lewat pembangunan Sekolah Terpadu Sedaya Bintang di kawasan Summarecon Bandung. Proyek pendidikan yang mengusung konsep sekolah trilingual dan berbasis STEAM ini baru saja mencapai tahap topping off, penanda bahwa struktur utama bangunan telah selesai dan siap dilanjutkan ke tahap akhir konstruksi.

Sekolah Terpadu Sedaya Bintang berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar dengan luas bangunan lebih dari 6.000 meter persegi. Lembaga pendidikan ini akan membuka layanan mulai dari jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD), dan dirancang sebagai sekolah modern dengan fasilitas lengkap, mulai dari Smart TV di ruang kelas TK, laboratorium STEAM dan bahasa, hingga kolam renang dan playground.

Langkah Summarecon ini menandai keseriusan korporasi properti dalam menciptakan ekosistem terpadu yang tak hanya fokus pada hunian, tapi juga membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

“Kami akan mulai membuka dari tingkat dasar yaitu Kelompok Bermain (KB), TK dan SD. Oleh karena itu dari awal, selain kami ajarkan kemampuan bahasa trilingual, kami juga menanamkan nilai budi pekerti untuk menjadi fondasi yang sangat kuat bagi masa depan mereka nantinya,” ujar Soegianto Nagaria, Direktur Summarecon dan Ketua Yayasan Sekolah Terpadu Sedaya Bintang.

Sekolah ini berafiliasi dengan Sekolah Terpadu Pahoa dan akan menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum internasional Pearson Edexcel dari Inggris. Untuk mata pelajaran Matematika, Sedaya Bintang mengadopsi kerangka pendidikan dari Singapura, dan untuk pelajaran Bahasa Mandarin, guru penutur asli akan mendampingi proses belajar siswa.

Aida Halim, Executive Director Unit Edukasi PT Summarecon Agung Tbk., menambahkan bahwa pembangunan tahap pertama sudah mencapai 68% dan ditargetkan rampung pada Mei 2025, agar bisa menerima siswa pada tahun ajaran 2025/2026.

“Kami yakin bahwa kehadiran Sekolah Terpadu Sedaya Bintang akan diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga dapat menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat,” katanya.

Langkah ini mempertegas transformasi Summarecon dari pengembang properti menjadi penyedia ekosistem kehidupan yang lengkap dan berkelanjutan, termasuk dalam bidang pendidikan yang strategis.

Ke depan, bukan tak mungkin Bandung akan menjadi model baru ekspansi sektor pendidikan yang dikembangkan oleh Summarecon di kota-kota lainnya. (*)

# Tag