Ini Rahasia Perdana Karya Perkasa (PKPK) Memulihkan Kerugian

null

PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) memulihkan kerugian lantaran kinerja finansial di tahun lalu itu mencatat laba. PKPK pada 2024 dengan mencatatkan laba konsolidasi sebesar Rp15,9 miliar atau naik sebesar 360% dari rugi di tahun lalu. Pada 2023, perseroan mengalami kerugian senilai Rp6,1 miliar. Adapun, pendapatan usaha sebesar Rp 187,0 miliar atau melonjak sebesar 323,53% dari tahun 2023.

Direktur Utama PKPK, Haryanto Sofian menuturkan kunci keberhasilan PKPK terletak pada strategi yang tepat sasaran dan penguatan sektor-sektor bisnis yang lebih menguntungkan serta berkat kontribusi positif dari entitas anak perusahaannya yaitu PT Tri Oetama Persada (TRIOP).

TRIOP merupakan bergerak di bidang pertambangan batu bara yang telah memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUPOP) di Kalimantan Tengah, PKPK mempunyai kepemilikan saham pada TRIOP secara tidak langsung sebanyak 69,96%.

“Sejak PKPK memperluas jangkauan usahanya melalui akuisisi anak usaha yang bergerak di sektor pertambangan, PKPK mampu mengoptimalkan potensi pasar dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan,” sebut Haryanto pada siaran pers yang ditulis swa.co.id di Jakarta, Senin (14/4/2025).

Pada tahun 2024, produksi dan penjualan batu bara perseroan sebesar US$14,14 juta (rata-rata ICI 4 = US$52,84) atau ekuivalen dengan Rp 202 miliar (estimasi 1 US$ = Rp14.327,4).

Sedangkan untuk tahun 2025, rencana produksi dan penjualan Batubara TRIOP diperkirakan sebesar 1.100.000 metrik ton yang dapat menghasilkan pendapatan sebesar US$53,9 juta (rata-rata ICI 4 = US$49) atau senilai Rp862 miliar (estimasi 1 US$ = Rp16.000).

Dengan diversifikasi yang cermat dan kontribusi dari TRIOP, PKPK tidak hanya dapat memperluas portofolio bisnisnya, tetapi juga mampu meningkatkan ketahanan finansial. Keuntungan yang diperoleh berkat kinerja luar biasa dari anak usaha ini juga memberikan dampak positif bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan. Harga saham PKPK menjadi Rp740 atau menyusut sebesar

# Tag